
Seorang pria bertubuh tinggi, tegap dan gagah baru saja keluar dari mobil mewahnya. Dia memutuskan untuk kembali ke mansion utama orang tuanya untuk mengecek keadaan sang istri yang di laporkan oleh sang ibu bahwa sikapnya sekarang aneh.
Pria itu langsung melangkah masuk ke dalam mansion, menaiki anak tangga hingga sampai di lantai 2 mansion. Tanpa waktu lama dia segera masuk ke dalam kamar yang di tempati oleh istrinya.
Waktu sudah menunjukkan pukul 03 dini hari. Akan tetapi ketika pria itu masuk ke kamar, sang istri terlihat sedang bermain ponsel. Sungguh bukanlah kebiasaan Imel selama ini, biasanya wanita yang sudah menjadi istri dari Reiner selama 6 tahun itu selalu tidur pulas saat tengah malam. Jika ada Rachel di kamar itu, wanita itu akan memeluk Rachel hingga sang fajar menyapa.
Saat melihat Reiner masuk ke dalam kamar, perempuan itu langsung meletakkan ponselnya lalu bangkit mengejar langkah Reiner yang akan masuk ke kamar mandi.
"Rei," panggil perempuan itu ketika sang suami mengabaikannya.
"Apa?" tanya pria itu menghentikan langkah.
"Kamu mau mandi, aku ikut, yah!" seru perempuan itu dengan centil.
Pria itu hanya memutar bola matanya malas, kembali melangkah memasuki kamar mandi tanpa memperdulikan rengekan perempuan itu.
'Kau pikir aku tidak tahu tentang rencanamu?' batin Reiner dengan seringai licik.
Mendapati respon dingin dari pria yang dicintainya, perempuan itu merasa kesal. Tangannya mengepal erat hingga buku tangannya memutih. Perempuan itu bahkan meninju dinding yang ada di sampingnya. Dia mengambil ponsel miliknya lalu menghubungi seseorang.
"Kirimkan aku obat itu, segera!"
Setelah memberi perintah kepada seseorang yang di hubunginya, perempuan itu langsung keluar dari kamar. Buru-buru menuju dapur untuk membuatkan Reiner minuman.
Saat minuman itu selesai di buat, ponsel yang berada di sakunya berdering. Perempuan itu segera menerima panggilan yang berasal dari anak buahnya.
"Oke, aku keluar sekarang!"
Setelah mematikan sambungan telfon, perempuan itu keluar dari mansion untuk menemui seseorang suruhannya. Beberapa penjaga yang bertugas menyapa sang Nona yang tidak biasanya keluar saat tengah malam.
Para penjaga masih memperhatikan gerak gerik menantu keluarga Sanjaya yang semakin aneh. Perempuan itu menemui seseorang yang menaiki sepeda motor.
__ADS_1
"Cepatlah!"
Merasa curiga dengan seseorang yang di temui oleh Nona mudanya itu, salah satu penjaga mendekat.
"Ada perlu apa, Pak? Adahak yang bisa saya bantu?" tanya penjaga itu kepada orang yang masih menaiki motor tanpa membuka helm tersebut.
"Nona, silahkan masuk! Terlalu berbahaya di luar mansion seorang diri," lanjut penjaga itu beralih pada perempuan yang menatapnya dengan sinis.
Perempuan itu langsung masuk ke dalam, meninggalkan penjaga yang masih menatap curiga kepada pengendara motor di hadapannya.
Selepas kepergian perempuan yang menemuinya, pengendara motor itu langsung melarikan diri tanpa menjawab apapun yang di tanyakan oleh penjaga mansion tersebut.
"Dasar pengecut!" seru penjaga itu ketika targetnya melarikan diri.
Merasa janggal dengan kelakuan istri dari tuan mudanya, penjaga itu segera menghubungi sang tuan muda. Tanpa waktu lama panggilan terhubung.
"Nona baru saja menemui seseorang di luar sini, Tuan. Saya juga melihat seseorang itu memberikan sesuatu kepada Nona Imel," ujar penjaga itu melaporkan.
Imel kembali ke dapur untuk mengambil secangkir minuman yang sudah di buat olehnya. Perempuan itu mengawasi sekitar, ketika merasa aman dia segera memasukkan sesuatu yang ada di tangannya ke dalam minuman yang dia buat untuk Reiner.
Tanpa di sadari oleh perempuan itu bahwa di mansion itu tersebar CCTV kecil yang tersembunyi di setiap sudut ruangan.
"Kau mau mengadali buaya rupanya." Reiner langsung mematikan ponselnya yang terhubung dengan akses CCTV seluruh penjuru ruangan di mansion itu.
Tidak lama kemudian, Imel masuk ke kamar. Dia tersenyum cerah ketika mendapati sang suami sedang berada di depan sebuah laptop. Perempuan itu mendudukkan dirinya di samping pria tampan yang tengah terlihat sibuk itu.
"Sayang, aku buatkan kopi untuk kamu. Minum dulu, yah! Biar ngantuknya hilang," ujar perempuan itu dengan suara mendayu seraya tangannya mengelus lengan sang pria.
'Aku tahu ini bukan kamu, Imel, karena istriku tidak pernah mengijinkan aku untuk bekerja sampai larut,' batin Reiner semakin yakin.
Pria itu menatap perempuan yang duduk di sampingnya. Tangan pria itu berpindah dari keyboard laptop ke bahu perempuan yang wajahnya sama persis dengan sang istri. Tatapannya tertuju pada dada perempuan itu.
__ADS_1
Perempuan yang duduk di samping Reiner itu mengira bahwa pria itu tengah menginginkan dirinya, terbukti dari kedua mata pria itu yang menatap dua gundukan yang berada di dadanya tanpa berkedip.
Senyum kemenangan terbit di bibir perempuan itu, ternyata tanpa menggunakan obat sekalipun dia tetap bisa memiliki pria yang sudah dia cintai selama bertahun-tahun.
Saat Reiner mendekatkan wajahnya ke arah wajah perempuan itu, dia langsung memejamkan mata saat dapat merasakan hembusan napas pria tampan itu menerpa wajahnya. Napas yang begitu segar membuatnya sangat terbuai begitu dalam.
Kedua bibir itu bersatu, perempuan itu langsung membuka mulutnya untuk memberi akses pria itu agar dapat menjelajahi seluruh yang berada di dalamnya.
"Aku lelah, Sayang. Aku tidur dulu, yah! Kopi itu harus kamu minum sendiri agar tidak membuang-buang uangku," bisik pria itu tepat di telinga perempuan yang tengah memejamkan matanya.
Hayalan perempuan itu langsung buyar ketika mendapat bisikan itu dari pria yang di cintainya. Kedua matanya terbuka lebar, melihat pria itu sudah beranjak dari posisinya, berjalan menuju ranjang dan merebahkan dirinya di sana.
'Sial! Ternyata itu hanyalah hayalanku saja. Rei, lihatlah sebentar lagi kamu akan menjadi milikku." Tanpa sadar perempuan itu benar-benar meneguk kopi buatannya hingga tandas.
Karena kesal perempuan itu langsung menyusul Reiner yang terlihat sudah memejamkan mata, perempuan itu akhirnya memutuskan untuk ikut tidur dari pada terus-terusan emosi karena keinginannya tidak terlaksana.
Beberapa menit terlelap, perempuan itu kembali terbangun. Merasakan hawa panas yang menyerang tubuhnya, dia melepaskan selimut yang membungkus tubuhnya. Rasanya darah dalam tubuh terasa mendidih, perempuan itu melihat seorang pria yang tertidur dengan memunggunginya.
Hanya dengan melihat seorang pria yang berada di sampingnya saja, perempuan itu langsung merasa kewalahan. Entah kenapa dia begitu menginginkan sentuhan dan belaian.
"Rei, ayo layani aku!" seru perempuan itu.
Tidak sabar untuk menunggu pria itu terbangun, perempuan itu menarik sang pria agar menghadap ke arahnya. Namun bukan rasa bahagia yang dia dapatkan, melainkan keterkejutan saat mendapati pria yang ada di sampingnya sudah berganti.
"Kau siapa?" tanya perempuan itu dengan lantang.
Suaranya langsung membuat pria itu membuka mata, menatap penuh gair*h perempuan yang kini sedang menggosok-gosok tengkuknya dengan tangan. Jakun pria itu bahkan naik turun, menandakan pria itu sedang dalam kabut g*irah.
"Mari aku puaskan kamu, Nona."
Bersambung...
__ADS_1