Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Kisah kelam masa lalu


__ADS_3

Ara memunggungi sang suami yang kini juga bangkit dari posisinya semula. Laki-laki itu merasa kebingungan karena sang istri terlihat menghindari kontak fisik dengannya sekarang. Padahal tadi, istrinya itu sangat menikmati belaian darinya.


"Hal apa sampai kamu menghindari tatapanku, Moon." Ali menarik bahu Ara hingga wanita itu tertarik ke belakang dan kepalanya jatuh ke pangkuannya.


Bola mata Ara bertemu langsung dengan netra tajam milik sang suami yang kini terlihat sangat penasaran. Ya laki-laki itu mungkin penasaran tentang hal apa yang akan di ungkapkan sang istri hingga menghindar darinya.


Tatapan Ali begitu dalam menembus netra berkaca-kaca milik sang istri. Ara tengah bimbang dengan keputusannya sekarang. Ia bingung untuk memutuskan agar jujur atau justru menutupi masalah ini dari sang suami. Tetapi untuk kembali membohongi suaminya itu, rasanya Ara sudah tidak memiliki keberanian. Dia takut jika suaminya itu justru akan meninggalkan dirinya setelah tahu tentang permasalahan yang akan ia ungkap saat ini.


"Sebelum itu, apa kamu akan tetap mencintaiku walau tahu aku adalah anggota mafia? kamu belum tahu tentang asal usul kelompok kami, 'kan?" tanya Ara dengan berani.


Sebelum jujur akan hal itu, Ara ingin memastikan apakah suaminya itu dapat menerima identitas dirinya yang sebenarnya. Ali harus tahu tentang kelompok Deadly Scorpion dulu sebelum dia membicarakan masalah yang ia tutupi 5 tahun yang lalu. Sebab masalah itu juga berkaitan dengan kelompok mafianya.


"Aku terima kamu, Moon. Aku mencintai kamu, sungguh. Apa kamu meragukanku?"


Mendengar jawaban beserta pertanyaan sang suami, Ara hanya tersenyum tipis dan menggeleng. Wanita itu bangkit dari pangkuan sang suami lalu duduk menghadap laki-laki yang sudah ia miliki jiwa dan raganya itu.


"Sun, apa kamu masih ingat dengan tragedi yang menimpa kamu 5 tahun silam?" tanya wanita itu dengan lembut.

__ADS_1


Ali terlihat berpikir. Mencoba mengingat apa yang terjadi 5 tahun lalu. Kejadian itu sudah lama, mungkin ia melewatkan sesuatu. Tetapi dari ucapan Ara yang menyebut kejadian itu adalah tragedi. Ia hanya mengalami satu tragedi yang hingga saat ini sulit dia lupakan.


"Kamu tahu aku mengalami tragedi 5 tahun yang lalu? apakah Ibu bercerita padamu?" tanya Ali heran.


Dari mana istrinya itu tahu tentang kejadian yang membuatnya kehilangan calon masa depannya. Kejadian yang membuatnya trauma dengan adegan kekerasan. Bahkan sampai sekarang, ia masih sering ketakutan ketika melihat orang berkelahi.


Gelengan kepala sang istri membuat Ali semakin kebingungan. Jika bukan karena sang ibu yang bercerita, lalu siapa lagi? tidak mungkin Syifana yang cerita. Karena saat itu Syifana masih berusia 13 tahun.


"Lalu siapa yang cerita?"


"Aku ada di tempat kejadian itu, Sun. Aku adalah Aracelia Daneen Gunawan atau biasa di sebut Nona Ace, adik seorang ketua mafia Deadly Scorpion. Kelompok mafia yang juga kekasihmu bergabung disana," jelas Ara dengan wajah sendunya.


Mendengar pengakuan dari istrinya, Ali terkejut. Laki-laki itu mundur dari posisinya lalu bangkit. Dia berdiri dengan keadaan limbung. Istrinya tiba-tiba membahas tentang kekasihnya dulu. Apakah Ara juga mengenal Sila, wanita yang dicintai olehnya selama ini?


"M-maksud ka-mu, Sila?"


Wanita itu mengangguk, membuat Ali membekap mulutnya sendiri. Dia sama sekali tidak percaya bahwa kekasihnya itu juga bergabung dengan kelompok mafia. Kelompok yang ia yakini berkaitan dengan kekerasan. Apapun misinya, mereka pasti mempunyai sisi lain di dalamnya.

__ADS_1


Melihat suaminya dalam kondisi limbung, Ara bangkit lalu mendekati sang suami. Dengan cekatan wanita itu menggandeng suaminya untuk duduk di ranjang king size itu. Ali hanya menurut tanpa memberikan penolakan. Dia sangat terkejut dengan kenyataan yang ia ketahui saat ini.


Ara duduk di samping Ali yang masih terlihat syok. Wanita itu mengelus lengan suaminya agar laki-laki itu merasa tenang. Dia sangat paham jika suaminya itu belum bisa menerima kenyataan yang ada.


Ali menoleh menatap sang istri. "Lalu, kamu kenal Sila?" tanya Ali mengintrogasi.


Ara yang awalnya menghadap wajah Ali, kini membuang muka. Wanita itu tidak kuasa menahan kesedihan yang terpancar dari sorot mata suaminya itu. Dia sangat yakin bahwa secinta apapun suaminya itu padanya, laki-laki itu juga masih sangat mencintai Asila.


"Asila adalah sahabatku, Sun. Dia satu-satunya temanku yang bisa menerima baik burukku. Aku kenal dia sejak kami duduk di bangku SMP. Dia memutuskan terjun ke dunia kami sejak dia melihatku latihan bersama Reiner. Dia sangat ingin membantuku dan kelompokku dalam menumpas kejahatan," Ara menjelaskan awal perkenalan mereka.


"Jadi, Sila bersamaku setelah dia bergabung dengan kelompok kalian?" Ali terus bertanya tentang segala yang ingin dia ketahui.


"Jauh sebelum bersamamu, Asila sudah menjadi bagian dari kami."


"Lalu, sedang apa kamu ada di tempat kejadian yang menimpaku dan Asila 5 tahun silam?"


"Aku ...."

__ADS_1


Kakak-kakak Readers mampir juga yuk ke karya temenku.



__ADS_2