
Mobil yang di tumpangi oleh Reiner kini memasuki gerbang tinggi mansion utama. Mobil berhenti tepat di depan pintu mansion. Reiner dan Ferry keluar dari mobil lalu mobil itu kembali berjalan untuk memasuki garasi besar yang terdapat deretan mobil mewah dan tentunya berharga fantastis.
Pria tampan yang kini dengan raut wajah lesu itu berjalan masuk ke dalam mansion. Dari dalam, seorang gadis kecil berusia sekitar 4 tahun berlari ke arahnya. Gadis kecil itu merentangkan tangannya untuk menyambut kedatangan sang ayah dengan pelukan. Ferry hanya menonton pertemuan orang tua dan anak itu setelah berpisah jauh. Tuan Mudanya itu memang sangat menyayangi putri semata wayangnya.
Melihat putri kecilnya dengan wajah bahagia, Reiner langsung berganti mimik wajahnya yang tadinya lesu menjadi tersenyum lebar. Pria itu menyambut pelukan sang anak dan mengangkat gadis kecil itu ke atas. Mencium kedua pipi mungil itu bergantian. Rachel terkikik geli saat sang ayah menciumnya.
Dari dalam seorang wanita cantik berjalan mendekati mereka. Reiner yang melihat kedatangan sang istri, sebenarnya sangat ingin bertanya tentang apa yang mengganjal di hatinya. Namun dia urungkan, karena dia sadar bahwa putrinya tidak boleh melihat atau mendengar mereka berdebat lagi.
"Rei, kau sudah pulang?" tanya wanita itu dengan lembut.
Pria itu hanya tersenyum tipis tanpa menjawab pertanyaan basa-basi dari sang istri. Sudah jelas dia berada disana, untuk apa sang istri bertanya tentang kepulangannya. Padahal istrinya itu juga sering melakukan hal itu, dulu. Perasaan Reiner yang sedang kalut, yang membuat dia berbeda.
Reiner berjalan masuk dengan tetap menggendong putrinya. Di belakang, Ferry tetap mengikuti tuan mudanya itu hingga duduk di ruang tamu. Sekretaris di kantor sekaligus tangan kanan Reiner di klan mafia itu setia berdiri di samping Reiner.
Sementara Imel, wanita itu kebingungan dengan sikap sang suami yang berbeda dari biasanya. Jika biasanya Reiner akan memeluk dan menciumnya ketika tiba dari perjalanan jauh, kini suaminya itu terlihat benar-benar cuek dan mendiamkannya. Wanita itu mengikuti langkah sang suami dan duduk di kursi tunggal yang ada di depan suami dan anaknya.
"Ahel, Oma dimana?" tanya Reiner pada gadis kecil yang duduk di pangkuannya.
"Oma di kamal, Papa." Rachel memainkan jari-jari Reiner dengan gembira.
"Oh, putri kecil papa ini, apakah mau membantu papa?" tanya Reiner seraya menowel hidung mancung putrinya.
__ADS_1
Rachel langsung bangkit dari pangkuan sang ayah, gadis itu duduk sendiri di samping ayahnya. Reiner sampai gemas saat melihat tingkah sang anak.
"Bantu apa, papa?" tanya gadis itu dengan tingkah lucunya.
"Bantu ajak Oma jalan-jalan, sama suster. Papa mau minta belikan kue kesukaan papa yang ada di Cafe favorit Ahel," ujar Reiner dengan mengikuti gaya bicara sang putri.
Gadis kecil itu langsung mengangguk, turun dari kursi dengan hati-hati lalu berlari menaiki tangga. Ferry yang peka dengan isyarat mata tuan mudanya, segera mengejar anak tunggal dari pemimpin RAS Entertain itu.
Kini di ruangan itu hanya tinggal sepasang suami istri yang masih saling diam. Belum ada satupun kata yang keluar dari mulut mereka masing-masing. Reiner bangkit dari posisinya, lalu berjalan menaiki tangga untuk masuk ke dalam kamarnya. Imel langsung mengikuti langkah besar suaminya itu. Wanita berparas cantik alami walau tanpa make up yang menempel di wajahnya itu ikut masuk ke dalam kamar bersama sang suami.
Imel menutup pintu lalu mendekati suaminya. Wanita itu berniat untuk membantu sang suami untuk melepaskan jas dan kemeja yang di pakainya. Dia berpikir bahwa suaminya itu akan membersihkan tubuhnya. Namun, niat baiknya itu di tolak oleh Reiner.
Tingkah sang suami yang berbeda dari biasanya membuat Imel menundukkan kepala. Wanita itu merasa ada sesuatu yang mengganggu pikiran sang suami, hanya saja dia tidak tahu masalah apakah yang membuat suaminya itu mendiamkannya sejak awal kedatangannya.
Reiner yang merasa jengah dan sebenarnya tidak ingin memulai pembicaraan memutuskan untuk kembali beranjak. Pria itu berjalan memasuki kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Sebelum itu, Reiner bahkan sudah lebih dulu mengambil setelan baju ganti untuk di bawa ke dalam kamar mandi. Hal yang tidak pernah di lakukan oleh pria itu, membuat sang wanita semakin merasa aneh.
Imel hanya bisa menatap sang suami yang berada di balik dinding kamar mandi dengan perasaan sedih. Dia merasa tidak melakukan kesalahan, akan tetapi tiba-tiba suaminya itu mendiamkannya tanpa sebab yang jelas.
Beberapa saat kemudian, Imel tetap setia pada posisinya duduk di sofa sampai sang suami selesai membersihkan diri. Pria itu keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian santainya. Dia terlihat memejamkan matanya sejenak dan membuang nafas kasar. Mendiamkan sang istri nyatanya hanya membuat perasaannya semakin tidak karuan.
Reiner mendekati istrinya yang masih duduk di sofa, persis seperti posisi sejak dia tinggalkan tadi. Tidak berubah sedikitpun. Pria yang menggunakan kaos hitam dengan lengan panjang itu duduk di samping istrinya. Menatap tajam istri yang sangat di cintainya itu. Wajah polos itu, kenapa bisa bersikap kejam kepada sesama wanita. Apakah benar dengan apa yang dia lihat di Vidio itu, bahwa sang istri terlibat dalam aksi kejahatan yang menimpa mantan kekasihnya.
__ADS_1
"Mel," panggil Reiner menatap lurus ke depan.
Pria itu tidak sanggup lagi untuk menatap wajah polos istrinya, wanita yang selama ini berkelakuan baik dan sangat bijaksana dalam bersikap. Dia benar-benar tidak bisa mempercayai apapun yang menjadi praduganya.
Sementara Imel yang di panggil hanya dengan sebutan namanya saja oleh sang suami, terpaksa mengukir senyum tipis. Tidak menyangka hal apakah yang membuat suaminya itu benar-benar berubah total. Biasanya sang suami akan memanggilnya dengan sebutan Sayang, dalam keadaan marah sekalipun.
"Kamu tidak ingin menjelaskan sesuatu padaku?"
Reiner memulai pembicaraan dengan menanyakan sesuatu yang membuat istrinya semakin tidak mengerti. Memang dia harus menjelaskan apa? Untuk mencerna apa yang terjadi saat ini saja, pikirannya belum sampai kesana, dia belum mendapatkan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang singgah di hatinya sendiri. Lalu, sekarang suaminya justru meminta penjelasan dari dirinya tentang hal yang benar-benar belum dia ketahui.
"Jelaskan tentang apa, Rei?" tanya Imel dengan ekspresi bingung.
"Tentang kejadian 8 tahun yang lalu, di puncak Bogor!" seru Reiner dengan nada tinggi.
Wanita itu terkejut saat sang suami menyebutkan waktu dan tempat itu. Imel terdiam dengan mata terpejam. Rahasia yang selama ini dia tutupi, akhirnya di ketahui oleh sang suami.
Bersambung...
Kuy mampir ke karyaku yang lain, di novel itu dengan peran utama Alvino Maladeva dan Syifana Mahendra lho! Eh, aku kasih bocoran kalau Alvino sekarang jadi pengantin baru! Hayo, siapa yang mau tahu gimana bisa Aldev bisa move on dari Ara. kuy mampir ke karyaku dengan judul *Dendam Cinta Tuan Alvin* kalian bakal dapat kejutan antara, kesel, seneng, sedih dan bahagia deh! Campur aduk pokoknya. Stay Tune juga di kisah RIC.
__ADS_1