Suamiku Tercinta

Suamiku Tercinta
Kemenangan Mutlak


__ADS_3

"Kenapa Kak Ais, kenapa jengkel begitu mukanya, kenapa sini sama Sofi, kenapa?" ibu hamil besar itu melangkah dengan hati-hati. "Kenapa, Kakak marah sama kak Bas, hem, iya, ngaku sama aku sini?!" kembali dia rentangkan kedua tangannya. "Sini biar aku yang kasih tahu kak Bas, dia nurut kok sama aku!"


Aisyah menurut saja, toh ini adik ipar sekaligus adik kandung dari suaminya, tentu dia bisa berbagi rasa dengan ibu hamil gemas ini, apalagi dipastikan dia akan mendapatkan dukungan penuh.


Kedua tangan yang direntangkan diterima baik dan mendapatkan balasan pelukan yang indah, dia pun mengadukan semua yang dia rasakan pada sang adik ipar, aduannya sampai mendapatkan respon yang cepat.


Shafiyah berjalan ke arah Baskara yang menggendong Rasyah sembari berbincang bersama Nakula, dia pegangi perut besarnya, benih Nakula memang super hingga anak di dalam kandungannya tumbuh lebih besar.


"Kakak diapain itu kak Aisnya, hah?" dia langsung menegur dimuka. "Kak Bas apain dia, kok sampe mukanya masam gitu, kenapa bisa manyun nggak manis lagi, Kakak apain dia?"


Nakula menarik pinggang sang istri, mereka sedang berbicara serius, tiba-tiba sang istri bergabung dan menyerbu dengan banyak pertanyaan yang menyesakkan.


"Baby, why?"

__ADS_1


"Kakak Ula, ssst ... biar aku yang bicara sama Kak Bas, dia ini harus menjawab dan wajib dihukum kalau tidak menjawabnya, khusus aku!" dengan entengnya Shafiyah menjawab pertanyaan sang suami, dengan satu jari telunjuk ditempelkan di bibir kecoklatan itu dan dia usap-usap lembut. "Kak Bas jawab!"


"Baby-"


Baskara tekan bahu Nakula, di dunia ini memang Baskara tak akan pernah menolak pesona ibu dan adiknya, sama seperti Aisyah. Dia memberikan tanda lewat sudut mata, biarkan dia menangani adiknya ini selagi memang mereka ada waktu luang yang banyak, itu sudah hal terbaik dalam hidupnya.


"Haruskah aku jawab?"


Shafiyah mengangguk yakin. "Aku memang mau dijawab sama Kakak, ayo!"


"Kakak mau kak Ais hamil lagi, kan dia lagi hamil, gimana bisa hamil lagi, belum melahirkan loh, Kak Bas yakin?"


"Wanita hamil itu seksi, apalagi hanya aku yang bisa melihatnya, uhuuuy begitu, ya kan Nak?" Baskara tahu adik ipar lelakinya tak akan bisa berkutik, mau mendukung salah satu juga tak mungkin, dia hanya bisa tersenyum dan mengangguk samar. "Lihat, suamimu mendukung ku!"

__ADS_1


"Kak Ula!" Shafiyah manyun-manyun. "Kakak juga mau aku hamil lagi, iya? Kan aku masih hamil, Kak Ula!"


Baskara tergelak melihat wajah bingung Nakula, dia bisa memutar titik sasaran kesalahan, kini dia tak akan disalahkan atau diserbu oleh pertanyaan sang adik yang bisa membuat dia lumpuh karena salah.


Baskara lewati sambil menjulurkan lidahnya pada Nakula, menggapai tangan Aisyah yang sudah siap menerima uluran darinya, tahu bila kemenangan suaminya sangatlah mutlak, dia harus menerima saja.


"Aku benci ini!"


"Sofiii, bukan begitu, jangan benci nanti aku rindu!"


"Tapi, tadi dukung kak Bas!"


Nakula raup wajahnya, dia memeluk tubuh ibu hamil itu.

__ADS_1


"Aku cuman sayang sama kamu, dukung kamu!"


__ADS_2