
Seorang pria membuka pintu kamarnya. Saat kakinya melangkah masuk, tidak ada siapa-siapa di ruangan itu. Pandangannya berkeliling, pria itu melangkah menuju sebuah ruangan yang juga terletak di kamar itu. Tempat menyimpan semua baju dan pernak-pernik miliknya.
Tetap tidak ada siapa-siapa. Pria itu kembali melangkah menuju kamar mandi. Siapa tahu orang yang dia cari sedang mandi atau sekedar buang air. Akan tetapi kamar mandi juga kosong. Tempat itu kering pertanda baru-baru ini tidak ada yang menggunakannya. Dia kembali menutup pintu kamar mandi lalu berbalik untuk keluar dari kamar mewahnya.
Setelah keluar tidak lupa dia menutup pintu kamar miliknya agar tidak terlalu mengumbar apa saja yang ada di dalamnya atau terjadi di tempat itu. Dia kembali melangkah menuruni tangga untuk turun ke lantai bawah.
Ruang keluarga yang biasa di gunakan untuk menonton tvpun tidak ada satupun orang. Pria itu menggaruk kepalanya yang tidak gatal, iyalah tidak gatal. Mana ada ketombe yang berani menempel di rambut berharganya.
"Kemana semua orang?" monolog pria itu dengan lirih.
Tempat itu terlihat sepi, tidak ada satupun penjaga yang biasa berlalu lalang untuk berpatroli di mansion megah itu. Hal yang tidak biasa itu akhirnya membuat pria itu semakin merasa aneh.
Dia merogoh saku celana untuk mengambil ponsel miliknya. Begitu sudah mendapatkan barang yang di cari, dia segera memencet nomor seseorang. Akan tetapi kini dia semakin merasa kesal, tengah malam seperti ini dia tidak menemukan siapapun di tempat yang seharusnya menjadi tempat istirahat mereka. Menghubungi seseorang yang dia cari, tidak ada satupun yang menjawab panggilan darinya.
Dengan rasa kesal dan lelah yang semakin terasa, pria itu akhirnya kembali ke kamar miliknya. Dia memasuki kamar yang tanpa satupun penghuni itu. Segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Membiarkan tubuh tegap berbulu halus di bagian dada itu terguyur air deras dari shower yang di nyalakan.
Menggunakan sabun cair dengan cepat agar dapat mempersingkat waktu mandinya. Dia sangat merasa lelah saat ini, tubuhnya ingin segera berbaring dan berkelana di alam mimpi.
Setelah selesai dengan urusan mandinya, pria itu meraih sebuah jubah handuk miliknya dan segera memakainya. Dia keluar dengan tubuh yang terasa lebih segar, pria itu menyugar rambut basahnya menggunakan jari-jari tangan.
Pria tampan yang hanya menggunakan jubah mandi itu berjalan menuju lemari untuk mengambil baju miliknya. Setelah memilih sebuah boxer yang dia padukan dengan kaos polos berwarna putih yang akan semakin membuat pesonanya naik berpuluh kali lipat. Tidak lupa ia juga mengambil pakaian dalam berkualitas miliknya.
Dia kembali berjalan menuju ranjang lalu meletakkan pakaian miliknya di ranjang. Saat pandangannya tidak sengaja menangkap sebuah gelas berisi minuman yang terletak di atas nakas, dia yang memang merasa haus tanpa pikir panjang meneguk minuman itu hingga tandas. Dia kembali meletakkan gelas yang sudah kosong itu di tempat semula.
__ADS_1
Begitu sudah merasa lebih baik setelah ada cairan yang masuk ke mulut dan melewati kerongkongannya, pria itu meraih pakaian miliknya dan berniat memakai pakaian itu.
Saat akan memakai pakaian dalam miliknya, tiba-tiba lampu padam. Ruangan yang awalnya terang benderang itu berubah menjadi gelap gulita. Dia memaki tanpa mempunyai target makiannya.
"Sejak kapan mansion Papi jadi mansion gembel? Untuk pertama kalinya aku merasakan lampu padam di mansion megah ini!"
Pria itu kembali melempar pakaian yang gagal dia gunakan itu ke ranjang. Lalu berjalan menuju pintu untuk keluar dari kamarnya.
"Sial, kenapa kepalaku tiba-tiba pusing!"
Saat dia membuka pintu, bertepatan dengan seseorang yang wanginya sangat ia kenali. Orang itu tanpa aba-aba memeluk tubuhnya yang hanya memakai jubah mandi yang sedikit basah.
"Sayang, kamu dari mana saja?" tanya pria itu di sela-sela pelukannya.
Begitu sudah sampai di ranjang, orang itu memaksa pria itu untuk duduk. Setelah sang pria sudah duduk, orang itu ikut duduk di pangkuan pria itu dengan tangan melingkar di leher sang pria.
Merasa semakin pusing, pria itu tidak melarang apa yang di lakukan oleh orang itu. Walaupun dia juga merasa aneh dengan apa yang di lakukan oleh orang yang dia yakini adalah wanitanya.
Tidak sampai di situ saja, orang itu kini lebih berani dengan mencium pipi pria itu. Tangan lentik itu menggerayangi dada sang pria yang memang agak terbuka sedikit.
Entah kenapa untuk saat ini, pria itu sama sekali tidak tertarik. Dia hanya masih sibuk dengan rasa pusing yang semakin menyakiti kepalanya. Tangan besar itu berusaha memijat pelipisnya untuk menghilangkan rasa pusing yang semakin lama semakin mendera.
Detik berikutnya pria itu tiba-tiba jatuh pingsan di ranjang dengan posisi kaki menjuntai ke bawah. Seseorang yang sejak tadi duduk di pangkuan pria itu tersenyum, lalu turun dari atas pangkuan pria yang sudah tidak sadarkan diri itu.
__ADS_1
Dia berjalan menuju nakas di samping pintu untuk mengambil ponsel yang tadi sempat dia letakkan di sana. Mengetik sesuatu di dalam aplikasi berwarna hijau lalu mengirimkannya pada atasannya.
Setelah melakukan itu, dia kembali berjalan menghampiri pria yang masih pada posisi awalnya. Dia dengan susah payah melepaskan jubah handuk sang pria dan membernarkan posisi pria itu agar rencananya lebih terlihat sempurna.
Beres dengan urusannya membenarkan posisi sang pria, seseorang itu menurunkan resleting dres mini yang di pakai hingga pakaian dalam miliknya.
Dia segera masuk ke dalam selimut yang juga menutupi tubuh polos sang pria. Begitu dia sudah masuk ke dalam selimut, tiba-tiba lampu kembali menyala.
Dia dengan sengaja membuat posisi seolah-olah mereka berdua tengah berpelukan, dengan dia berbantalkan tangan pria yang sudah tidak sadarkan diri itu.
"Beres,"
Wanita itu kini tertidur dengan posisi yang sudah dia rencanakan. Agar saat ada seseorang yang masuk ke dalam kamar itu, mereka akan mengira bahwa keduanya tengah terlelap setelah percintaan panjang.
Matahari datang menyapa, menggantikan sinar rembulan yang berjaga di kegelapan malam. Seseorang baru saja kembali dari sebuah tempat yang menjadi saksi perjanjian antara dirinya dan sang mertua. Wanita itu kini memasuki mansion mewah itu, berjalan menaiki tangga untuk sampai di kamar miliknya.
Begitu dia membuka kamar, dia segera masuk dan menaruh tas jinjingnya di sebuah nakas dekat pintu. Wanita itu membalikkan badan, betapa terkejutnya dia ketika melihat di ranjang sana sang suami tidak tidur sendiri. Ada seorang wanita yang tertidur dengan wajah yang menempel di dada berbulu sang suami.
Kamar itu bahkan terlihat berantakan, jubah mandi, baju, kaos hingga pakaian dalam milik suaminya berhamburan bersama dengan sebuah mini dres dan juga pakaian dalam wanita.
"Reiner!"
Bersambung...
__ADS_1