Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Pistol Kosong


__ADS_3

Reiner hanya tertawa saat mendengar permintaan sang istri yang ingin melenyapkan laki-laki pengecut seperti Aldev.


Pria berkharisma itu bangkit dari kursi dan berjalan menuju meja kerjanya. Dia terlihat membuka laci di lemari dekat meja kerjanya. Tangan besarnya merogoh sesuatu di dalam sana.


Setelah mendapatkan barang yang di carinya, Reiner berjalan menghampiri Imel. Terlihat dia memegang pistol dengan jenis Glock mayer 22 asal Austria di tangan kanannya.


"Boleh, Sayang, kamu bilang mau belajar menembak, 'kan?" tanya Reiner menyodorkan pistolnya pada Imel.


Sedangkan Aldev, pria pegecut itu masih saja berdiam diri dengan pandangan menunduk kebawah. Namun tangannya mengepal sempurna. Dia sadar dirinya sedang di jadikan bahan olokan oleh pasangan suami istri di hadapannya.


"Wah, targetku langsung pria sampah seperti dia, Sayang?" tanya Imel dengan gembira.


Wanita yang terlihat anggun itu mengambil pistol yang di sodorkan oleh suaminya dengan senang hati. Sebenarnya Imel sudah sering belajar menembak. Namun dia sengaja bersandiwara di depan Aldev.


Memang pada dasarnya Aldev adalah mafia yang sering berjibaku dengan jenis pistol apapun selama ini. Dia sama sekali tidak menunjukkan rasa takut jika wanita di depannya benar-benar menembakkan timah panas di tubuhnya.


Imel memegang pistol yang sebenarnya belum di isi amunisi oleh Reiner. Walaupun Imel sudah bisa menembak, Reiner tidak mungkin membiarkan istrinya itu melakukan tindak kejahatan di kantornya sendiri.


Wanita berparas ayu dengan lesung pipi di sisi kiri itu menunjukan senyum smirk, dia memutar-mutar pistol itu dengan jari telunjuknya. Sudah mirip mafia wanita yang sedang mengancam korbannya.


Aldev mendongak dan membalas senyuman Imel dengan menggelengkan kepalanya serta senyum meremehkan. Dia mafia kelas kakap, mana mungkin bisa di bodohi oleh mereka dengan pistol tanpa amunisi?

__ADS_1


"Kalian mau membunuhku dengan pistol kosong?" tanya Aldev masih dengan gelengan kepalanya.


Pertanyaan yang di lontarkan Aldev barusan membuat Imel membalikkan tubuhnya. Wanita itu dengan cekatan merogoh amunisi yang tadi sempat di lepaskan oleh Reiner dan di sembunyikan di saku jasnya.


"Sayang, dia tidak percaya kalau aku bisa membun*hnya." Imel memasang peluru pistol dengan cekatan.


Reiner yang melihat istrinya benar-benar memasang peluru itu sedikit merasa cemas. Bagaimanapun jahatnya Aldev, dia masih menganggapnya teman. Reiner tidak mau sampai Imel memb*nuh temannya, apa lagi laki-laki itu pernah membantunya menjaga Aracelia sejak kecil.


"Sayang." Reiner memeluk pinggang ramping sang istri dengan manja. Berusaha membuyarkan niat Imel untuk menembak laki-laki di hadapan mereka.


Imel hanya melirik tangan Reiner yang bertengger di pinggang rampingnya. Dia sangat paham jika sang suami berusaha membuyarkan fokusnya.


Tangan yang baru saja terlepas dari pinggang berpindah pada bahu Imel, laki-laki itu memeluk dari belakang dengan posisi tangannya melingkari leher sang istri.


"Tapi, Sayang, memusnahkan laki-laki itu terlalu enak buat dia. Harusnya kita siksa pelan-pelan saja," ujar Reiner berbisik di telinga Imel.


Imel yang sejak tadi menatap Aldev kini menoleh pada Reiner. Wajah tampan itu otomatis menempel pada pipinya karena laki-laki itu tidak berpindah tempat.


Kejadian yang baru saja terjadi tidak luput dari perhatian Aldev. Dia mengira Reiner dan Imel sengaja menunjukkan kemesraan di depannya. Dengan rasa dongkol karena merasa di permainkan oleh pasangan itu, Aldev kehilangan kesabaran dan mengucapkan sesuatu yang membuat Reiner murka.


"Hentikan adegan menjijikan kalian ini. Atau aku akan membun*h Tuan Haris yang sekarang ada di Jepang!" bentak Aldev mengancam.

__ADS_1


Ketika mendengar ancaman Aldev, Reiner murka dan mengambil alih pistol dari genggaman sang istri. Laki-laki itu mengarahkan pistol ke depan dan menekan pelatuknya hingga suara tembakan menggema di ruangan itu.


Bersambung...


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_


Gays, author punya rekomendasi novel keren banget nih. Mampir yah ke karya temen othor


Kak Reni.t dengan judul Hasrat Terlarang Anak Tiri.



Hasrat Terlarang Anak Tiri


Mikaila Anastasia harus menelan takdir buruk, karena dia harus berpisah dengan kekasih yang telah tujuh tahun di pacarinya, hubungan mereka bukan sekedar hubungan biasa, karena waktu yang cukup lama yang telah mereka habiskan bersama, mereka sudah sangat saling mencintai bahkan tidak segan melakukan hubungan layaknya suami istri, bahkan telah berjanji akan selalu setia sampai mati.


Namun, ternyata takdir berkata lain, Mika harus menerima perjodohan dari ayahnya yang beliau wasiatkan sebelum beliau meninggal, dia harus menikah dengan pria yang umurnya terpaut cukup jauh darinya, tapi siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah ayah dari mantan kekasihnya.


Mampukan Mika menahan hasratnya terhadap mantan kekasihnya yang kini telah menjadi anak tirinya? Dan bisakah Mika tetap setia terhadap suaminya yang telah mencintainya dengan tulus dan penuh dengan kesabaran, sementara dirinya juga harus tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tersebut.

__ADS_1


__ADS_2