
"Tidak perlu, ini sudah pas. Tapi masih panas," cegah Ali, tanpa sengaja Ali menarik tangan Ara hingga gadis itu oleng dan akan terjatuh.
Dengan sigap, Ali bangun dari duduk dan menangkap tubuh Ara yang akan terjatuh.
"Awh," pekik Ara kaget.
Ali terdiam dengan posisi menatap wajah Ara, dan tangan yang menahan tubuh limbung Ara. Tatapan keduanya bertemu, Ali diam melamun. Ara yang masih kaget, menguatkan pegangannya pada kemeja Ali.
Bersamaan dengan itu, Seorang pria paruh baya mendekat. Setelah melihat adegan romantis ala Ali dan juga Ara, seseorang itu berdehem.
"Ehem," Suara itu membuat Ara dan Ali menoleh, saat tahu siapa yang datang. Ali reflek melepaskan tangannya dari tubuh Ara, mengakibatkan Ara terjatuh.
"Agghhh, Danish ! kenapa di lepas sih," Ara mengaduh dan menyalahkan sang suami.
"Moon, maaf, aku tidak sengaja. Sini ku bantu berdiri," Ali mengulurkan tangannya dan di raih oleh Ara, gadis itu kesal setengah mati. Pagi pagi kenapa harus berkorban, jatuh dari pelukan suami sendiri.
"Ara, kau baik-baik saja, Sayang?" tanya pria paruh baya itu pada Ara.
"Im Ok, Dad," jawab Ara pada seorang itu yang ternyata adalah sang ayah.
Ali segera merangkul Ara dan menariknya mendekat, mertuanya tidak boleh tahu tentang hubungan mereka yang belum bisa dekat.
"Kalian ini, pengantin baru. Kalau mau mesra, ya di kamar. Jangan di tempat terbuka seperti ini," ujar Daddy Haris pada sepasang pengantin baru itu.
Daddy Haris mendudukkan dirinya, di kursi dengan santai. Ara dan Ali mengikuti duduk di kursi masing-masing. Bi Ani menata menu sarapan untuk majikannya.
__ADS_1
"Silahkan, Tuan, Nona, Tuan Muda," Bi Ani berlalu meninggalkan ketiga orang yang masih sibuk berdebat di meja makan.
"Apa sih, Dad? Danish kan mau ke kantor," Ara yang menjawab karena dia merasa malu, di pergoki oleh ayahnya sendiri.
"Lah, Ali mau berangkat ke kantor?" tanya Daddy Haris.
"Iya, Dad, Ali ingin bekerja. Kalau di rumah nanti bagaimana dengan kerjaan Ali?"
"Tidak perlu memikirkan pekerjaan, Ali. Kau baru saja menikah, nikmati waktu kalian berdua. Kalau bisa, sebaiknya kalian berbulan madu. Agar lebih saling mendekatkan diri," Saran Daddy Haris.
Ara dan Ali menoleh, saling pandang dengan ekspresi kaget. Bagaiamana jika Daddy benar memaksa mereka untuk berbulan madu.
"Ara sedang sibuk, Dad. Jangan mengusulkan saran yang aneh," Elak Ara, dia berdiri dan mengambilkan nasi untuk Daddy dan Ali.
"Daddy, mau makan apa?" tanya Ara pada sang ayah.
"Daddy mau Capcay dan Ayam goreng," Ara segera mengambil apa yang di inginkan oleh ayahnya dan memberikan piring yang sudah berisi tersebut.
.
"Danish, mau lauk apa?" Ara beralih pada Ali,
"Tumis kangkung dan Telur balado saja," jawab Ali singkat.
Ara menyodorkan piring yang sudah di isi nasi dan lauknya kepada Ali.
__ADS_1
"Terima kasih Moon,"
"Sama-sama, Danish," jawab Ara dengan senyumnya. Ara tahu, Danish bersikap mesra karena ada Daddy Haris.
Mereka makan makanannya masing-masing, hingga semua sudah selesai makan. Daddy Haris kembali berbicara.
"Ali, kamu cuti saja dulu, selama satu minggu. Setelah itu, masuk ke perusahaan dengan jabatan barumu. Daddy sudah lelah sekali, bekerja terus menerus. Inginnya di rumah saja, di temani cucu yang banyak," Daddy Haris bicara pajang lebar, hingga pada poin terakhir, Ali dan Ara terkejut. Mereka bersamaan tersedak air minum yang baru saja di teguk.
"Kalian kenapa?" tanya Daddy Haris bingung, karena dua orang di sampingnya tersedak secara bersamaan.
"Daddy, Ara bahkan baru menikah kemarin. kenapa sudah membahas masalah cucu?" Ara mengajukan protes pada ayahnya.
"Ya makanya, kalian harus rajin. Biar cepat jadi, Daddy ingin sekali menggendong cucu," Daddy Haris sama sekali belum menyerah untuk membuat anak dan menantunya semakin dekat.
Ali semakin di buat terkejut, Daddy Haris benar- benar menekan mereka untuk segera memiliki keturunan.
"Kamu bersedia kan, Danish? tanya Daddy Haris menuntut.
BERSAMBUNG...
Untuk hari ini, maaf hanya update sedikit. Aku sedang tidak enak badan. Tapi maksain lanjut cerita ini. Kalau nanti malam udah agak sehat, in sya Allah. Aku double up deh.
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
__ADS_1