
Matahari sudah hampir tenggelam berganti dengan rembulan yang akan menghiasi langit gelap bersama bintang. Mami Jane dan Papi Adit keluar dari kamar mereka. Pasangan paruh baya yang masih saja romantis di setiap saat itu berjalan menuju ruang santai.
Saat sampai di ruangan santai, di sana juga ada Ara dan Ali yang masih menonton televisi. Ali duduk di sofa dengan paha yang menjadi bantal Ara, serta tangan yang sibuk membelai kepala istri kesayangannya.
"Kalian nonton apa, Sayang?" tanya Mami Jane seraya mendudukkan diri di sofa yang berhadapan dengan sepasang pengantin baru di ikuti Papi Adit.
"Eh, Mami, Papi!"
Karena kehadiran kedua orang tuanya, Ara bangun dari posisi nyamannya. Sebenarnya bukan Ara yang mau, tapi Ali yang memaksa. Dengan alasan ingin memanjakan sang istri.
"Nonton drama kolosal dari China, Mi. Ara sedang di mabuk asmara sama aktor China," Ali menjawab pertanyaan Mami Jane.
"Oh, si Dou-dou itu, yah? udah setahun kebelakang ini, Ara memang menjadi budak cinta aktor itu. Tiap hari ngomongin dia mulu."
"Shawn Dou, Mi. kenapa sih cuman Dou-dou terus? dia idola Ara loh, Mi!" sela Ara menjelaskan.
"Iya, iya. Terserah Ara!" jawab Papi Adit.
Setelah mendengar suara adzan berkumandang, Ali segera berpamitan untuk menunaikan ibadah sebagai umat muslim. Walaupun tanpa sang istri yang menjadi makmum.
"Moon, aku sholat dulu, yah? setelah itu kita pulang." bisik Ali di telinga Ara.
Ara mengangguk sebagai jawaban. Wanita itu juga memiliki urusan lain yang harus dia selesaikan. Belum lagi urusannya dengan Aldev sudah menanti.
"Mi, Pi, Ali sholat dulu, ya?" pamit Ali pada kedua mertuanya.
"Oh, iya, Ali. Silahkan!"
Ali beranjak menuju ruang sholat. Dari pada sholat di kamar sendirian, Ali memilih menunaikan sholat di mushola bersama para maid dan penjaga mantion Aditia.
"Eh, Tuan Muda." sapa semua maid dan penjaga Mantion ketika melihat Ali datang.
__ADS_1
"Ayo, kita sholat bersama!" ajak Ali pada mereka.
"Baik, Tuan Muda,"
Setelah bersuci, mereka menunaikan ibadah sholat magrib bersama. Ali sebagai imam karena semua penjaga tidak ada yang mau memimpin Tuan Mudanya.
"Allahu Akbar," Ali memulai takbir.
Mereka menunaikan sholat dengan khusuk, Ali benar-benar membuat semua makmum sholatnya bahagia. Pasalnya Ali melantunkan ayat-ayat dengan suara merdunya.
"Assalamualaikum warahmatullah." Ali mengucap salam.
Setelah menyelesaikan rakaat terakhir, Ali mengubah posisi duduknya menjadi bersila. Pria yang sudah beristri itu mengadahkan tangannya ke atas, bermaksud meminta ampun pada sang pemilik segalanya.
"Ya Rabb, ampuni hamba karena belum bisa menjadi umat muslim yang taat pada perintah-Mu. Maaf karena sebelum ini hamba pernah berniat mempermainkan pernikahan. Tapi hamba yakin ini semua sudah rencana-Mu, engkaulah yang maha membolak-balikkan hati. Terima kasih, karena sudah memberi hamba makmum yang baik. Hamba akan selalu berusaha membimbingnya ke arah yang kau ridhoi. Aamiin," doa tulus yang di ucapkan Ali dalam hatinya.
Setelah selesai berdoa Ali membalikkan tubuhnya, lalu bersalaman dengan semua penjaga mantion. Walaupun beberapa ada yang merasa sungkan, Ali tetap memaksa mereka untuk memperlakukan dirinya sama dengan yang lain.
Di ruang tamu Mami Jane, dan Papi Adit menggantikan Ali menemani Ara menonton drama favoritnya. Ara memang suka genre film action, apa lagi pemeran dalan drama itu adalah sosok idola yang sangat di minati.
Ara yang sedang fokus menonton mengalihkan atensinya ke arah Papi Adit. Orang tuanya sangat bisa mengerti dirinya sebagai seorang anak.
"Ara pasti tegur Aldev, Pi. Tapi Ara harus mencari waktu yang tepat, tidak mungkin Ara menemui Aldev saat Ali terus bersama Ara."
Mendengar jawaban Ara, Mami Jane membulatkan matanya. Bagaimana bisa Ara berniat untuk menemui pria psicopath yang sangat terobsesi dengan dia? Mami jane tidak akan membiarkan itu terjadi.
"No, Mami tidak setuju! jangan pernah temui Aldev. Biarkan masalah ini di urus Reiner, atau kalau perlu. Papi yang urus! Mami tidak mengijinkan Ara bertemu pria gila itu!"
Mendengar larangan Mami Jane, Ara dan Papi Adit saling pandang. Ini adalah urusan Ara dengan Aldev, mana mungkin Papi atau Reiner yang menyelesaikan. Yang ada, akan ada peperangan dua kubu terkuat di negara itu.
Ara berdiri dari duduknya, lalu mematikan televisi yang masih menayangkan drama favoritnya. Namun, masalah ini lebih penting bagi Ara. Gadis itu berpindah tempat di tengah Mami dan Papinya.
__ADS_1
"Mi, Mami, tahu kan. Aldev keturunan siapa? jika bukan Ara yang menyelesaikan, Ara yakin akan ada peperangan antara Deadly Scorpion dengan Wild Wolf. Ara tidak mau itu terjadi! Ara ingin masalah ini selesai secara baik-baik." Ara menggenggam tangan sang Mami.
Mami Jane tetap pada keputusannya untuk tidak mengijinkan putrinya menemui pria bernama Alvino Maladeva, anak dari musuh besarnya. Hanya saja karena Daddy Haris dan Rico Maladeva adalah partner bisnis baik, jadi Mami Jane tidak pernah melarang pertemanan keduanya.
"Tidak, Ara! Mami tidak akan mengijinkan kamu bertemu dengan Aldev. Mami tidak perduli jika mereka berperan!" Mami Jane berdiri lalu berlari ke arah kamarnya.
"Pi, bagaimana? Mami akan sulit untuk di bujuk, Ara harus bagaimana?" Ara membalikkan tubuhnya menghadap Papi Adit.
Melihat kecemasan yang di tunjukan putrinya, Papi Adit menautkan jemarinya dan menggenggam tangan sang putri. Papi Adit berusaha menenangkan Ara.
"Hei, Sayang. Kamu tenang dulu, jangan khawatir. Mami baik-baik saja, Papi yang akan mengurus Mami. Kamu selesaikan urusan kamu dengan Aldev agar tidak semakin rumit!"
Ara memeluk Papi Adit sebagai bentuk rasa terima kasih pada pria yang sejak dulu mungkin tidak bisa selalu ada setiap saat. Tapi Papi Adit selalu ada di waktu yang tepat. Papi Adit membalas pelukan Ara tidak kalah erat. Dia sangat menyayangi dan mencintai Ara seperti dia mencintai Catrine.
"Moon," panggil Ali pada Ara.
Bersambung...
Thanks For Reading...
_Nurmahalicious_
Hai teman-teman, author punya rekomendasi cerita bagus hari ini. Mampir yah ke karya teman baik Othor.
kisah Cinta dari pasangan muda yang berawal perjodohan, sepwrtinya berbuah manis.
namun, masalah justru datang dari orangtua Ika.
lebih tepatnya, sang mama yang mendadak menolak pernikahan mereka, hanya karena hasutan dari masalalu Ika.
__ADS_1
akankah mereka menyerah atau mempertahankan,?
Mampir yah, sambil nunggu Ali dan Ara update.