Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Sekretaris Baru


__ADS_3

Rapat yang di pimpin oleh Tuan Haris akhirnya selesai. Mereka sudah mengambil keputusan secara mufakat lewat sebuah musyawarah. Tidak ada yang menolak, atas apa yang di usulkan oleh pemimpin perusahaan P.T Gunawan Sentosa. Ali Danish Mahendra harus dengan bijaksana menerima keputusan semua yang hadir di rapat anggota direksi.


"Selamat, dan semoga bisa mengemban tugas dengan amanah, Tuan Ali." Beberapa orang mengucapkan selamat dan menjabat tangan direktur utama baru di perusahaan itu.


Ali hanya tersenyum canggung saat mendapat ucapan selamat dari para anggota direksi dan pemegang saham. Pria itu merasa belum pantas untuk mendapatkan jabatan itu dalam waktu dekat.


"Terima kasih." Ali menjabat tangan semua orang yang hadir di tempat itu.


"Ali, Daddy percaya padamu, tetapi jangan khawatir. Daddy tidak mungkin meletakkan semua beban perusahaan, tanpa persiapan yang tepat di bahu kamu. Daddy akan memberi kamu seseorang yang bisa membantumu," ujar Daddy Haris begitu semua anggota rapat sudah keluar.

__ADS_1


Kini, di ruangan itu hanya ada 4 orang, Tuan Haris, Pak Agam, Ara, juga Ali. Mendengar apa yang di beritahukan oleh sang mertua, kini pria itu bisa bernafas lega. Direktur utama bukanlah kemampuannya untuk saat ini, dia merasa harus banyak belajar untuk bisa mengemban tugas jabatan itu dengan baik.


Jabatan tinggi bukanlah sesuatu yang bisa di anggap remeh. Untuk sebagian orang yang hanya mengincar posisi itu, memang akan terlihat sangat keren. Namun, bagi mereka yang memang menjadikan sebuah pekerjaan sebagai kewajiban yang harus di jalani dengan sepenuh hati, itu akan terasa lebih sulit. Banyak hal yang harus di pikirkan dan di persiapkan dengan matang.


"Memangnya siapa, yang akan menjadi tangan kanan suamiku, Dad? Bukan perempuan, 'kan?" tanya Ara penasaran.


Daddy Haris tertawa saat mendengar pertanyaan dari putri tunggalnya itu. Belum apa-apa, wanita itu sudah merasa cemburu pada pekerjaan sang suami.


Pria yang usianya sudah memasuki kepala 5 itu langsung mengerti dengan isyarat tangan sang bos. Dia melangkah keluar untuk membuka pintu ruang rapat, mempersilahkan seseorang yang sejak tadi menunggu di luar, untuk masuk ke dalam.

__ADS_1


Pak Agam kembali berjalan masuk, di belakangnya, seorang pria muda mengikuti langkah sang tangan kanan pemilik perusahaan. Hingga sampai tepat di depan ketiga orang yang berkuasa di perusahaan tersebut.


Seorang pria muda, dengan setelan jas berwarna hitam, kemeja putih, sepatu mengkilat dan rambut yang tertata rapi. Jika di perhatikan, usianya mungkin sekitar 22 tahun.


"Ali, dia adalah sekretarismu yang baru. Dia yang akan membantu setiap pekerjaanmu, mulai saat ini." Daddy Haris mengisyaratkan pada pria muda itu untuk memperkenalkan diri pada calon bosnya.


Pria berusia 22 tahun itu membungkukkan badannya, sebagai tanda hormat pada para petinggi perusahaan. "Perkenalkan, Tuan, nama saya Muhammad Arham. Saya akan berusaha memberikan yang terbaik untuk atasan saya dan perusahaan ini," ujar Arham memperkenalkan diri.


Ara akhirnya bisa membuang nafas lega, sejak tadi dia memang memikirkan jika nanti sang suami justru mendapat sekretaris wanita yang seksi dan menggoda. Padahal, jikapun Ali diberi sekretaris yang seperti itu, laki-laki itu belum tentu akan melirik wanita itu, bahkan hanya dengan sudut matanya saja.

__ADS_1


"Tapi, Dad, Ara belum pernah melihatnya di perusahaan ini. Apakah dia bisa di percaya?" tanya Ara dengan tegas ketika mengingat memang dia sangat asing dengan wajah pria muda, yang akan menjadi tangan kanan sang suami.


Bersambung...


__ADS_2