Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Keusilan Rachel


__ADS_3

Suara langkah kaki tergesa menggema di satu mantion megah milik seorang pengusaha terkenal di negara itu.


Reiner kembali ke mantion miliknya bermaksud untuk menyampaikan ajakan bulan madu konyol ala keluarga Aditia kepada sang istri, sekaligus mengajak sang istri untuk tinggal di mantion milik Mami Jane atas permintaan sang mami.


"Sayang,"


Laki-laki beranak satu itu kebingungan saat sang istri tidak berada di kamar mereka. Biasanya Imel selalu ada di kamar bersama dengan Rachel saat sore hari.


"Kemana sih mereka?" gerutu Reiner.


Reiner berpindah tempat untuk mencari keberadaan istri dan anaknya. Ia memutari setiap tempat yang ada di mantion megah miliknya. Laki-laki berkharisma itu sama sekali tidak terpikirkan untuk bertanya pada setiap maid dan penjaga yang di temuinya.


Hingga salah satu dari penjaga di mantion itu bertanya apakah yang sedang di cari oleh sang majikan. Kebiasaan Reiner memang tidak suka mengandalkan orang lain selama dirinya masih bisa mengatasi itu.


"Tuan, boleh saya tahu Tuan Reiner sedang mencari apa?" tanya salah satu penjaga yang penasaran karena Tuan Mudanya memutari seluruh mantion.


"Imel dan Rachel dimana, Hen?" tanya Reiner setelah berhenti melangkahkan kakinya namun pandangannya masih berkeliling.


"Nona Imel dan Nona kecil sedang ada di taman, Tuan." Tunjuk penjaga bernama Hendra itu ke arah taman.


Tanpa berkata apapun Reiner beranjak dari tempatnya dan segera menuju taman pribadi yang terletak di samping mantion. Ia sudah tidak sabar untuk menyampaikan pada Imel bahwa dalam waktu dekat ini akan segera pindah ke mantion Aditia.


Melihat kelakuan Tuan Muda yang terlihat sangat tidak sabaran untuk bertemu dengan anak dan istrinya, penjaga di mantion itu hanya menggelengkan kepalanya.


"Tuan Rei seperti tidak bertemu dengan anak dan istrinya selama satu tahun saja. Ngomongin tentang anak, aku jadi merindukan anak-anakku di rumah," batin Hendra.


Reiner melangkah semakin keras saat melihat istri dan putri semata wayangnya sedang bermain di taman bunga dengan gembira. Senyum cerah terbit di bibir laki-laki blasteran Indonesia-Korea itu, betapa bahagianya ia memiliki kedua wanita cantik yang sedang asik berlarian di taman luas itu.


"Tuan," Sapa seorang baby sitter yang bertugas menjaga Rachel.


Reiner hanya membalas sapaan dari seorang yang ia percayai menjaga sang putri dengan anggukan kecil. Ia sudah tidak sabar untuk menyampaikan permintaan sang mami pada Imel.


"Sayang," panggil Reiner ketika sudah dekat dengan kedua wanita tercintanya setelah sang Mami dan adik satu-satunya.


Imel menoleh saat mendengar panggilan suaminya. Melihat Reiner yang tumben sekali sore-sore sudah kembali ke mantion, Imel merasa heran. Ada apakah suaminya hingga mencarinya ke taman?

__ADS_1


"Iya, Sayang." Imel mendekat pada Reiner.


"Mbak, tolong jaga Rachel ya," Perintah Imel pada baby sitter yang sejak tadi hanya berdiri di dekatnya.


"Baik, Nona." Baby sitter itu segera mengambil alih menjaga Rachel.


"Asik sekali dengan Rachel, aku mencarimu di kamar." Reiner menyentuh kepala sang istri yang ada di hadapannya.


"Kamu sore-sore begini mencariku, ke kamar?" tanya Imel curiga.


Reiner yang merasa Imel mencurigai dirinya segera memeluk tubuh ramping yang membuatnya candu itu. Istrinya itu pasti berpikiran menjurus ke arah ranjang seperti biasanya.


"Kamu jangan mes*m sih, Sayang. Aku mencarimu mau menyampaikan permintaan Mami," jelas Reiner setelah melepaskan pelukannya.


Wanita dengan tinggi sebatas pundak Reiner itu mengerutkan dahinya. Berusaha menebak hal apakah yang di minta oleh mertuanya? apa lagi suaminya hingga se excited itu untuk menyampaikan padanya.


"Mami minta apa, Rei?"


Reiner mengambil kedua tangan Imel dan menuntunnya ke bangku taman yang berada di bawah pohon besar, Imel hanya mengikuti kemana sang suami mengajaknya.


"Mami mau kita semua tinggal di mantion utama, Sayang. Kamu mau kan?" tanya Reiner lembut.


Sedangkan Reiner melihat ekspresi yang di tunjukan oleh Imel, ia merasa mungkin Imel tidak akan mau di ajak tinggal di mantion utama. Karena setahu Reiner selama ini dari semua teman-temannya banyak istri dan sang ibu yang tidak bisa akur ketika tinggal bersama.


"Gawat, Imel pasti tidak akan mau tinggal di sana." batin Reiner menebak dari ekspresi yang di tunjukan oleh Imel.


Walaupun Mami Jane adalah seorang wanita penyayang, terbukti rasa sayangnya pada Ara walau gadis itu bukan darah dagingnya. Reiner merasa belum bisa jika harus melihat kedua wanita yang di cintai benar-benar tidak akur dan berakhir memaksa ia untuk memilih salah satu di antaranya.


"Kamu belum mau tinggal di sana ya, Sayang. Tidak apa-apa kalau kamu belum siap tinggal di sana," ujar Reiner semakin menggenggam erat tangan sang istri.


"Apa sih! Kamu itu mafia model apa? selama ini tidak bisa menebak pikiranku dengan benar." Imel melepaskan genggaman tangan sang suami.


Karena kebingungan Reiner hanya diam saja, masih berusaha mencerna apa yang di maksud oleh Imel. Apa hubungannya insting mafia miliknya dengan pikiran Imel? selama ini dirinya memang selalu salah saat berhadapan dengan sang istri.


"Aku mau, Sayang! aku mau tinggal bersama Mami." Teriak Imel kesal pada Reiner yang tidak kunjung paham dengan perkataannya.

__ADS_1


"Kamu serius mau?" tanya Reiner memastikan.


"Tentu saja, aku bahkan sudah meminta ini berapa kali pada kamu? kamu saja yang selalu mengulur waktu." Imel mengerucutkan bibirnya kesal.


Melihat bibir Imel yang terlihat sangat menggemaskan membuat Reiner akhirnya melahap bib*r ranum sang istri. Laki-laki itu terbawa suasa hingga lupa jika mereka berada di taman yang di sana juga ada sang putri.


Awalnya Imel menolak untuk melakukan perlawanan, namun saat Reiner memaksa dengan menahan tengkuknya dengan tangan kekarnya dengan terpaksa Imel meladeni permainan panas sang suami.


Saat keduanya masih asik berperang lidah dan bertukar saliva, tiba-tiba seorang gadis kecil menerobos ke area berhawa panas itu. Gadis itu adalah Rachel, putri semata wayang Reiner dan cucu pertama keluarga Aditia.


"Papiy, Mamiy," panggil Rachel dengan suara cadelnya.


Sontak keduanya melepaskan pagutan yang sangat membuat keduanya berga*rah. Dengan terpaksa Reiner mengakhiri kegiatan menyenangkan mereka karena kedatangan makhluk kecil kesayangannya.


"Non Ahel," teriak baby sitter yang menjaga Rachel dengan nafas terengah.


Sedangkan Rachel hanya tertawa cekikikan saat melihat wanita yang biasa menjaganya itu terengah-engah. Gadis berumur empat tahun itu memang mempunyai sifat usil turunan dari Reiner.


"Maaf, Tuan, Nona." menundukkan kepala.


"Lain kali terjadi lagi, aku pecat kamu yah!" ancam Reiner pada wanita yang masih berusaha mengatur nafasnya itu.


Bersambung...


Thanks For Reading...


Maaf yah beberapa hari ini enggak bisa update, masih sibuk renovasi rumah. Mohon pengertiannya. Kalau sempet aku akan usahakan untuk update kok.


_Nurmahalicious_


Sambil nunggu updateanku, boleh mampir ke karya bestie othor satu ini nih. Karya Febyanti dengan judul Ranjang Pengkhianatan.



Karena pengkhiatan istrinya, Axel terluka, hingga luka itu mendarah daging. Memperegoki istrinya yang tengah bercinta dengan sahabatnya sendiri. Tak cukup sampai disitu, Hanna yang merupakan istrinya harus pergi selama-lamanya akibat perkelahian antar suami dan selingkuhannya.

__ADS_1


Berimbas, Axel yang menjadi tersangka akan pembunuhan yang dilakukan sahabatnya sendiri. Axel mendekam selama 15 tahun di penjara. Saat terbebas, ia akan membalaskan dendamnya pada sahabat sekaligus pembunuh yang sebenarnya. Hasil dari perselingkuhan, hadirlah sosok wanita cantik yang menjadi incaran Axel untuk membalaskan dendamnya.


RANJANG PENGKHIANTAN (balas dendam)


__ADS_2