Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Ali disini


__ADS_3

Ara masih berjalan dengan tenang sambil mengayunkan sebilah ce*urit di tangan kanannya. Ara menyeringai ketika melihat wajah-wajah ketakutan dari segerombolan preman jalanan yang tadi berani mengusiknya.


"Mau kanan, atau kiri?" Ara bertanya dengan pandangan mengejek pada kelima preman jalanan itu. Gadis itu hanya berniat memberi efek jera untuk mereka, agar tidak melakukan kejahatan lagi.


Kelima preman yang terkapar di aspal hitam dengan beberapa luka sebagai hadiah perkenalan dari kelompok Deadly Scorpion yang di ketuai oleh Reiner dan Aracelia.


"Ampun, Nona. Tolong lepaskan kami, kalau kami mati, siapa yang akan mencari uang untuk menghidupi keluarga kami." Ketua Preman berwajah sangar itu mendekat dan memeluk kaki gadis yang sedang memegang dua senjata di tangannya.


Ara menendang perut dari preman yang sedang memeluk kakinya, berani sekali preman rendahan itu menyentuh dirinya.


'Wah, apakah kalian juga mengampuni mereka, para korban b*gal yang kalian bunuh? Apa kalian pernah berpikir jika mereka juga punya keluarga di rumah? Apakah kalian juga pernah, melepaskan korban wanita yang justru kalian lecehkan sebelum di bunuh!" Ara melontarkan beberapa pertanyaan dengan nada meninggi pada kelima orang yang sedang merasa frustasi.


Mereka menatap sekeliling, tidak ada celah untuk mereka melawan, atau kabur dari segerombolan orang yang mengelilingi mereka. Apalagi semua orang berpakaian serba hitam itu memegang senjata dengan posisi siap tembak. Melawan sedikit saja, sudah pasti nyawa mereka melayang.


"Aku baikkan, aku hanya menawarkan satu dari tangan kalian masing-masing untuk aku jadikan sarapan piranha kesayanganku besok pagi." Gadis itu menaikkan tangan kanannya yang sedang memegang senjata tajam. Sedangkan tangan kirinya, menekan pelatuk Raging bull miliknya.


"Kalian mau yang mana? Senjata milik kalian sendiri untuk memakan tuannya, atau senjata kesayanganku ini yang mengoyak jantung kalian?" Ara menawarkan dua pilihan untuk mereka.


Reiner, Ferry, Dean dan juga ke empat anggota lainnya hanya menyaksikan pertunjukan yang di dalangi oleh Nona Ace. Wonder woman satu-satunya di Deadly Scorpion.


"Kalian pasti sedang merutuki kebodohan kalian, kan, kalian salah dalam memilih mangsa. Adik kesayanganku ini, jangankan kalian. Harimau saja dia lawan," celetuk Reiner seraya menertawakan kelima orang yang tadi sok gagah dan banyak omong.


"Maaf, Tuan, Nona. Mohon maafkan kami, kami akan bertaubat. Kami janji, tapi jangan bunuh kami," Preman yang tadi hampir menebas Ara memohon pada kedua orang yang menatap mereka dengan tatapan mengintimidasi.

__ADS_1


"Baik, aku akan mengampuni kalian. Tapi, kalian harus melewati rangkaian uji coba di markas Deadly Scorpion. Jika kalian memang ingin bertaubat." Ara membuang ce*urit yang berada dalam genggaman tangan kanannya.


Ara berjalan menjauh dan segera menaiki motor sport milik Reiner, gadis itu masih menatap penuh amarah pada kelima preman yang sok penguasa tadi, namun, saat berhadapan dengan dirinya, bisa kalah dan mengemis agar di lepaskan.


"Rei, urus saja mereka. Aku harus pulang, jangan sampai Danish mencariku." Ara memakai helm dan segera menggeber gas motor sport yang di tungganginya. Setelah Ara menginjak gigi dan melepaskan kopling, motor sport itu melaju dengan kecepatan penuh.


"Fer, Dean. Kalian bawa mereka ke markas, aku harus memastikan Aracelia pulang dengan selamat." Reiner memasuki mobil yang dia bawa sendiri. Lalu segera mengikuti adiknya. Bisa di cincang sang Mami jika ketahuan Ara beraksi dan pulang sendirian.


"Kalian ini, menyusahkan sekali ! Memang tidak ada kerjaan lain selain menjadi b*gal?" Dean mengomel seraya menggiring ketua preman untuk masuk ke dalam mobil miliknya.


Kelima preman itu terdiam mendengarkan ocehan pria yang mereka yakin umurnya jauh di bawah mereka. Namun, mereka tidak bisa meremehkan pria Abege yang terlihat tidak kalah garang dari yang lain.


Kelima preman itu dibawa dengan dua mobil terpisah, dua ada di mobil milik Dean, dan yang tiga berada di mobil milik Ferry.


"Kau pikir, Tuan Rei juga tidak akan mengamuk?" Omel Ferry pada adiknya.


Mereka memasuki mobil masing masing, ke empat bodyguard milik Reiner juga bergabung untuk mengawal mereka.


*****


Ara sampai di mantion keluarga Aditia, ketika Ara datang, gerbang terbuka otomatis karena sudah ada sensor pengenal setiap kendaraan yang ada di mantion. Reiner sampai di belakang Ara. Pria dewasa yang sangat menyayangi adiknya itu memacu mobilnya dengan kecepatan penuh agar bisa menyusul sang adik.


Begitu melihat Nona dan Tuan Mudanya, beberapa pengawal mendekat, lalu menyapa kedua majikannya.

__ADS_1


"Tuan, Nona, selamat malam." Sapa beberapa pengawal dengan hormat, setelah Ara melepas helm dan turun dari motor.


"Malam, kalian jaga rahasia, jangan sampai Mami tahu kepergian Ara malam ini." Perintah Reiner dengan tegas.


"Baik, Tuan." Semua pengawal membubarkan diri dan segera kembali pada posisinya masing-masing.


"Ra, kamu menginap di sini? Kenapa tidak bilang, tahu seperti itu. Aku juga bawa Imel dan keponakanmu kesini," ujar Reiner dengan lembut.


"Mami yang memaksa, dan Danish tidak tega menolak." Ara melangkah masuk ke dalam mantion yang di buka oleh penjaga. Reiner masih mengikuti sang adik masuk ke dalam mantion.


"Jadi, Ali juga disini?" Reiner memberhentikan langkah adiknya meminta penjelasan. Bagaimana dirinya bisa keluar jika Ali juga ada di mantion.


"Iya," Ara hanya menjawab dengan singkat, lalu melanjutkan langkahnya.


"Sayang, kalian dari mana?" Suara wanita mengagetkan kedua kakak beradik yang sedang berbincang di bawah tangga. Mereka menoleh ke atas tangga.


"Mami !"


BERSAMBUNG...


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_

__ADS_1


__ADS_2