Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Kamu manja sekali


__ADS_3

Sekian menit sang suami tidak menggubris ucapannya. Ara yang sudah susah payah memasak dan mengantarkan sendiri bekal suaminya meski dalam keadaan tidak enak badan, akhirnya memiliki ide untuk mengerjai suaminya tersebut.


Perempuan yang saat ini menggunakan gaun sepanjang lutut berwarna pink itu menyendok nasi dengan lauk yang di minta oleh suaminya tadi pagi. Ara berniat untuk membuat sang suami berpikir bahwa dia akan memakan makanan itu sendiri. Perempuan itu membuka mulutnya lebar-lebar dan mendekatkan sendok ke mulutnya.


Ketika sendok berisi makanan itu hampir masuk ke mulutnya, Ali menjeri. Hal itu membuat Ara menghentikan kegiatannya. Sendok itu menggantung di udara, sementara pandangan sang istri menoleh ke arah suaminya.


Pria yang sejak tadi tetap bertahan di kursi kerjanya itu bangkit, secepat kilat berlari mendekati sang istri. Ali bahkan membuka mulut lebar dan melahap makanan yang ada di sendok dalam gengaman Ara.


Kelakuan kekanak-kanakan sang suami itu membuat Ara geleng-geleng kepala. Namun, senyum tipis terbit di sudut bibir wanita itu ketika melihat suaminya itu seperti orang pelit yang tidak rela sesuap makanan pun di minta orang lain.


"Makan sendiri." Ara menyodorkan sendok ke hadapan sang suami.


Ali hanya menjawab dengan gelengan kepala. Pria itu bahkan menunjuk ke arah nasi dan dua lauk buatan istrinya itu dengan dagunya.

__ADS_1


Meskipun jengah dengan sikap sang suami yang begitu manja padanya, akan tetapi Ara tetap menuruti permintaan suaminya. Menyuapkan makanan ke mulut yang sudah bersiap terbuka lebar.


"Kau ini manja sekali, Sun. Memangnya tidak malu kalau ada yang melihat?" tanya Ara dengan kesal.


Begitu sesuap makanan kembali masuk ke dalam mulut, Ali mengunyah makanan buatan sang istri yang dia yakin itu dibuat dengan penuh cinta.


"Ini adalah hukuman untuk kamu, Moon. Siapa suruh kamu mengacuhkan permintaanku tadi pagi?"


Ara merotasikan kedua bola matanya ketika mendengar alasan suaminya itu. "Terserah!" Ara semakin merasa kesal dengan tingkah sang suami yang seperti anak-anak.


"Aku sedang tidak enak badan, karena itu tadi pagi aku tidak memasak sarapan. Tapi bayi besarku ini malah merajuk," sindir Ara seraya tetap menyuapkan makanan untuk suaminya.


Ketika mendengar ucapan istrinya barusan, Ali langsung tersedak makanan yang sedang di proses di mulutnya.

__ADS_1


Sang istri langsung sigap mengambilkan air minum untuk suaminya agar pria itu berhenti terbatuk.


"Maaf, Moon." Ali mendunduk ketika merasa dia sudah bersalah kepada istrinya itu.


Sebagai seorang suami, Ali jadi merasa bahwa dirinya adalah kepala rumah tangga yang egois. Tidak memikirkan ataupun peduli dengan keadaan istrinya yang ternyata sedang tidak enak badan.


"Sudahlah, cepat selesaikan makanmu agar aku bisa cepat pulang." Perempuan itu tetap dengan sabar menyuapkan nasi dengan lauk tumis kangkung dan rendang daging bergantian hingga bekal yang di bawanya sudah tidak tersisa satupun butir nasi.


"Kamu lapar atau kerasukan, Sun."


Melihat makanan itu hanya tinggal wadahnya saja, Ali tersenyum malu-malu. Entah kenapa rasa makanan buatan sang istri begitu membuatnya candu.


"Habisnya enak, apa lagi di suapin kamu."

__ADS_1


Selesai menyuapi sang suami, Ara merasakan rasa tidak enak lagi di perutnya. Seakan-akan seisi perutnya di aduk-aduk. Perempuan itu segera melarikan dirinya ke kamar mandi.


Bersambung...


__ADS_2