Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Penyesalan Imel


__ADS_3

"Apa?" kaget dengan penjelasan menantunya, Mami Jane mundur seraya menutup mulutnya dengan satu tangannya.


"Kamu keterlaluan, Imel." Mami Jane berniat pergi dari tempat itu.


Imel dengan cepat mencekal pergelangan tangan mertuanya, wanita cantik itu bersimpuh di kaki sang mertua yang selama ini sudah baik padanya. Merasa sudah mengkhianati keluarga yang menerima dirinya sejak awal kehadirannya, Imel menangis di bawah kaki ibu kandung suaminya.


"Mam, maafin aku, Mam. Aku tidak punya pilihan lain, selain menuruti ucapan Papa." Imel mendongak masih dengan deraian air mata dari wajah ayunya.


Mami Jane berlutut, mensejajarkan tingginya dengan sang menantu yang masih bersimpuh di kakinya walau tetap saja lebih tinggi dirinya. "Kamu tega, selama bertahun-tahun menyembunyikan semua ini." Emosi, Mami Jane mencengkram dagu Imel dengan kuat.


"Aku pastikan, kamu akan kehilangan Reiner dan Rachel karena ulahmu ini!" hardik Mami Jane melepaskan cengkeramannya dengan kasar hingga wajah Imel terdorong ke samping.


"Mam," lirih Imel dengan tatapan penyesalannya.


Wanita itu tidak berniat untuk menghapus air mata yang membasahi pipinya. Kini dia benar-benar menyesal karena sudah mendekati Reiner dengan niat tidak baik.

__ADS_1


"Imel mohon, Mam. Biarkan Imel menjelaskan semuanya pada Rei," ucap Imel memohon pada mertuanya.


Mami Jane kini beranjak, wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tanpa kerutan di wajahnya itu sudah sangat merasa geram. Kenapa harus sekarang, Imel mengakui hal itu?


Merasa sangat muak dengan apa yang di lakukan oleh menantunya, Mami Jane melangkah menuju meja yang tadi menjadi tempat dia menaruh ponselnya.


Kali ini Imel sudah pasrah, masih dengan posisinya terduduk di lantai marmer yang dingin. Wanita cantik yang tetap cantik natural walaupun make up sudah terhapus dari wajahnya itu hanya menatap sang mertua dengan air mata deras yang mengalir dari mata indahnya.


Mami Jane mengambil ponsel miliknya, dia segera memencet nomor ponsel seseorang lalu mendekatkan ponselnya pada telinga. Setelah beberapa deringan, sambungan telfon tersambung karena lawan telah mengangkat panggilan yang bersumber dari ibunya.


"Hallo, Mam," sapa seseorang di seberang.


Setelah memberi perintah, Mami Jane mematikan sambungan telfon. Wanita yang kini tengah terbakar emosi itu kembali menaruh ponselnya dan meninggalkan benda itu.


*****

__ADS_1


Sedangkan di sisi Reiner, laki-laki itu kini benar-benar sudah tidak bisa mengendalikan emosinya. Dia turun dari kursi mobilnya dengan melompat, lalu berlari menerjang laki-laki bertopeng yang dia yakini adalah dalang dari kejahatan yang terjadi pada keluarganya beberapa puluh tahun silam.


Reiner dengan emosi mendaratkan pukulan di rahang tegas laki-laki itu hingga terpental menabrak mobil mewah miliknya sendiri. Pukulan Reiner benar-benar kuat karena laki-laki muda itu tengah berada di puncak emosinya.


"Jika kau memusuhi keluargaku, jangan pernah bermain dengan istri dan anakku!" bentak Reiner dengan mata memerah menahan amarahnya.


Laki-laki bertopeng itu mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Pukulan Reiner memang tidak bisa di remehkan. Dia benar-benar pantas menjadi seorang pemimpin karena kekuatannya.


Senyum sinis mengembang di bibir pecah laki-laki bertopeng itu, dia dengan angkuh membuka pintu mobil miliknya lalu masuk ke dalam. Setelah masuk dan menutup pintu, dia kembali membuka kaca hitam cendela mobil miliknya dan menyodorkan sebuah amplop coklat.


Beberapa detik tak mendapat respon dari Reiner, laki-laki bertopeng itu menjatuhkan amplop coklat itu hingga teronggok di aspal hitam. Selepas melakukan itu, mobil yang di tumpanginya melesat dengan kecepatan maksimal hingga hilang di telan jarak.


Reiner memberi isyarat pada semua anggotanya untuk melepaskan anak buah laki-laki tersebut. Hanya saja, Reiner tetap menahan salah satu orang yang memang terlihat tertekan saat menjalani aksinya.


Begitu semua mobil itu melesat tanpa sisa, salah satu mobil itu justru di isi oleh salah satu anggota Deadly Scorpion. Laki-laki remaja kepercayaan Aracelia, yaitu Deandra Lifano.

__ADS_1


Reiner mengambil sebuah amplop berwarna coklat yang di jatuhkan oleh laki-laki bertopeng itu. Dia dengan tidak sabaran membuka dengan menyobek amplop itu. Ketika terlihat apa yang ada di dalamnya, Reiner membulatkan matanya. Terkejut dengan apa yang ada di dalam amplop buangan laki-laki misterius tadi.


Bersambung...


__ADS_2