Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Sadis


__ADS_3

Ali menuruti keinginan sang istri untuk kembali ke rumah mereka. Meskipun merasa heran dengan tingkah laku yang berbeda dari istrinya, akan tetapi Ali memang sedang tidak ingin ribut.


Pria itu memilih untuk mengalah dan tidak mempertanyakan keanehan istrinya tersebut.


Pria itu berpikir bahwa mungkin ini hanya efek dari kehamilan Ara yang mudah mengubah mood perempuan hamil kembar itu.


"Sun, kalau seseorang memiliki dendam, menurut kamu bagaimana?" tanya Ara kepada Ali yang masih fokus pada jalan di depannya.


"Dendam itu tidak baik, Moon. Itu bisa menjadikan kita seperti monster yang tidak memiliki rasa belas kasih," jawab Ali sesuai dengan pemikirannya.


"Jadi, kalau aku memiliki dendam, apa aku tidak boleh membalaskan dendam ku itu?" tanyanya seraya memandang sang suami.


Ali menoleh, menatap tidak percaya ke arah sang istri yang dia rasa semakin aneh saja. "Memangnya kamu memiliki dendam kepada siapa?" tanya Ali penasaran.


"Tidak ada," jawab Ara singkat.

__ADS_1


Ali menyentuh tangan kanan Ara lalu mengelusnya penuh kelembutan. "Dendam paling menakutkan adalah ketika kita membalasnya lewat doa, Moon. Jika kamu memiliki dendam terhadap seseorang, berdoalah! Mohon kepada Tuhan agar cepat memberikan hidayah untuk orang tersebut,"


"Maksud kamu?" tanya Ara yang belum paham dengan ucapan suaminya.


"Kamu jangan pernah membalaskan dendam melalui tindakan, Moon, karena dendam itu bisa saja berbalik ke diri kamu sendiri. Ingat, kita hanyalah makhluk ciptaannya, jika Tuhan saja bisa memaafkan segala kesalahan manusia, kenapa kita sebagai manusia tidak bisa memaafkan orang yang sudah menyakiti kita?" jelasnya berusaha membuat sang istri mengerti dengan maksud ucapannya.


Saat tatapan Ali masih berpusat kepadanya, Ara hanya menganggukkan kepala agar sang suami tidak terus-terusan menatap curiga kepada dirinya.


'Tapi aku hanya manusia biasa, Sun, aku tidak semudah itu untuk memaafkan kejahatan Rico kepada keluargaku. Jika aku tidak bisa melakukan hal yang sama terhadapnya seperti apa yang di lakukan dia kepada Mommy, setidaknya aku harus memberikan dia pelajaran yang akan membuatnya sadar,' batin Ara teringat dengan rasa perih yang di akibatkan oleh seorang pria psicopath seperti Rico Maladeva.


"Aku percaya istriku adalah perempuan baik," ujar Ali tiba-tiba.


"Moon, nanti malam kemungkinan aku akan keluar, kamu tidak apa-apa, 'kan, di rumah sendirian?" tanya Ali meminta izin kepada istrinya.


"Memangnya kamu mau kemana?" tanya Ara balik.

__ADS_1


"Ada kerjaan yang harus aku selesaikan malam ini, kamu tidak keberatan kalau aku keluar kan?" Ali kembali memastikan.


"Tidak apa-apa, aku bisa mengurus diriku sendiri, kok!" jawab Ara yakin.


'Semoga malam ini adalah kesempatan yang baik untukku memberika pelajaran pada pria tua itu,' batin Ara berharap.


"Ya sudah, kamu mau aku panggilkan Syifa untuk menemani kamu di rumah?" tawar pria itu.


"Tidak perlu, lagi pula Syifana masih sibuk dengan urusan sekolahnya. Kamu tahu sebentar lagi dia ujian," tolaknya dengan alasan yang masuk akal.


"Ya sudah, kalau ada apa-apa segera hubungi aku!" perintahnya bagaikan suami terhebat di dunia.


Ara tertawa ringan. "Kamu pikir siapa yang berani melakukan kejahatan pada mafia sepertiku? Belum apa-apa bisa terpisah antara kaki dan kepalanya," jawab Ara sadis.


Ali membulatkan mata ketika mendengar ucapan Ara barusan. Istrinya itu sangat santai ketika mengatakan akan membuat orang yang jahat padanya terpisah kaki dan kepalanya. Ali bahkan sampai menelan ludah kasar berkali-kali.

__ADS_1


Membayangkan apa yang akan terjadi kepada seseorang yang berani mengganggu istrinya tersebut.


Bersambung...


__ADS_2