Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Telfon dari Ali


__ADS_3

Reiner terpaksa berhenti saat mendapatkan pertanyaan dari adik satu-satunya itu. Wanita yang sudah puluhan tahun ia jaga itu tidak mungkin mudah melepaskan dirinya saat masih ada kemauan. Sebelum rasa ingin tahunya terjawab, Ara akan terus mencecarnya.


"Ferry bawa dia pulang ke Indo." Setelah mengucapkan itu, Reiner kembali melangkahkan kakinya mendekati sang ayah yang memang sudah sadar.


Dari belakang, Ara mengikuti langkah Reiner hingga sampai di kursi samping ranjang Daddy Haris. Jawaban Reiner belum cukup menjawab pertanyaannya.


"Kalian tidak apa-apakan dia, 'kan?" tanya Ara dengan tatapan menelisik.


Laki-laki dengan wajah rupawan itu balik menatap sang adik yang benar-benar menjengkelkan. Wanita yang kini berpenampilan normal itu tetap lebih mengkhawatirkan orang lain walaupun orang itu sudah berbuat jahat padanya.


"Lo gausah mikirin cewek g*la itu, Ra. Tugas Lo itu jaga Daddy! jangan sampai hal seperti ini terulang lagi." Reiner menarik kursi lalu duduk di kursi yang ada di samping ranjang Daddy Haris.

__ADS_1


"Kalian berdua ngomongin siapa, sih?" tanya Daddy Haris menyela.


Pria paruh baya itu sebenarnya sudah tahu siapa yang menjadi topik pembicaraan kedua anaknya, tetapi demi putrinya agar tidak merasa ia sudah tahu segalanya membutnya pura-pura tidak mengerti dengan obrolan kedua anak muda di hadapannya.


Gadis dengan wajah imut bak anak abege itu mendelik ke arah sang kakak. Ara berusaha memberi kode pada Reiner jika pembahasan mereka sudah cukup sampai disini saja.


Paham dengan kode yang di berikan oleh Ara, Reiner hanya mengangguk patuh. Walau sebenarnya ia ingin sekali mentertawakan sang adik yang kini terlihat sangat bodoh itu. Ara sama sekali tidak curiga bahwa ayahnya sudah mengetahui rahasia besar yang selama ini ia sembunyikan.


Entah apa yang di pikirkan gadis itu saat ini, dia menjadi lebih tidak peka dengan keadaan sekitar. Biasanya gadis itu akan selalu tahu sekecil apapun kebohongan yang di sembunyikan darinya.


"Adik kurang asem kamu, yah, Ra!" kesal, Reiner mengambil sebuah apel lalu melemparkannya ke arah sang adik.

__ADS_1


Ara begitu sigap menangkap lemparan buah apel yang mengarahnya. Gadis itu lalu membersihkan buah apel itu dengan baju miliknya dan segera menggigit buah itu, dengan santainya ia berjalan menuju sofa panjang yang ada di ruangan Daddy Haris.


Daddy Haris dan juga Reiner hanya menggelengkan kepalanya saat melihat tingkah wanita yang kelakuannya hampir seperti laki-laki itu. Hanya di depan sang suami, Ara bisa bersikap sangat lembut dan bagaikan wanita lemah gemulai.


"Ra, Ali enggak telfon elo?" tanpa sadar Reiner bertanya pertanyaan yang sudah jelas Arapun bingung untuk menjawabnya.


"Em, belum, Rei." gadis itu masih melanjutkan kegiatannya menggigit buah berwarna merah itu.


Tidak lama tiba-tiba ponsel milik Aracelia berdering. Sebuah panggilan masuk dari Ali. Walaupun dengan hati yang sedikit takut, tetapi Ara mengangkat panggilan dari sang suami. Selain takut jika ia akan mendapatkan pertanyaan mengerikan dari sang ayah, ia juga tidak mau sekalipun mengecewakan suaminya.


"Hallo, Sun."

__ADS_1


"Keadaan Daddy bagaimana? aku dapat kabar katanya Daddy tertusuk? apa benar?" Ali langsung memberondong sang istri dengan pertanyaan tanpa menyapanya lebih dulu.


__ADS_2