Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Keberuntungan Reiner


__ADS_3

Melihat ketegangan sang istri, Papi Adit segera menyela pembicaraan kedua orang di hadapannya sebelum Ali menyadari gelagat Aneh Mami Jane.


"Sudah, Mi, jangan terlalu ikut campur dengan urusan anak-anak. Kita percayakan saja semua pada Ali, Papi percaya, Ali pasti melakukan yang terbaik untuk Ara," ujar Papi Adit.


Mami Jane menoleh pada suaminya, tangan Papi Adit masih setia berada di bahunya dan mengelus dengan lembut.


"Iya, Pi, Maaf ya, Ali. Mami terlalu ikut campur dengan urusan kalian,"


"Tidak apa-apa, Mi, Ali paham. Mami hanya tidak ingin Ara terluka," tulus Ali berkata.


"Kita lanjut makan dulu, yah!" Ajak Papi Adit pada istri dan menantunya.


Mereka bertiga makan dalam diam, Mami Jane masih sibuk dengan pikirannya sendiri, dia terlalu takut jika nanti Ara harus kehilangan Ali.


Setelah selesai makan, Ali berpamitan pada kedua mertuanya. Pria yang baru saja menyandang gelar suami itu berniat mempersiapkan kejutan kecil untuk istri culunnya.


"Mi, Pi, Ali pamit dulu, yah. Ada urusan sebentar," pamit Ali pada keduanya.


"Iya, hati-hati, Ali."


*****


Reiner keluar dari kamar mandi dengan senyum cerah di bibirnya, istrinya yang merajuk tapi dirinya yang dapat untung. Sedangkan Imel, bibirnya sudah tidak bisa di katakan normal. Imel semakin jengkel pada pria yang sudah memberikan satu putri cantik untuknya.

__ADS_1


"Ha-ha, kenapa? masih merajuk, Sayang?" goda Reiner pada wanita tercintanya.


"Kau benar-benar keterlaluan, Rei, aku merajukpun kamu tidak meminta maaf." imel menjejakkan kakinya kesal.


"Apa masih kurang, Sayang?" Reiner semakin gencar menggoda Imel dengan rayuannya.


Dengan bibir mengerucut Imel berlalu, segera mengambil baju miliknya. Jika di teruskan hanya memakai jubah mandi, sudah di pastikan Reiner akan menang dua kali. Enak sekali pria itu, pikir Imel.


Setelah mengambil bajunya, Imel masuk kembali ke kamar mandi. Walaupun biasanya mereka berganti baju bersama, kali ini Imel tidak mau rugi lagi.


Melihat istrinya yang sepertinya benar-benar merajuk, Reiner justru tertawa dengan keras. Imel jarang sekali menunjukan ekspresi dan suasana hati di hadapannya.


"Saatnya memberi kejutan," gumam Reiner lirih.


*****


"Baiklah, Terima kasih, senang bekerja sama dengan anda." Aldev menjabat tangan sang clien.


"Seharusnya kami yang merasa bersyukur karena Tuan Alvino Maladeva, sudi bekerja sama dengan perusahaan kami," ujar clien itu seraya menjabat tangan Aldev.


Aldev hanya membalas basa basi clien-nya dengan senyum tipis, Aldev sudah cukup bosan berada di tempat itu.


*****

__ADS_1


Ali keluar dari mantion besar Aditia, dengan menggunakan mobil milik Ara. Ali menuju satu tempat yang akan dia pilih sebagai saksi pengakuan cintanya pada perempuan culun yang kini menjadi istri tercinta.


Ali mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak mau terburu-buru dalam melakukan rencana untuk sang istri. Ali juga harus mengutamakan keselamatannya agar dapat menjaga Ara lebih baik lagi.


Setelah hampir satu jam perjalanan, Ali sampai di satu cafe mewah di pusat kota. Ali memarkirkan mobilnya dan segera masuk ke dalam cafe untuk menyiapkan kejutan untuk sang istri yang sedang ada di rumah.


Pelayan tersenyum ramah saat mengenali seorang yang datang, adalah seorang pria yang di kenalinya pernah bersama dengan satu pelanggan ekslusif di cafe itu.


"Selamat datang, Tuan." Pelayan sedikit membungkukan badannya.


"Bisa saya reservasi ruangan nomor delapan, malam ini?" ucap Ali tho the poin.


Pelayan tersebut tersenyum, seperti dugaannya. Pria ini adalah seorang pria yang pernah bersama dengan Aracelia.


"Bisa, Tuan, apa saja yang harus kami persiapkan?" tanya pelayan itu dengan sopan.


"Beb, bebby." seseorang menyentuh pundak Ali.


Ali menoleh pada seorang yang berani memanggilnya dengan sebutan itu dan lancang menyentuh pundaknya. Namun, Ali terkejut saat menoleh dan benar saja, seorang yang sangat ingin di hindari olehnya yang sudah bersikap lancang.


"Cla ... ."


Bersambung...

__ADS_1


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_


__ADS_2