
"Kamu tahu 'kan? aku tidak pernah mau mengecewakan orang tua. Aku sudah bilang setuju itu artinya hal itu harus kita lakukan," ujar Ali serius.
"Iya, tapi kenapa harus honeymoon massal? bukankah itu rencana konyol?"
"Moon, bukankah akan lebih menyenangkan jika kita bisa berkumpul dengan keluarga kita? dari pada kita hanya menikmati waktu berdua saja." Ali beranjak dari tempat duduknya.
Ali menghampiri Ara dan berjongkok di sisi tempat duduk sang istri. Ia mengambil kedua tangan Ara untuk ia genggam.
"Moon, kita bisa menghabiskan waktu berdua kapanpun. Tapi kebersamaan dan kebahagiaan keluarga kita lebih penting," ujarnya lembut.
"Kamu benar, Sila. Danish pria baik yang sangat menyayangi keluarga," batin Ara.
"Baiklah, minggu depan kita berangkat. Nanti aku yang bilang sama Ibu dan Ayah," putus Ara demi menyenangkan hati suaminya.
"Terima kasih, Moon." Ali berdiri dan mencium kening Ara.
.....
Hari sudah berganti di tempat lain seorang wanita terlihat sedang berusaha menahan amarahnya di depan banyak orang yang ada di dalam tempat itu. Jika bukan karena karirnya, dia pasti sudah menghabisi orang yang sudah berani mencari masalah dengannya.
"Maaf, Nona." Seorang pria menundukkan kepalanya.
"Tidak apa-apa, lain kali hati-hati."
Aura ketegangan yang tadi sempat tercipta perlahan mereda setelah wanita itu mengucapkan kata-kata tadi. Semua orang di dalam restaurant itu tahu siapa wanita yang rambutnya tersiram makanan yang di bawa oleh pelayan yang masih saja menundukkan kepalanya.
"Wah, ternyata Nona Clarissa baik ya. Padahal rumor dari media mengatakan bahwa dia adalah wanita arogan," bisik pengunjung di restaurant itu.
__ADS_1
"Iya, jadi vidio yang beredar itu apa hanya fitnah saja?" tanya pengunjung lain.
Ya wanita itu adalah Model cantik bernama Clarissa Indria Jaya, model yang saat ini sedang tersandung kasus kekerasan pada sesama model lainnya. Menurut rumoe yang beredar Clarissa melakukan penganiayaan pada pesaingnya di dunia modeling.
Bisik-bisik tentang rumor Clarissa pun memenuhi ruangan itu. Dengan rasa amarahnya yang berusaha di tahan olehnya, Clarissa hanya dapat mengalihkan emosinya dengan menggertakan gigi-giginya.
"Kurang ajar! jika bukan demi nama baikku, aku pasti sudah memberikan pelajaran pada pelayan sialan ini."
"Sekali lagi mohon maaf, Nona. Saya benar-benar tidak sengaja," ujar pelayan itu kembali meminta maaf pada Clarissa.
"Aku yakin kalau bukan di tempat umum, wanita itu pasti lepas kendali." Bisik salah satu pengunjung lainnya meremehkan Clarissa.
Karena suasana mulai ricuh kembali dengan bisik-bisikan tidak enak tentang Modelnya, manager Clarissa memutuskan untuk mengambil alih. Di tempat ini berisi manusia yang pro dan kontra pada Clarissa. Walaupun banyak yang masih membela Clarissa, namun nyatanya masih banyak juga yang menjelekkan Clarissa.
"Sudah, kamu pergi saja. Clarissa baik-baik saja, biar aku yang tangani," ucap sang manager menyuruh pelayan itu segera pergi.
Pelayan itu segera beranjak dari tempat itu, dia berjalan tergesa ke arah toilet. Berharap dirinya tidak gagal dalam menjalankan tugas yang diberikan padanya oleh sang pemimpin.
Setelah sampai di depan toilet, pelayan itu membuka pintu toilet untuk menemui pemimpinnya di sana. Mendengar suara pintu yang terbuka, seseorang di dalam tempat itu mengalihkan pandangan yang semula terfokus pada layar lebar di tangan kanannya.
"Bagus, Bian. Walaupun rencana kita tidak berjalan mulus, setidaknya kita sedikit membalas perbuatannya pada Nona Ace. Tuan Rei masih belum puas dengan kinerja kita, jadi kita harus menyusun rencana lain untuk membalas wanita ular itu."
"Dengan senang hati, Tuan. Saya bersumpah akan membalas perbuatan wanita itu pada Nona mudaku," ujar Bian dengan senyum liciknya.
Sedangkan Clarissa, setelah pelayan tadi pergi. Dia juga segera menuju toilet wanita untuk membersihkan dirinya dari noda makanan yang tadi tumpah dan mengenai rambut hingga tubuhnya.
"Argh ...! sial, siapa sebenarnya yang ada di balik semua kejadian yang terjadi padaku akhir-akhir ini?" Clarissa dengan emosi melemparkan botol parfum miliknya.
__ADS_1
"Cla, tenangkan diri kamu. Ini masih di tempat umum, kamu cepat bersihkan diri dan ganti pakaian. Kita juga punya agenda bertemu dengan CEO RAS Entertain." Manager itu memberikan godybag yang sejak tadi di pegang olehnya.
Mendengar RAS Entertain di sebutkan oleh sang manager, Clarissa buru-buru mengambil godybag yang di berikan oleh sang manager. Ia hampir lupa bahwa hari ini mempunyai jadwal bertemu dengan pemilik perusahaan raksasa nomor satu di negaranya.
"Kau kenapa tidak bilang dari tadi!" gerutu Clarissa seraya menyambar godybag berisi gaun miliknya.
......
Di gedung megah RAS Entertain, Reiner sedang memeriksa beberapa berkas penting perusahaannya. Laki-laki itu sangat fokus jika bekerja, hingga perhatiannya teralihkan setelah mendengar suara pintu yang di buka secara paksa.
"Aku bilang ketuk pintu dulu sebelum masuk!" Geram, Reiner melempar bolpoin yang di pegang olehnya tanpa mengalihkan pandangan dari berkas-berkas pentingnya.
Dengan cekatan seseorang yang baru masuk itu menangkap lemparan bolpoin dari laki-laki yang sok berkuasa di perusahaan itu.
"Jadi aku mengganggumu, Tuan Rei?" tanya seseorang itu dengan suara lembutnya.
Mendengar suara yang tidak asing untuknya, Reiner mendongak dan menatap seorang wanita cantik di depan pintu yang sedang menyilangkan kedua tangannya di dada. Suara lembut yang membuatnya candu dan merindukan wanita itu di setiap waktu.
"Sa ...."
Ucapan Reiner terhenti karena wanita itu balik melemparkan bolpoin yang tadi hampir saja mengenai kening. Jika bukan karena dia juga pernah bekerja di tempat itu dan hafal dengan kelakuan semena-mena Reiner, sudah di pastikan benda tadi berhasil mendarat dengan sempurna di wajah mulusnya.
"Diam kau, jangan pernah panggil aku lagi!"
Bersambung...
Thanks For Reading...
__ADS_1
_Nurmahalicious_