Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Pria Bertopeng


__ADS_3

Benar saja apa yang di perkirakan oleh Reiner, saat berada di sebuah jalan bercabang empat. Setiap sudut jalanan itu tertutup oleh sebuah mobil yang melintang di tengah jalan. Menutupi lebih dari separuh jalanan itu sendiri.


Reiner masih bersikap tenang. Laki-laki itu menghentikan laju mobilnya, lalu keluar dari mobil berjenis Pajero berwarna hitam yang ia gunakan.


Dia menutup pintu mobil dengan keras hingga menimbulkan dentuman.


Laki-laki itu berjalan mengitari mobil dengan pandangan awas. Berusaha membaca situasi yang sedang terjadi. Jangan sampai dia merasa panik ataupun takut yang akan menyenangkan hati lawannya.


Begitu sudah berada di pintu bagian penumpang. Reiner menyandarkan punggungnya pada pintu tersebut dengan santai.


Dari arah depan, sebuah mobil Buggati berwarna hitam berhenti sempurna di depan Reiner. Bahkan jarak antara mobil dan Reiner hanya berjarak sekitar 5 meter.


Seorang dengan sepatu hitam mengkilat terlihat turun dari mobil itu, Reiner masih diam memperhatikan tingkah dari seseorang yang berani melakukan teror padanya.


Setelah turun dari mobil terlihat dia menggunakan pakaian serba hitam, hingga topeng bertema devil dengan warna senada.

__ADS_1


Melihat orang yang mencari masalah dengannya hanya seorang pengecut yang tidak berani menampakkan dirinya dengan jelas, Reiner hanya mengangkat sebelah sudut bibirnya hingga ke atas yang berarti senyum meremehkan dalam diri Reiner untuk seseorang yang kini tengah berjalan ke arahnya.


Namun dari postur tubuhnya, Reiner yakin bahwa seseorang itu bukanlah berasal dari musuhnya sendiri. Dia bisa memastikan bahwa seseorang bertopeng itu berumur tidak jauh dari orang tuanya.


Reiner masih diam tak bergeming, tidak ada raut wajah ketakutan sedikitpun di wajahnya. Dia hanya menampakkan wajah datar dengan tangan bersedekap di dadanya.


Melihat reaksi Reiner yang santai tanpa tekanan tersebut, seseorang itu merogoh saku jasnya. Dari sana, ia mengeluarkan sebuah senjata Laras pendek.


Walaupun ancaman yang ia dapatkan kali ini sudah semakin terang-terangan, Reiner sama sekali belum merespon apa yang di lakukan oleh orang asing itu.


Terlihat kesal karena Reiner justru tak bergeming, Pria itu mengarahkan senjatanya kepada ayah satu anak itu. Kali ini Reiner sedikit merespon, bukan dengan ketakutan. Melainkan ejekan, karena Reiner justru meludah ke sampingnya.


Pria muda berparas tampan bak idola Korea itu menekan sesuatu di balik jas miliknya. Sebuah benda yang akan memberikan dia satu persatu bukti kuat yang pernah terjadi pada keluarganya.


"Beraninya kau anak kecil memerintahku!" hardik pria itu.

__ADS_1


Reiner tersenyum simpul. "Jadi benar tebakanku, kau seorang bandot tua pengecut."


Merasa kesal dengan ejekan Reiner, pria itu mengarahkan senjatanya ke arah Reiner lalu menarik pelatuknya hingga peluru melesat memecah kaca pintu mobil di samping Reiner.


"Kau menggertakku? Atau memang sudah tidak mampu lagi menembak dengan benar?" tanya Reiner semakin menghina pria itu.


"Dasar, anak muda sia*lan! Aku peringatkan kau untuk tidak mencampuri perkara yang sudah terjadi 15 tahun yang lalu," pria itu menghentikan ucapannya.


Sebagai anak muda yang sopan, Reiner sengaja tidak menyela ucapan pria itu. Dia sudah paham kemana arah pembicaraan pria yang ia yakini berhubungan dengan tragedi yang di alami oleh keluarga Ara, hingga mengorbankan nyawa Mommy CIA.


"Jika kau masih nekat ikut campur, aku pastikan kau akan kehilangan istri dan anak!" ancam pria itu begitu berani.


Reiner mengepalkan kedua tangannya saat mendapat ancaman yang menyangkut nyawa istri dan anaknya. Laki-laki itu bersiap menerjang lawan yang dengan angkuhnya merasa dirinya paling hebat.


Bersambung...

__ADS_1


Hai, Kakak. Kuy mampir ke karya temanku lagi. Di jamin syuka banget deh!



__ADS_2