
Meskipun emosi sudah menguasai dirinya. Reiner hanya menembakkan pelurunya ke atas sebagai bentuk peringatan. Tapi mereka sama sekali tidak menghiraukan peringatan pemimpin Deadly Scorpion.
Mereka masih saja mentertawakan Ara dan juga Reiner. Tanpa mereka sadari bahwa mereka sedang berhadapan dengan siapa.
"Tertawalah, sebelum kalian jadi jasad." Ferry tiba-tiba menembakkan timah panas ke dada salah satu pecundang yang berani meremehkan kedua pemimpinnya.
"Fer! kenapa harus membunuh? aku tidak mau mengorbankan satupun nyawa!" Ara memarahi orang kepercayaan Reiner.
Tubuh yang baru saja terkena tembakan maut Ferry luruh ke lantai dengan darah mengalir dari dadanya. Melihat salah satu anggotanya tertembak, mereka ikut terpancing. Baku tembak tak terelakkan. Mereka saling menembak satu sama lain.
Anggota Reiner yang berjumlah 11 orang melawan kelompok Wild Wolf yang beranggota lebih banyak dari mereka. Masing-masing membubarkan diri dengan posisi masing-masing tetap saling menembak.
Ara di lindungi oleh Reiner dan Ferry menyusup ke dalam ruangan di setiap sudut bangunan itu. Setelah memastikan aman, ketiganya berpencar untuk mencari Daddy Haris guna mempersingkat waktu.
Ferry menuju ruangan di lantai 3, Reiner ada di lantai 2 sedangkan Ara menuju lantai dasar. Wanita itu berjalan menuju sebuah ruangan yang mengalihkan perhatiannya. Entah kenapa wanita itu begitu ingin masuk ke dalam ruangan itu.
__ADS_1
Ketika Ara membuka pintu ruangan itu, dia terkejut karena sang ayah benar-benar ada di ruangan itu dengan tangan dan kaki terikat oleh sebuah kursi. Sungguh tega Aldev melakukan ini pada ayahnya. Tak terasa air mata menetes begitu deras ketika melihat sang ayah dengan kondisi seperti ini.
Ara berlari ke tempat sang ayah di sekap. Tanpa waktu lama Ara segera melepaskan semua ikatan di tangan dan kaki sang ayah yang sudah terlihat lemas. Mungkin Daddynya tidak pernah mau makan, atau lebih parahnya lagi Aldev dan anak buahnya tidak memberinya makan. Ara bersimpuh di kaki ayahnya karena merasa berdosa pada orang tuanya.
"Daddy, maafin Ara, Dad. Ini semua salah Ara," ujar Ara penuh penyesalan.
Kondisi sang ayah begitu memprihatinkan. Walaupun baru sebentar sang ayah di culik, namun Ara yakin ayahnya sangat tertekan dan ketakutan. Lebih di khawatirkan lagi jika sang ayah teringat dengan kejadian nahas yang di alami oleh ibunya.
Daddy Haris yang masih membuka matanya walau sangat terlihat lemas, perlahan tangannya terangkat dan mengelus rambut Ara dengan lembut. Senyuman juga tidak luput dari wajah tampan pria paruh baya itu.
"A-ara, Daddy k-kira kita tidak akan ketemu lagi," ucap Daddy Haris dengan suara terbata.
Wanita itu tidak sadar bahwa di belakang punggungnya ada orang yang mengarahkan senjata tajam padanya. Orang itu maju perlahan hingga langkah kakinya hampir tak terdengar.
Begitu sampai sejengkal dari tempat Ara memeluk sang Ayah, orang di belakang Ara mengangkat belatinya dan bersiap menikam punggung Aracelia.
__ADS_1
Daddy Haris yang melihat hal itu segera beranjak dan membalikkan posisinya hingga punggungnya sendiri yang menjadi landasan benda runcing itu. Darah segar mengalir dari punggung lemas sang ayah. Jemari Ara bahkan terkena goresan dari senjata tajam seorang wanita yang berniat mencelakainya.
"Dad ..."
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Gengs, Mampir kuy ke karya temen author yang keren banget ini.
Aldrich Marchdika yang meninggal karena konspirasi paman dan sahabatnya, akhirnya terlahir kembali dalam tubuh seorang pria tampan bernama Kendra Argantara yang berstatus sebagai mahasiswa abadi jurusan Tehnik Arsitektur di sebuah Universitas Negeri ternama di negeri ini, sekaligus sebagai pewaris tunggal Perusahaan besar Argantara Group. Namun, dia harus meninggal dunia akibat konspirasi dari tunangan dan sepupunya sendiri yang menginginkan harta warisan milik Kendra.
__ADS_1
Bagaimana seorang Aldrich yang kini menjadi sosok Kendra mengungkapkan kematian si pemilik tubuh?
Bagaimana pula dia mengatakan pada Allana kalau sebenarnya dia adalah suaminya, sedangkan pertemuan pertama Kendra dan Allana memberikan kesan yang buruk untuk istrinya?