Rahasia Istri Culunku

Rahasia Istri Culunku
Perintah papi


__ADS_3

"Ada apa, Mam?" tanya seseorang yang baru datang ke kamar orang tuanya.


Mami Jane yang sedang sibuk dengan hairdryer untuk mengeringkan rambutnya itu menoleh. Ketika melihat sang putra tengah berjalan ke arahnya, wanita paruh baya itu meletakkan hairdryer yang di pegangnya ke atas meja rias.


"Duduklah." Mami Jane menunjuk sofa panjang yang ada di kamar itu dengan dagunya.


Laki-laki dengan rambut lebatnya itu menurut, segera mendudukkan dirinya di sofa yang di tunjuk oleh sang ibu. Reiner menyilangkan kakinya dan bersandar di sandaran sofa empuk itu, sambil menunggu sang ibu yang tengah berjalan menghampirinya.


Mami Jane mendudukkan dirinya di samping sang putra, menatap dalam-dalam wajah putranya yang terlihat sedang sedikit kesal.


"Kau kenapa, Rei?" tanya Mami Jane penasaran.


"Tidak apa-apa, Mam. Hanya sedang kelelahan saja," jawabnya singkat.


Mami Jane mengangguk. "Jadi kau tidak bisa melakukan apa yang di perintahkan oleh Papimu?"


Pria yang sedang menyandarkan tubuhnya itu kini merubah posisi menjadi tegak. "Memangnya, Papi menyuruh apa?"

__ADS_1


"Papi menyuruh kamu, untuk pergi ke LA," ujar Mami Jane menyampaikan.


Reiner memicingkan matanya. "Ada urusan apa, disana?" tanya Reiner penasaran.


Selama ini dia tahu, dimana saja bisnis dan semua klan sang ayah berada. Los Angeles bukanlah salah satu tempat kekuasaan pria paruh baya itu.


"Papi menyuruhmu untuk bertemu seseorang, tetapi kau harus berangkat sendiri." Mami Jane bangkit lalu berjalan menuju lemari besar.


Wanita paruh baya itu mengambil sesuatu dari tempat itu. Membawanya ke hadapan sang putra. Begitu mereka berhadapan, Mami Jane menyodorkan benda yang di pegangnya pada putranya itu.


"Ini apa, Mam."


Reiner segera membuka benda tersebut. Dia begitu terkejut saat melihat di dalamnya ada sebuah foto yang tidak asing baginya. Laki-laki itu membolak-balikkan foto yang ada di tangannya.


"Bukankah ini–"


Mami Jane menganggukkan kepala. "Mikayla Jakson, calon istrimu dulu." sela Mami Jane sebelum Reiner selesai dengan ucapannya.

__ADS_1


Laki-laki itu langsung meletakkan foto yang di pegangnya ke atas meja. Teringat dengan apa yang di lakukan gadis itu padanya dulu, begitu menyakitkan. Gadis itu egois dan sama sekali tidak pantas untuk dia kenang lagi. Namun, nyatanya dia memang masih mengingat gadis itu.


Reiner berusaha menahan amarah yang tiba-tiba kembali merasuki dirinya. Penghianatan sang kekasih membuat dia hampir kehilangan semuanya. Deadly Scorpion, RAS Entertain, bahkan jati dirinya sendiri. Beruntung dia bertemu dengan Imel, istrinya sekarang. Wanita yang dengan sabar menariknya untuk bangkit.


"Mikayla tidak seburuk itu, Rei!" seru Mami Jane saat melihat putranya meletakkan foto itu dengan kasar.


Reiner menoleh ke arah ibunya, walau dia tidak berani menatap mata sang ibu. Dia sedikit merasa kesal ketika mendengar ibunya membahas tentang seseorang yang menjadi masa lalunya.


"Maksud mami, tidak seburuk apa? Dia yang meninggalkan Rei, pergi bersama dengan musuh besar Rei saat itu. Dalam keadaan Rei hampir tewas karena terikat bom di sebuah gedung!" Rei berucap dengan nada tinggi.


Ini pertama kalinya untuk seorang Reiner berbicara dengan ibunya dengan nada tidak sopan. Jika saja di tempat itu ada sang ayah. Sudah di pastikan bahwa laki-laki itu akan mendapat hukuman yang setimpal.


Mami Jane sedikit tersentak saat putranya itu membahas tentang kejadian masa lalu, dia memang tidak terlalu tahu dengan kejadian itu. Sang suamilah yang menutupinya, karena tidak ingin jika Mami Jane melarang dia dan anak-anaknya berkecimpung di dunia keras seperti itu.


"Kenapa baru sekarang, kamu berani mengungkapkannya?"


Bersambung...

__ADS_1


Hay, Gays. Mampir kuy ke karya Kakakku. Cari akun dengan nama pena Lavinka.



__ADS_2