
Seorang pria tengah duduk dengan menyilangkan kakinya. Di sampingnya, duduk seorang pria yang merupakan tangan kanannya sendiri.
Kini mereka sudah kembali berada di Indonesia, Mereka memutuskan untuk kembali ke negaranya, setelah mendengar penjelasan dari wanita yang pernah singgah di hati seorang Reiner 10 tahun yang lalu.
"Fer," panggil pria itu kepada pria di sampingnya.
Ferry menoleh ke arah sang pemimpin, pria itu merasa bersalah karena tidak dapat menyelidiki masalah ini dengan cepat. Sehingga mengakibatkan salah paham berkepanjangan.
"Apakah yang di katakan oleh Kayla adalah benar? Aku belum bisa terima bahwa wanita yang aku nikahi adalah orang jahat," ujar Reiner dengan suara lemah.
__ADS_1
"Saya sudah menyelidikinya, Tuan. Semua penyelidikan saya, di awali dengan pengakuan dari Nona Imel kepada Nyonya besar. Tetapi jika, Tuan Muda belum bisa menerima kenyataan, anda bisa tanyakan ini langsung kepada Nona Imel. Saya merasa, Nona memang menyembunyikan sesuatu yang berkaitan dengan masalah ini."
Penjelasan Ferry membuat Reiner meraup wajahnya kasar. Pria itu merasa frustasi dengan apa yang kini menjadi permasalahannya. Masalah tentang pembunuhan ibu kandung Ara saja belum terungkap, tetapi dia sudah mendapatkan masalah lain yang harus membuatnya menelan pil pahit kehidupan.
"Anda harus tetap berada dalam kendali, Tuan. Jangan biarkan emosi kembali menghancurkan anda, yang saya yakini memang Nona Imel tidak terlibat dalam masalah ini. Walaupun memang di dalam bukti itu, terdapat orang yang sangat mirip dengan wajahnya."
Ferry terus berusaha untuk membuat atasannya itu tidak keluar dari batas. Dia sendiri yang akan memastikan kehidupan atasannya berjalan dengan sewajarnya. Pria itu sudah banyak berjasa dalam karir dan juga kehidupan seorang Ferry, pria itu jugalah yang mempercayakan adiknya untuk bekerja bersama mereka.
Mobil terus melaju membelah jalanan padat Ibu Kota. Saat ini mereka menuju mansion besar Aditia. Reiner ingin segera bertemu dengan sang istri, untuk memastikan sendiri dari mulut istrinya itu. Apakah semua bukti yang mengarah padanya adalah benar, atau ada sebuah rencana lain dari salah satu musuhnya untuk menghancurkan dirinya.
__ADS_1
"Fer, kau benar-benar sudah memastikan bahwa Vidio itu asli, tanpa rekayasa sedikitpun?" tanya Reiner memastikan.
Pria itu benar-benar belum bisa menerima kenyataan bahwa istrinya mungkin memang terlibat dalam konspirasi itu. Apa lagi saat Ferry meyakini bahwa Imel tidak sepenuhnya terlibat dalam kejahatan itu.
Ferry hanya mengangguk sebagai jawaban bahwa Vidio itu memang tanpa rekayasa.
'Sayang, apa yang sebenarnya kamu sembunyikan? Kenapa harus sekarang, aku mengetahui semuanya?' batin Reiner merasa sedih.
"Fer," panggil Reiner sekali lagi.
__ADS_1
"Sudahlah, Tuan, lebih baik anda tanyakan sendiri semuanya pada Nona. Saya tetap akan mencari tahu tentang semua ini, lagi pula niat kami mempertemukan anda dengan Nona Mikayla bukan ingin menyatukan kalian kembali. Kami hanya ingin memberikan keadilan untuknya saja," ujar Ferry yang ikut merasakan kegelisahan sang ketua.
Reiner memang merasa gelisah, pria itu takut jika tidak bisa menerima kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan yang membuatnya kembali patah hati karena penghianatan. Walaupun sang tangan kanan sudah meyakinkan bahwa wanita yang sekarang menjadi istrinya itu tidak sepenuhnya bersalah, nyatanya ketakutan itu tetap mengganggu pikiran dan hatinya.