Suamiku Tercinta

Suamiku Tercinta
Gara-gara Rendang


__ADS_3

Arsy justru terkekeh mendengar penuturan sang suami, jiwa ibu akan tetap seorang ibu sekalipun hatinya memberontak rindu, walau semua sesak dan tak mendukungnya, di sana ibu pasti kelabakan memikirkan kesehatan Saka.


"Ibu nggak tahu kalau di sini ya aku punya pasukan, Sy. Jadi, cemas minta ampun, tanya aku udah makan atau belum, terus aku lagi apa, aku bales malem pun sama ibu itu dijawab, kan artinya ibu kalau bangun malam itu terus ngecek hape, balesin anak-anaknya, ibu emang nggak pernah berubah, semoga nanti kamu bisa mencontoh hal baik ini ya, Sy..." Saka usap lembut kepala istrinya, memainkan rambut Arsy yang menjuntai ke depan sembari mengecupi kening wanita hamil itu. "Kamu seneng nggak kalau kita bakal di sana lama, hem? Terus kamu seneng nggak misal aku kerja ke sini sama kak Bas, terus kamu ditinggalin, nggak ada kaba-"


"Abang kan janji bakal kasih kabar kapanpun itu, iya kan?" Arsy bekap mulut suaminya yang terus saja mengoceh senang, begitu kalau sudah membahas ibu, sebenarnya Saka pun ingin dekat ibunya sejak ayah meninggal. "Awas ya kalau nggak dengerin nasehatnya kak Bas, nanti anaknya jadi nggak kenal sama kamu, mau?"


Saka terkekeh dengan ancaman dari istrinya itu, dia semakin mengusel gemas pipi Arsy, lalu turun mendekat ke perut, menciumi area sensitif itu sampai Arsy menggeliat pelan, lama-lama dia panas sendiri dengan gerakan sensual sang suami.

__ADS_1


Astaga, ingin Arsy tarik saja telinga suaminya itu, asal ibu tahu saja di sini Saka masih ada waktu luang meskipun hanya tiga sampai empat jam, berbincang dengan sang istri, lalu terjaga lagi, tidur pun hanya dua jam, itu pun tak tenang, Saka bahkan mengonsumsi banyak asupan vitamin untuk tubuhnya yang mulai rapuh.


Di seberang sana, Nakula dan Shafiyah sampai bingung dengan aktivitas ibunya, belanja banyak sekali, dua kulkas besar di dapur sampai tidak muat, belum lagi kamar Saka yang dia renov kecil-kecilan, ditambah lagi isian lemarinya, memasang sprei terbaru yang harganya luar biasa, semua ibu kerahkan di rumah ini agar membuat kamar Saka jauh lebih bagus, dia mau anaknya pulang dan bisa tidur nyaman.


"Ibu masak apa ini, banyak sekali sih!" Nakula kepo, masih pakai piyama tidurnya, shubuh-shubuh harus disiksa karena aroma masakan yang luar biasa menggugah selera. "Buu, masak apa ini, aku ya mau!"


Ibu berikan sedikit, Nakula langsung mengerjap kegirangan, sumpah ini enak sekali, dia mau meminta yang banyak, dia mau serakah intinya.

__ADS_1


Shafiyah tersenyum, dia menepuk kecil kepala suaminya, dia usal lembut juga, menenangkan anak kecil yang tengah mengaduh karena tak diberi apa yang dia mau.


"Buatkan untukku!"


"Iya, nanti Sofi buatkan, mana pernah Sofi tidak membuat yang enak untuk suaminya. Memangnya ibu masak apa sih, Sayangku Ulaaa?"


Nakula mendongak, dia curi kecupan di bibir istri gemasnya itu, lalu kembali memberengut karena ada yang dia mau.

__ADS_1


"Ibu buat rendang asli pedas, dagingnya empuk, Sofiiii!"


"Ya ampun, itu yang ibu buat!" Ahahaah, khusus rendang aku tidak bisa, sialan.


__ADS_2