Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Terpaksa


__ADS_3

Reiner mengernyitkan dahinya ketika mencoba memahami pengakuan sang istri. Setahunya, dulu istrinya itu mengaku hidup sebatang kara. Lalu, sekarang wanita itu mengakui bahwa memiliki kembaran bernama Amel.


"Amel, kembaranmu? Bukankah dulu kamu bilang hanya hidup sendirian?"


"Ya, aku memang hidup sendiri, setelah kejadian yang menimpa mantan kekasihmu."


"Apa yang terjadi setelah itu?" tanya Reiner semakin penasaran.


"Amel yang terlalu bahagia saat merayakan kemenangannya, dia terlalu banyak mengonsumsi alkohol dan juga nark*ba hingga dia mengalami over dosis. Dia meninggal di tempat acara yang dia gelar bersama teman-temannya." Imel menghentikan penjelasannya.


Wanita itu meneteskan air mata ketika melihat keadaan kembarannya saat itu, mulut yang mengeluarkan banyak busa. Lebih parahnya, semua teman-teman Amel justru meninggalkan dia yang tengah meregang nyawa disana. Jika saja anak buah ayahnya tidak menemukan Amel, mungkin kembarannya itu akan di temukan sudah dalam keadaan tidak wajar.


"Apa yang kembaranmu incar dariku?"


"Awalnya, dia hanya di perintahkan oleh Papa untuk membuntutimu. Tetapi, dia malah jatuh cinta padamu."

__ADS_1


"Sebentar, tadi kamu bilang apa, Papa?" tanya Reiner memastikan.


"Laki-laki di dalam Vidio itu adalah orang tuaku, Rei, dia papaku dan Amel."


Reiner semakin terkejut dengan pengakuan istrinya. Ternyata wanita yang dia nikahi adalah anak dari Rico Maladeva, ketua penjahat bengis yang sering membuat onar.


"Jika dia adalah orang tuamu, kenapa kau seakan tidak kenal dengan Aldev?"


"Kami berbeda ibu, Papa tidak pernah mempertemukan kami, Vino adalah anak dari istri sah Papa. Sementara kami, kami hanya putri dari selingkuhan Papa. Lagipula Vino dan aku bertemu setelah kematian Amel," ujar Imel menjelaskan.


Reiner menganggukkan kepalanya. Memang hal itu yang ingin dia tanyakan sejak tadi. Alasan kenapa pada akhirnya wanita itu yang berusaha meluluhkan hatinya yang saat itu sangat beku.


"Aku merasa bersalah dengan apa yang di lakukan oleh Amel. Saat aku mencari tahu lewat Papa tentang kekasihmu, Papa bilang wanita itu sudah meninggal karena di jebak oleh Amel hingga masuk ke dalam jurang," ujar Imel memaparkan apa yang dia ketahui saat itu.


"Pada saat itu, Papa memaksaku untuk menggantikan Amel, agar mendekati dan mengawasi kamu. Papa tidak ingin jika kejahatannya terbongkar oleh Papi Adit,"

__ADS_1


Mendengar pengakuan dari istrinya yang ternyata mendekatinya karena ingin memperalat dirinya, Reiner sedikit terbakar emosi. Pria itu bangkit dari duduknya. Lalu melangkah menuju cendela kamar yang menampakan pemandangan kolam renang dari sana.


"Jadi, kamu sama sekali tidak mencintaiku pada saat itu, Mel? Kau tega membohongiku tentang semuanya! Kau bilang kau hidup sebatang kara, tapi nyatanya kau memiliki ayah seorang mafia kejam seperti Rico! Aku tidak menyangka kamu begitu tega, membohongiku, Mel."


Imel langsung mendekati Reiner, wanita itu bersimpuh di kaki sang suami yang dia tahu, pria itu tengah kecewa begitu dalam atas kebohongannya.


"Maaf, Rei, aku terpaksa mengikuti semua perintah Papa, karena dia mengancam akan menghabisi Mamaku jika aku tidak mau menuruti ucapannya." Imel tetap bersimpuh di kaki Reiner dengan bergelimang air mata.


Reiner membalikkan tubuhnya, berjongkok di hadapan sang istri. Pria itu menggenggam lengan istrinya untuk dia bawa berdiri. Imel mengikuti apa yang di lakukan oleh sang suami. Wanita itu ikut bangkit. Sementara Reiner menatap dalam-dalam bola mata sang istri yang tengah berderai air mata penyesalan.


"Maksud kamu apa, Mel? Sekarang dimana Mamamu?"


Imel menggeleng pelan. "Aku tidak tahu, dimana Papa menyembunyikan Mama. Yang aku takutkan adalah jika Mama juga bernasib sama seperti kekasihmu dulu, Rei. Dia dibun*h oleh mereka," ujar Imel berusaha tegar.


"Tidak, Mel, Mikayla masih ada. Hanya saja, kakinya sudah tidak bisa berfungsi sebagai mana mestinya." Reiner menyela penjelasan dari sang istri.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2