Suamiku Tercinta

Suamiku Tercinta
Untuk Rindu


__ADS_3

Ya, satu minggu waktu yang Baskara aturkan agar adiknya bisa kembali ke rumah utama, bukan berpikiran buruk soal ibunya yang merindu dan ingin sekali Saka ke sini, tapi lebih ke pikiran positif di manapun jiwa dan hati seorang ibu selalu akan merindukan anak-anaknya, tak peduli berapa umur anak itu dan berada di mana, kalaupun anaknya itu telah tiada, seorang ibu pasti kalau bisa menukar nyawanya, biar dia saja, dari sana Baskara bertekad membawa adiknya kembali, untuk urusan wasiat pembagian usaha akan dia urus nanti bersama Nakula.


Ya ampun, A-isyah ini memang menggemaskan, bisa-bisanya dia tidur tanpa menutup kancing dada begitu, kan aku jadinya mau, hish!


Baskara mengumpat dalam hati, ada Rasyah di dekat Aisyah, mereka sama-sama terkapar tak sadar, beruntung istrinya pengertian, sebab menjadi istri dari anak pertama seperti Baskara bukanlah hal mudah, banyak yang harus dikorbankan dan tentu saja tak bisa seperti istri lainnya.


"Nda, ditutup dulu, nanti nyamuknya mau nen juga!" bisiknya sensual.


"Emmm, apanya yang nyamuk, Yanda?" Aisyah membalas, posisi matanya masih terpejam. Kedua tangan Aisyah mengucek kelopak matanya yang berair, begini kalau Baskara tak ada di rumah dan sibuk, dia akan tidur bersama Rasyah, resikonya bocah itu akan terus meminta dia membuka area dada. "Tidak ada nyamuknya!"


"Ada, Nda ... ditutup ah, Yanda cemburu kalau itunya dilihat nyamuk!" Baskara angkat sedikit bahu sampai kepala Aisyah, dia rapatkan baju itu hingga bagian dada Aisyah tertutup lagi.

__ADS_1


"Anan, Yandaaa, anan, unyak atuh, nen atuh ... huaaah!" bocah kecil mirip berwajah bak rembulan itu merengek protes, dia tak mau ada yang mengganggu malamnya, apalagi tadi bundanya berkata sampai pagi bisa bermain di lokasi asupannya. "Aaaaanaaaaan, Yandaaa!"


Aisyah mengerjap, dia buka matanya lebar, dengan gerakan lembut dia tepis tangan Baskara, merengkuh tubuh Rasyah dan kembali memberikan apa yang Rasyah mau, begitu pucuknya dia berikan, Rasyah langsung diam, dia tidak mau Yandanya mendominasi.


"Ck, kalian ini, Yanda kan jadinya panas," gerutu Baskara sambil melangkah menjauh dari ranjang, samar-samar Aisyah tersenyum.


***


"A-isyah, apa tidak masalah kalau aku mengurus semua ini dan mungkin nanti aku akan terbang ke sana, tapi aku janji kontrol dan lahiran, akan ada di dekatmu, hem?"


"Emuah, aku juga berdoa anak-anak kita bila nanti ada lelaki selain Rasyah, mereka mendapatkan istri yang baik sepertimu, anak kita yang nanti perempuan jug-"

__ADS_1


"Sebelum aku aamiinkan, Yanda mau anak berapa sebenarnya sih?" Aisyah cubit perut suaminya, hari ini Baskara akan ke rumah utama memberi kabar pada ibu soal rencana matangnya membawa Saka dan Arsy pulang.


Baskara terkekeh, dia cium perut berisi anak keduanya itu, kemudian menyeringai. "A-isyah, kira-kira kau sanggup melahirkan berapa kali?"


Gluk,


Sementara di dataran lainnya, Saka mulai memeras tenaga dan otaknya, dia bekerja keras agar bisa menebus rasa rindu dari seorang ibu.


"Ya, Ibu kenapa menangis di sana?"


Suara ibu bergetar. "Kat-katanya Bas... kamu mau ke sini ya, hem? Naaak, tidak apa lebih dari seminggu, jangan diforsir, Ibu tidak mau kamu sakit, ya Sayang...."

__ADS_1


"Eheheheh, anak Ibu kan kuat, kalau tidak kuat, nanti ayah marah!"


Terdengar suara isakan di seberang sana, bersamaan dengan suara mengelus sang kakak yang mungkin memeluknya, menenangkan.


__ADS_2