Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
awasi adikmu


__ADS_3

Ara membuka paksa pintu ruangan yang di dalamnya ada Papi Adit dan Reiner. Perempuan itu menatap kedua pria yang juga menatapnya bergantian. Sorot mata Ara memancarkan amarah bercampur kesedihan.


"Rei, apa yang aku dengar barusan apakah benar? Kau tidak berbohong?" tanya Ara menuntut.


Perempuan muda itu ingin memastikan bahwa apa yang di dengarnya memang tidak salah. Akhirnya setelah sekian tahun dia mencari, kini dia tahu siapa orang di balik kematian tragis sang ibu. Reiner yang juga terkejut dengan kedatangan sang adik, reflek menganggukkan kepala. Melihat hal itu, kedua tangan Ara mengepal erat.


"Kau bisa berikan padaku semua buktinya?"


Ara tetap ingin memastikannya lebih dulu, jangan sampai balas dendamnya akan salah alamat jika tanpa bukti yang jelas.


Ketika mendengar permintaan sang adik, Reiner langsung membalikkan laptop miliknya yang masih memutar slide demi slide bukti-bukti yang kuat untuk meminta pertanggung jawaban dari pria tua itu.


Cairan bening menetes begitu saja dari kedua sudut mata Aracelia. Perempuan itu menangis tanpa suara. Kini jiwa dan hati perempuan baik itu di kuasai oleh dendam yang membara.

__ADS_1


'Lihat saja kau, Pak Tua! Siapapun kau, aku pasti mencarimu untuk membalas dendam Mommyku. Kau akan membayar tahun-tahun terberat yang aku jalani dengan seluruh kehidupanmu!' batin Ara bertekat.


"Ace, kau jangan pernah gegabah! Rico bukan orang sembarangan, jangankan pada orang lain, dengan Aldev dan Imel saja dia tega melakukan kejahatan." Reiner memperingatkan sang adik untuk tidak melaksanakan apa yang kini ada di pikirannya.


Reiner sudah dapat menebak bahwa sang adik pasti akan membalaskan dendam sang ibu kepada pria tua itu. Apa lagi, sejak dulu hubungan mereka memang tidak baik. Rico sering menghina dirinya anak yang tidak memiliki ibu ketika Ara bermain dengan Aldev sewaktu kecil.


"Iya, Kak." Ara mengusap kasar air mata yang luruh di pipinya.


Kesedihan saja tidak akan membuat ibunya kembali, atau pria itu mendapatkan ganjaran yang setimpal atas kejahatannya. Mulai saat itu, Ara bertekad akan benar-benar melawan pria tua yang merupakan ayah kandung dari seseorang yang pernah berharga di kehidupannya.


Mereka sangat paham bagaimana karakter Aracelia. Dia adalah gadis yang tangguh dan susah di atus sejak kecil dulu. Kedua pria itu takut jika saja Ara akan berbuat nekat tanpa mereka.


"Iya, Papi, lagi pula apa yang bisa di lakukan oleh bumil seperti Ace? Hanya membuat repot saja," jawab Ara mencoba meyakinkan orang tua dan kakaknya.

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu, Papi tidak akan pernah membiarkan kamu sampai melakukan kesalahan apapun."


"Iya, Papi." Ara yang merasa kesal dengan peringatan-peringatan yang di dapat dari ayah dan kakaknya itu kini melangkah pergi meninggalkan kedua pria itu di sana.


Ara keluar dari ruangan yang di gunakan oleh Papi Adit dan Rei untuk berdiskusi. Untuk saat ini, dia perlu membuat keluarganya lengah terlebih dahulu sebelum memulai aksinya.


Ketika pintu sudah di tutup oleh Ara dari luar, kedua pria itu saling pandang. Mereka benar-benar tidak percaya bahwa Ara akan menjauhi larangan yang mereka berikan.


"Kamu selalu ikuti dia, Rei!" perintah Papi Adit.


"Tapi, PI, Rei juga memiliki urusan sendiri." Reiner menolak perintah sang ayah.


"Jadi kamu lebih mementingkan urusanmu dari pada adik semata wayangmu itu!"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2