Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Pria Psico


__ADS_3

"Kak, kau mau Ara jadi Janda?" Pertanyaan Ali menghentikan kegiatan Reiner.


Reiner menutup kembali pintu mobil yang tadi sempat terbuka, lalu melempar lirikan sinis pada adik iparnya yang saat ini babak belur akibat ulah Aldev.


"Ku pikir, Ara masih muda. Jikapun dia jadi janda, masih banyak laki-laki yang mau dengannya. Contohnya pria tadi, dia sangat mencintai Ara sejak dulu," ucap Reiner mengompori Ali.


"Tapi, bukankah Ara hanya mencintai aku?" tanya Ali lirih.


"Benar, bagus kalau lo sadar, Li! seharusnya lo itu bersyukur, punya istri adek gue!" sarkas Reiner


Ali terdiam saat menyadari kesalahan yang di perbuat olehnya, apa yang di katakan Reiner benar. Seharusnya dia bersyukur memiliki istri yang tulus mencintai tanpa syarat apapun.


"Gue harap, kejadian ini gak akan pernah terjadi lagi. Gue enggak mau Ara tersakiti," pinta Reiner.


"Gue janji, Kak, Ara gak akan pernah tersakiti karena ulah gue."


"Bagus, sekarang kita pulang!" ajak Reiner pada Ali.


"Bentar, Kak, bisa lo rahasiakan masalah ini dari istri gue?" tanya Ali pada Reiner.


Reiner terdiam sesaat, memikirkan permintaan adik iparnya yang mungkin ada benarnya. Walaupun mungkin Ara juga mengirim salah satu anak buahnya untuk mengikuti Ali.


"Oke, gue gak akan bilang sama Ara. Tapi, gue gak janji rahasia ini akan aman dalam waktu yang lama." Reiner menyalakan mobilnya.

__ADS_1


Reiner melajukan mobilnya dengan mood berantakan, niatnya untuk memberikan kejutan Imel berantakan akibat kejadian di cafe tadi. Tapi, jika dia egois, Ara yang akan merasakan sakit hati. Apa lagi jika Aldev benar-benar ikut campur.


*****


Pukul dua belas siang, Ara baru saja keluar dari kamar. Setelah melakukan aktifitas mandinya, Ara berniat untuk makan karena pagi tadi Ara tidak sarapan apapun.


Ara turun ke dapur yang sudah banyak maid melakukan tugasnya masing-masing. Saat Ara datang, semua maid menunduk hormat pada Nona Mudanya.


"Non Ara, mau bibi buatkan sesuatu?" tanya seorang maid pada Ara.


Ara menggelengkan kepalanya, lalu melangkah mendekat pada sekumpulan maid yang bertugas menyiapkan makan siang untuk majikannya.


"Ara mau bikin sendiri aja, Bi," jawab Ara dengan senyum manisnya.


Ara mengangguk, lalu memakai apron miliknya. Wanita berpenampilan culun itu mulai memotong bahan-bahan makanan yang akan dia jadikan hidangan lezat. Maid yang ada di sana sangat memuji kecerdasan Nona Mudanya, walaupun sibuk mengurus kantor, Wanita itu mempunyai hobi memasak.


Ara sibuk memasukkan berbagai macam bahan yang dia masak dengan senyuman terus mengembang di bibir tipisnya. Ara sama sekali tidak takut memasak, bahkan gadis itu menggoreng Ayam tanpa takut terkena minyak panas.


Setelah satu jam berkutat di dapur, masakan yang di buat dengan penuh cinta oleh Ara siap di hidangkan di meja makan. Maid yang ada di sana hanya membantu membawa masakan itu ke meja, karena Ara sama sekali tidak mau di bantu oleh siapapun.


Karena masakan sudah siap, Ara beranjak menuju kamar Mami Jane untuk memanggil mereka makan siang. Namun, saat Ara akan menaiki tangga untuk menuju lantai atas. Ara di kejutkan dengan kedatangan Kakak dan juga Suaminya dalam keadaan babak belur.


"Sun! kamu kenapa?" tanya Ara seraya berlari ke arah Ali berdiri di gandeng Reiner.

__ADS_1


Reiner melepaskan pegangannya saat Ara sudah mengambil alih tangan Ali darinya. Ara sama sekali tidak menganggapnya ada di sana. Entah karena panik atau memang sengaja mengacuhkan dirinya.


"Ra, lo enggak lihat gue apa?" tanya Reiner jengah.


"Gue lihat lo, ini kenapa suami gue kek gini, Kak?" Ara bertanya dengan nada tidak bersahabat.


"Ali ... di hajar Aldev," jawab Reiner sambil melangkahkan kakinya.


Ara terkejut, kenapa Reiner menyangkutkan babak belurnya Ali dengan Aldev. Bukankah mereka berdua tidak saling mengenal, lalu bagaimana bisa suaminya menjadi samsak tinju pria psicopath yang mengejar cintanya itu.


"Aldev? bagaimana bisa kamu bertemu Aldev, Sun?" tanya Ara pada suaminya.


"Em, hanya salah faham, Moon. Sudah, aku tidak apa-apa," Ali berbohong karena tidak mau Ara tahu alasan sebenarnya Pria tadi menghajarnya.


Saat masih mendengarkan penjelasan Ali, ponsel Ara berdering, tanda pesan chat masuk ke dalam ponsel tersebut. Wanita itu segera mengambil ponsel itu dari saku belakang celananya.


Ara membulatkan matanya ketika sudah melihat pesan apa yang masuk ke dalam ponsel miliknya, berupa vidio yang sangat mengecewakan dirinya sebagai perempuan.


"Bisa jelaskan, ini apa?"


Bersambung...


Thanks For Reading...

__ADS_1


_Nurmahalicious_


__ADS_2