
"Iya itu benar, Ara akan menikah dengan Ali. Karyawan di kantor ini," Ucap Tuan Haris.
Bagai di sambar petir di siang hari, Aldev terpaku dengan pengakuan ayah dari gadis yang di cintainya.
"Tapi, bagaimana bisa? Uncle merestui Ara untuk menikah, dengan seorang pria yang tidak sederajat dengan keluarga Uncle !" Aldev tidak habis pikir, Kenapa Tuan Haris merestui pernikahan ini.
"Saya juga sebenarnya kecewa, Aldev. Bagaimana bisa putri tunggalku menyukai pria dari kalangan bawah," Tuan Haris mengela nafas kasar.
"Tapi untuk saya, Prioritas utama saya adalah kebahagiaan Ara. Karena sejak kecil, Ara sudah kehilangan ibunya, saya tidak mau sampai Ara kehilangan cintanya juga," Lanjut Tuan Haris dengan ekspresi prihatin pada putri tunggalnya itu.
" Tapi, apakah Uncle yakin, bahwa pria itu bisa membahagiakan Ara?" tanya Aldev mencoba menggoyahkan keputusan Tuan Haris.
Sedangkan di luar pintu, ada seorang pria yang akan masuk ke ruangan itu. Namun, dia berhenti karena mendengar suara yang merendahkan harga dirinya. Ali mengepalkan tangannya dan segera pergi dari sana.
"Kurang ajar ! siapa pria itu. Berani sekali merendahkan aku di hadapan Tuan Haris," gumam Ali menahan emosinya.
Di perjalanan Ali menuju ruangan tempatnya bekerja, Ali bertemu dengan Ara yang memang sedang mencari Ali.
"Danish, aku mencarimu keman-mana tidak ketemu," ucap Ara pada Ali.
"Mau apa, mencariku?" Jawab Ali dengan tatapan sinis.
"Aku butuh berkas-berkasmu Danish, untuk mendaftarkan pernikahan kita,"
"Oh, ya sudah. Ikut aku," Ali berjalan dan di ikuti Ara di belakang.
Ali terlihat mencari berkas-berkas miliknya yang di perlukan oleh Ara.
"Ini, kau boleh pergi sekarang !" Ali menyerahkan berkas dan mengusir Ara dengan ketus.
"Baik, semangat ya bekerjanya. Calon Suamiku," Ara memberi semangat pada pria yang di cintainya.
"Hm," Ali hanya menjawab dengan deheman.
Ara segera pergi dari tempat Ali bekerja. dan memasuki lift untuk membawanya ke lobby perusahaan. Sampai di lobby, Ara segera menaiki mobil sport miliknya. Ara melajukan mobil dengan kecepatan maksimal karena terburu-buru. dan Saat di tikungan Ada yang mencegat mobil sport milik Ara.
Ara terpaksa berhenti dan keluar dari mobil, di lihatnya ada seorang pria yang berdiri dengan menyenderkan punggungnya pada mobil sport berwarna biru. Ara mendekat dan menyapa pemilik mobil itu dengan malas.
__ADS_1
"Kau mau apa lagi sih?" tanya Ara pada seorang pria yang ada di hadapannya.
"Batalkan pernikahan konyolmu itu, Ara ! aku tidak akan membiarkan kamu di miliki siapapun !" Pria itu berucap dan menatap Ara dengan obsesi yang di milikinya.
"kau tidak berhak untuk mengaturku !" Ara menjawab dan segera membalikkan tubuhnya untuk pergi dari sana.
"Kau, benar-benar keras kepala. Ara!" Bentak Pria tersebut.
Ara terus berjalan tanpa menoleh dan segera masuk ke dalam mobil miliknya.
"Menyebalkan, tetap saja ikut campur !" gerutu Ara ketika dia sudah duduk di jok mobil mewahnya.
Ara memundurkan mobilnya dan segera berputar arah. Ara akan mencari jalan lain saja.
"Hah, Kurang ajar. Ara benar-benar keras kepala. Apa yang dia harapkan dari laki-laki lemah sepertinya !" Aldev emosi dan memukul kaca mobilnya hingga pecah dan tangannya berdarah.
"Aku pasti akan mendapatkan kamu, Ara ! aku pastikan itu," Teriak Aldev dengan amarah yang memucak. Setelah itu dia masuk ke mobil miliknya.
"Kita ke Markas, kau buang saja mobil rusak ini !" Perintah Aldev pada Andri, anak buahnya.
"Baik, Tuan," Andri segera melajukan mobilnya ke markas.
"Kau ini lemah sekali, Andri. Luka seperti ini tidak akan bisa membunuhku, kau lupa siapa aku !" Cibir Aldev pada tangan kanannya itu.
"Baik, Tuan. Tadi Reval mengabari, ada yang tidak beres dengan calon suami Nona Ara. Tuan," Andri menyampaikan pesan dari rekannya, Reval. Karena tadi Aldev tidak mengangkat telfon dari Reval.
"Kau urus saja, selidiki segalanya dan berikan padaku semua buktinya!" Aldev memejamkan matanya untuk meredam emosi di dalam hatinya.
"Ara, kenapa bukan aku saja yang kau cintai. Bukankah dulu kita berjanji akan saling memiliki ketika kita dewasa?" Batin Aldev, dia membayangkan masa kecilnya dengan Peri imutnya.
Flashback On.
Sepasang anak kecil sedang bermain bersama di halaman mantion megah milik pengusaha terpandang di negaranya. Gadis kecil itu berlari dan di kejar oleh seorang anak laki-laki yang usianya tidak jauh darinya.
Sang gadis kecil terjatuh dan anak laki-laki itu segera menolongnya.
"Ayo, Ara. Biar ku bantu," ucap Aldev dengan suara lembutnya.
__ADS_1
Ara segera menerima uluran tangan Aldev, dan ikut berdiri padahal lututnya terluka.
"Apakah sakit, Ara.? Tanya Aldev pada Ara kecil.
"Tidak, Aldev. Ini sama sekali tidak sakit," jawab Ara dan tersenyum pada Aldev.
"Ara, Apa saat kita besar nanti. Kau mau menjadi permaisuriku, aku selalu ingin bisa menjagamu," ucap Aldev kecil.
"Baiklah, jika kita sudah dewasa. Aku pasti akan memilikimu dan aku milikmu. Aldev,"
"Mulai sekarang, kau adalah calon permaisuriku, Ara !" ucap Aldev sembari mengulurkan jari kelingkingnya.
"Oke, sekarang Aldev adalah milik Ara. Dan Ara milik Aldev," Ara juga mengulurkan jari kelingkingnya dan mereka melakukan janji kelingking jika suatu saat mereka akan menjadi sepasang kekasih.
Flashback off.
"Tuan, kita sudah sampai di markas," ucapan Andri langsung menyadarkan Aldev, Andri turun dan segera membuka pintu untuk Aldev. Dia segera turun dari mobil dan berjalan dengan gagah ke dalam markas besarnya.
Saat melihat kedatangan Aldev, semua anak buahnya langsung menyambut dengan hormat pimpinan mereka itu.
"Selamat datang, Tuan Muda," sapa Jonathan.
"Hm, dimana Reval, Jo?" Tanya Aldev pada anak buahnya itu.
"Reval ada di ruang kesayangannya. Tuan," jawab Jonathan dengan jelas.
Aldev berjalan ke ruangan yang di maksud oleh Jonathan. Andri membuka pintu rahasia yang hanya di ketahui oleh beberapa orang, yang berpengaruh di markas itu. Aldev masuk begitu pintu di buka.
"Silahkan, Tuan," Andri mempersilahkan Tuan Mudanya untuk masuk. Aldev mendudukkan dirinya di sofa yang ada di ruangan itu. Melihat Tuan Mudanya sudah duduk, Reval segera menghampiri Aldev dan masih membawa sebuah Tab di tangan kirinya.
"Ada, hal tidak beres apa? sampai kau memintaku datang?" ucap Aldev dingin.
"Begini, Tuan Muda. Seorang bernama Ali Danish Mahendra itu, sudah memiliki kekasih bernama Clarissa. Bintang iklan yang sedang melambungkan namanya," Reval menjelaskan dan memberikan bukti bahwa Ali sudah memiliki wanita lain selain Ara.
"Kurang ajar ! dasar bedebah s*alan ! beraninya dia mempermainkan wanitaku," ucap Aldev dengan tangan mengepal erat.
BERSAMBUNG. . .
__ADS_1
Thanks For Reading..
_Nurmahalicious_