
Selepas melakukan ritual mandi bersama yang memang menguntungkan kedua belah pihak. Hampir satu jam mereka berada di bawah guyuran shower. Malam yang semakin larut menambah keint*man sepasang suami istri yang kini tengah berada di dalam satu selimut yang sama.
Gadis yang biasanya berpenampilan culun itu, kini sudah bisa memakai pakaian normal yang biasa di sebut ling*ri. Entah Ali mendapatkan pakaian yang sebagian besar hanya berbahan jaring-jaring itu dari mana. Yang jelas setelah mandi bersama, seorang suami itu tiba-tiba meminta istrinya memakai baju model yang Ara sebut sebagai perangkap ikan.
"Moon, kalau aku tanya tentang masalah kita sekarang, Apa kamu bisa menjelaskan secara jujur padaku?" tanya Ali seraya mengelus puncak kepala sang istri yang tengah bersandar di dadanya.
Wanita cantik yang tengah dengan manja mengelus dada sang suami itu mendongak, netranya menatap ke dalam mata sang suami. Mencari kepastian bahwa suaminya ini tidak dalam keadaan emosi yang akan memperkeruh obrolan mereka.
Ketika Ara ingin bangkit dari posisinya, Ali dengan sigap menahan pinggang ramping sang istri agar tidak beranjak dari posisi ternyamannya. Ia tengah berusaha mengendalikan diri dengan kenyamanan yang di berikan lewat kedekatan keduanya.
"Tetap begini, Moon."
Mendengar ucapan dan melihat reaksi suaminya yang kini seperti tengah memohon padanya, Ara menurut. Wanita itu kembali pada posisinya semula yakni bersandar di dada sang suami. Menghirup dalam-dalam aroma yang menenangkan batinnya.
__ADS_1
"Tanyakan apapun yang ingin kamu ketahui, Sun. Aku akan berusaha menjawab semuanya secara jujur," ucap Ara getir.
Siap tidak siap, hal ini memang akan terjadi. Suaminya berhak tahu apapun yang terjadi pada dirinya dulu ataupun sekarang. Dia akan berusaha seterbuka mungkin pada suami yang amat ia cintai itu.
"Kamu janji akan menjawab semuanya dengan jujur? tanpa menutupi sekecil apapun masalah dariku?"
Ara hanya menganggukkan kepalanya dua kali. Dalam dirinya masih ada ketakutan jika suaminya itu akan pergi meninggalkan dirinya setelah mengetahui segala rahasianya. Tetapi dia memang harus siap menjelaskan segalanya.
"Cla bilang, kamu masuk dalam organisasi mafia jahat. Apa itu benar, Moon?" tanya Ali lirih.
"Apa kamu percaya kalau aku adalah wanita jahat, Sun? adakah tampang kriminal di wajahku?" Ara bukan menjawab, melainkan membalikkan pertanyaan pada sang suami.
Wanita itu bahkan terlihay begitu santai hingga jemari lentiknya masih sibuk mengusap dada suaminya. Walau terlihat sangat tenang, sebenarnya Ara tengah menangis. Diam-diam air mata mengalir dari sudut mata indahnya. Hanya saja ia begitu pandai menutupi keadaannya sekarang hingga Ali sama sekali tidak tahu bahwa istrinya tengah menangis.
__ADS_1
"Tidak, Moon, aku percaya kamu wanita baik. Aku tidak hanya percaya, tapi aku yakin kamu memang wanita baik. Adikku bahkan sudah menjadi saksi hidup dari kebaikan yang kamu lakukan." Ali kian mendekap tubuh sang istri ke dalam pelukannya.
Ara kini beranjak dari posisi nyamannya. Wanita itu menatap wajah tampan sang suami yang kini juga menatapnya dengan penuh kasih. Ia yakin, Ali sudah benar-benar mencintai dan mempercayainya. Tetapi dia belum bisa bernafas lega karena satu rahasia lagi belum terbongkar. Kemungkinan Clarissa tidak mengetahui tentang rahasianya 5 tahun yang lalu.
"Apa Clarissa hanya mengatakan bahwa aku adalah mafia jahat, Sun? tidak ada lagi yang dia katakan tentangku?" Ara memberanikan diri bertanya pada sang suami.
Anggukan kepala Ali kini membuat Ara sedikit lega. Tetapi wanita itu tidak ingin menyembunyikan apa-apa lagi dari sang suami. Malam ini ia memutuskan akan jujur tentang semua yang ia tutupi selama ini. Terutama kejadian 5 tahun silam yang di alami oleh mereka.
"Sun, ada satu hal lagi yang harus aku bicarakan sama kamu." Ara membalikkan tubuhnya membelakangi Ali.
"Apa, Moon?" tanya Ali penasaran.
Kak, boleh mampir yuk ke karya teman aku.
__ADS_1