Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Kerinduan Ibu Salma


__ADS_3

Ara menatap sang suami ketika Ali menyuruhnya untuk turun. Ternyata mereka sudah sampai di rumah Ayah Hendra. Karena rasa gugupnya Ara sampai tidak sadar jika Ali sudah turun lebih dulu dan membukakan pintu mobil untuknya.


Ara segera turun dari mobil ketika Ali mengulurkan tangannya untuk bergandengan. Setelah Ara turun, Ali menutup pintu mobil dan segera berjalan dengan tangan saling bergandengan menuju pintu rumah.


Kedua pengantin baru itu begitu membuat iri orang yang melihatnya, jika di lihat sekarang tidak akan ada orang yang percaya jika awalnya mereka menikah bukan karena saling mencintai.


Ali mengetuk pintu berwarna coklat di depannya. Tidak berselang lama pintu terbuka, menampakan seorang gadis remaja dengan rambut panjang tergerai indah. Melihat kedua pasangan di hadapannya, gadis itu tersenyum dan segera memeluk wanita berkacamata di samping sang kakak.


"Kak Ara, kesini tidak bilang Syifa dulu." Syifana melepas pelukan eratnya pada kakak iparnya.


"Iya, Kak Ara lupa. Abang juga ngajaknya mendadak sih," jawab Ara dengan lembut.


Syifana menganggukkan kepalanya. Gadis itu sudah sangat senang karena kedatangan kakak iparnya. Sejak awal yang membuat Ali akhirnya memutuskan tetap menikahi Ara juga karena dorongan Syifa, adik satu-satunya yang di miliki olehnya.


"Ayok masuk, Ibu pasti senang karena kalian datang." Syifana menarik tangan Ara hingga terlepas dari genggaman Ali.

__ADS_1


"Hei, Syifa, itu istri kakak kenapa kamu ambil alih?"


Syifana sama sekali tidak memperdulikan teriakan sang kakak. Gadis itu masih tetap menggandeng tangan kakak iparnya. Sedangkan Ara hanya mengikuti tanpa perlawanan sama sekali. Mereka berdua memang sudah dekat sebelum Ali dan Ara menikah.


"Bu, lihat siapa yang datang?"


"Siapa, Sayang?" tanya Ibu Salma yang masih asik dengan makanan yang sedang di masak olehnya.


"Ibu lihat dulu, biar tahu. Asik sama masakan mulu ih," ujar Syifana menggoda ibunya.


Wanita paruh baya itu akhirnya menoleh ke belakang, di lihatnya sang menantu yang tersenyum hangat padanya. Ibu Salma segera mematikan api kompor dan mendekat pada sang menantu yang berdiri di depan pintu dapur bersama putri kecilnya.


"Nahkan, udah lihat Kak Ara aja di peluk. Tadi Syifa ngomong di cuekin," Syifana menyindir ibu salma yang sejak tadi hanya fokus pada masakannya.


Ibu salma melepaskan pelukannya dari Ara. Lalu melempar senyum lebar pada sang putri. Sejak tadi dirinya memang hanya terfokus pada kegiatannya sendiri. Begitu pelukan terlepas, Ara mengambil tangan mertuanya dan mencium punggung tangan Ibu Salma.

__ADS_1


"Ibu masak apa?" tanya Ara penasaran.


"Masak makanan favorit Ali, Ibu kangen dia makanya masak ini. Rencananya Ibu mau ke rumah kalian. Eh malah kamu sudah datang ke sini," jawab Ibu Salma dan berjalan kembali ke dapur. Ibu Salma menyalakan api kompor yang tadi sempat di matikan olehnya.


"Abang 'kan, juga ikut kesini,Bu." Syifana mengambil alih tugas ibunya.


"Benarkah?" tanya Ibu Salma berbalik dan berjalan menuju ruang tamu.


Benar dugaan Syifa bahwa sang ibu akan melupakan segalanya ketika mendengar putra kesayangannya pulang ke rumah. Beruntung Syifa sudah hafal dengan tabiat sang ibu yang terkadang suka teledor.


"Tuh 'kan, Kak. Ibu itu lebih sayang Abang dari pada Syifa," ujar Syifana pada Ara yang berdiri di sampingnya.


"Kenapa Syifa bicara seperti itu?"


Bersambung...

__ADS_1


Thanks For Reading...


_Nurmahalicious_


__ADS_2