
Clarissa menunjukkan senyum sinisnya. "Kau tidak perlu berpura-pura, gadis culun! aku lebih dari tahu tentangmu. Bahkan kejadian lima tahun yang lalu juga aku sangat sangat tahu," ujar Clarissa.
Ara terkejut saat Clarissa membahas tentang kejadian lima tahun yang lalu. Namun Ara masih berusaha mengendalikan diri untuk tidak terpancing dengan pembahasan Clarissa. Wanita yang masih dalam dekapan Reiner itu hanya terdiam tanpa mau membalas ucapan yang di lontarkan oleh mantan kekasih suaminya.
"Kenapa diam? kau pasti terkejut karena aku tahu tentang kejadian lima tahun lalu yang terjadi pada kekasihku itu. Bahkan aku tahu kau juga ada dalam tempat kejadian," Clarissa semakin berusaha menekan Aracelia.
"Siapa kamu sebenarnya?" tanya Ara memandang Clarissa.
"Siapa aku? tidak penting! yang penting adalah Adalah, aku sudah katakan semua keburukanmu pada Ali."
Ara mengepalkan tangannya sebagai pelampiasan emosinya. Reiner yang peka dengan keadaan sang adik kini berusaha untuk mengalihkan emosi Ara agar tidak meledak sekarang.
"Ace, biarkan dia di urus oleh Ferry. Kita harus segera membawa Daddy ke Rumah Sakit," ucap Reiner lembut, tetapi matanya membingkai wanita di hadapannya yang sudah berani mencelakai keluarganya.
Setelah Reiner membahas tentang ayahnya, Ara kemudian mengangguk. Ucapan sang kakak memang benar. Keadaan ayahnya lebih penting dari apapun sekarang. Wanita itu bahkan mengesampingkan perasaan gelisahnya karena sang suami sudah mengetahui jati dirinya.
Masih dengan di papah dalam rangkulan Reiner, Ara berjalan mengikuti sang kakak tanpa peduli pada teriakan Clarissa yang terus memanggil namanya.
__ADS_1
"Kau bisa diam tidak, Wanita jal*ng?" bisik Ferry di telinga Clarissa.
"Kurang ajar! siapa yang kau katakan ******?" Emosi Clarissa karena Ferry mengatainya wanita ******.
Clarissa masih berusaha berontak dari cengkraman Ferry, namun semakin Clarissa berontak, semakin kencang pula Ferry mencengkramnya.
"Sepertinya aku punya hadiah untukmu, sebelum Nona Ace memberimu pelajaran atas kejahatanmu terhadap Tuan Haris." Ferry menarik Clarissa keluar dari ruangan itu.
Helikopter yang membawa Tuan Haris menuju Rumah Sakit akhirnya mendarat di sebuah Helipad yang terletak di atap gedung Rumah Sakit Tokyo Metropolitan Hiro yang terletak di Shibuya, Tokyo, Jepang.
Beberapa perawat sudah menyambut kedatangan Mereka karena sebelumnya Ferry sudah mengurus segala yang di perlukan oleh Majikannya.
Perawat segera membawa Daddy Haris ke ICU untuk menyelamatkan pria paruh baya itu. Ara dan Reiner mengikuti di belakang hingga sampai di ruangan ICU. Ara yang dalam keadaan panik memaksa ikut masuk ke dalam, tetapi perawat tidak memberikan ijin.
"Sumimasen,- gai de mattekudasai." Perawat itu menutup pintu setelah mengucapkan sebuah kata dalam bahasa jepang.
Reiner mengelus punggung sang adik. Berusaha menenangkan wanita yang sejak kecil ia lindungi dengan penuh perjuangan. Akan tetapi kali ini Reiner gagal dalam melindungi sang adik dan Daddynya.
__ADS_1
Laki-laki tampan yang dalam kemejanya terdapat banyak bercak darah itu menuntun sang adik ke kursi tunggu pasien. Keduanya duduk bersebelahan. Ara menyandarkan kepalanya di bahu tegap sang kakak.
"Rei, kenapa harus Daddy? seharusnya aku yang berada di dalam sana. Kenapa Daddy menyelamatkan aku dan mengorbankan nyawanya?" tanya Ara lirih dengan mata terpejam. Air mata masih deras mengalir di pipi tirusnya.
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Gens, Mampir kuy ke karya bestie othor satu ini. Novelnya keren-keren banget.
Namaku Husna Almaida, yang lebih akrabnya di panggil Alma. Menjadi seorang Ibu adalah impian setiap para wanita, tapi bagaimana jika Allah belum berkehendak untuk itu semua??
Aku menikah dengan seorang Manager, dan di dalam pernikahan kami yang sudah berjalan dua tahun, aku belum kunjung hamil hingga suamiku memilih berselingkuh demi mempunyai keturunan.
__ADS_1
Hati wanita mana yang tidak sakit, saat melihat suami sendiri bercinta dengan wanita lain di ranjang yang biasa aku gunakan saat melakukan hubungan dengan suamiku. Akankah aku bisa memaafkan suamiku atas segala kesalahannya? Atau aku lebih memilih bercerai dan hidup menjanda?
Simak kelanjutannya berikut !!!