Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 10 Kebetulan


__ADS_3

Happy reading guys 😘


*********


Seperti biasa Jons melakukan aktivitasnya bekerja sebagai asisten Farhan di kantor mengerjakan perintah dari sang atasan, membacakan agenda meeting, dan hal-hal yang terkait dengan pribadi sang atasan. Semua perintah Farhan mutlak harus di kerjakan tidak ada alasan untuk membantah. Seperti pagi ini entah apa yang merasuki jiwa sih jelangkung batangan versi Jons, Farhan meminta Jons untuk memijat bahunya tanpa baju, gimana kalau karyawan kantor melihat adegan mereka? Mungkin rasa kekaguman terhadap si atasan dan asistennya kian memudar, kebanggaan mereka selama ini berubah menjadi sebuah rasa takut dan tidak percaya. Keperkasaan yang di miliki oleh Farhan dan Jons pria versi karyawan yang mode buta akan berubah menjadi cacian dan makian.


Karena hari ini tidak ada agenda meeting jadi jons harus relah melakukan perintah tak masuk akal dari sang jelangkung.


"Tuan, apakah tidak berlebihan, harus membuka baju segala?, bagaimana kalau Tuan masuk angin? Tanya Jons dengan bahasa tingkat kehati-hatian. Ia takut jika pertanyaannya itu akan membuat dirinya dalam kesusahan.


"Jangan membantah! Aku lebih tahu tubuhku daripada dirimu, oh, atau kau sedang malas dan tidak mau membantu meringankan beban bahuku ini" sarkas Farhan dengan tatapan tajam


Jons menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. "Maaf Tuan, saya salah, baiklah saya akan memijat Tuan tapi pintunya harus di kunci... Farhan langsung memotong pembicaraan.


"Tunggu, jangan bilang supaya kamu lebih leluasa untuk memegang tubuh indahku ini kan apalagi roti sobek yang aku miliki, oh yah dan satu lagi kamu memang salah karena sudah membantah seorang Farhan yang tak kenal kata salah" jelas Farhan panjang lebar.


"Gila nih orang, narsisnya gk tanggung-tanggung sekalian aja narsisnya sampai ke Pluto" umpat Jons kesal.


"Maaf Tuan Farhan, saya tidak suka makan roti sobek saya hanya suka roti bungkus saja Tuan" jawab Jons pura-pura polos sambil memijat bahu kekar Farhan.


"Nih orang pura-pura polos atau mau ngerjain gue sih" gerutu Farhan dalam hati.


Dengan cepat Farhan meraih tangan Jons dan mengarahkan ke perutnya sambil mengelusnya, Jons memberontak tapi kekuatan Farhan tak sebanding dengan dirinya, Farhan ingin mengerjai Jons karena sudah menghina roti sobeknya.


Jons menelan ludah kasar, bagaimana pun juga Jons adalah wanita normal, melihat keindahan surga membuat imannya menurun drastis.


"T-tuan, a-apa yang kau lakukan? Tanya Jons gugup tingkat Dewi.


"Tidak, aku ingin kau mengelus perut dan dadaku, supaya kau tahu bahwa roti sobek yang kumiliki lebih enak daripada roti bungkus kampungan itu" jawab Farhan berdiri menghadap Jons. Ia mendekati Jons yang sudah mundur dan bersandar di dinding , Jons gemetar matanya melotot kearah Farhan.


"Apa yang si jelangkung lakukan padaku? Oh Tuhan, buang hantu di depanku ini" ujar Jons dalam hati.


"Tuan ini tidak benar, apa yang kau lakukan? Jangan seperti ini Tuan! Ucap Jons pada Farhan yang sudah menghimpit tubuh Jons di dinding.


Farhan tersenyum devil ia ingin memberi hukuman dengan cara menggertak Jons. Farhan menatap mata indah milik Jons mata bulat, dengan bulu mata yang lentik , ia mendekatkan wajahnya hembusan nafas menyapu kulit Jons yang putih bersih Jons dengan tubuh gemetar hanya menutup matanya.


Cup


Satu kecupan mendarat di bibir ranum milik Jons, kemudian Farhan ******* bibir mungil Jons, tidak sampai di situ Farhan memperdalam lumatannya walaupun Jons tidak membalasnya.


"Shiit!! Ade gue pake bangun segala lagi, rencananya mau memberi hukuman mala aku yang kena hukum".


"Apa yang gue lakukan? Jangan bilang gue bernafsu sama cowok, aaakkkhhh" teriak Farhan frustasi.

__ADS_1


"Tu-uan jangan seperti ini, kau mencium sesama jenis" ujar Jons mendorong dada Farhan.


Tok tok tok


Terdengar suara pintu di ketuk.


"Tu-uan ada orang sebaiknya cepat pakai baju anda Tuan saya akan membuka pintu" ucap Jons lalu bergegas ke arah pintu, sedangkan Farhan sudah memakai pakaiannya dan duduk di kursi kebesarannya.


Ceklek


Pinta terbuka terlihat wanita cantik dan seksi masuk ke dalam ruangan laknat itu.


"Sayang, aku merindukanmu" ujar sang wanita dengan lembut lalu menghampiri Farhan dan duduk di pangkuan Farhan, siapa lagi kalau bukan si wanita ular Clara.


"Selamat" Jons dalam hati. "Saya permisi Tuan" ucap Jons sopan lalu keluar dari ruangan yang memabukan.


"Sayang aku merindukanmu" ucap Clara dengan nada sensual


Cup.


Satu kecupan mendarat di bibir Farhan, Farhan tersenyum sumringah, bagaimana tidak ia hampir saja melakukan dengan sesama jenis.


"Aku juga merindukanmu Clara" balas Farhan menarik tengkuk Clara lalu ******* rakus bibir sang kekasih.


Di lain sisi Jons sedang menahan amarah yang akan meluap-luap


Satu pukulan ia layangkan di dinding ruangannya


"Brengsek kau Farhan, dasar jelangkung batangan, terong rebus, singkong gosong, aaakhh ciuman ketiga gue" umpat Jons kesal.


Hahahah Jons ciuman ketiga aja lo songong banget, author aja belum pernah sama sekali 😁


Ting (notifikasi masuk)


Jons segera mengambil hpnya di meja kerjanya ia membuka pesan tertera no baru


@ " Jons tolong aku, aku demam gk ada siapa-siapa di sini"


From Nadia 😤


"Oh ya ampun gue harus kesana segera".


Jons mengirim pesan ke Farhan karena ia tidak mungkin ke ruangannya karena ada si ular betina.

__ADS_1


Jons berjalan dengan langkah cepat bahkan sapaan para karyawan tak ia tanggapi wajahnya tersirat rasa kekhawatiran yang cukup dalam


"Semoga kau tidak apa-apa Nadia, entah ada apa dengan gue, yang penting jangan sampai kau kenapa-kenapa, gue gk bisa tenang kalau begini, tapi gk mungkin gue suka sama wanita gue kan wanita, yah kali bunga sama bunga seharusnya bunga sama batang dong" gumam Jons, sekalipun khawatir tetap saja ia tidak akan menyimpulkan bahwa ini adalah cinta karena ia masih normal nyatanya bersama Farhan tadi ia sangat terangsang dengan cumbuan singkat dari Farhan.


"Anggap aja masalah tadi adalah sebuah percobaan bahwa gue masih normal, tapi tetap saja gue harus beri hukuman buat sih terong rebus itu".


Jons sudah sampai di depan apartemen Nadia, ia memencet bel


Ting nong, ting nong, ting nong


Jons menekan tombol agak tidak sabaran, wajahnya pucat pasih setelah menerima pesan dari Nadia entah apa yang Nadia berikan sehingga membuat Jons begitu khawatir.


Ceklek


Nadia berlari menghampiri Jons di gerbang depan ia membukanya kemudian mengajak Jons masuk kedalam apartemen yang begitu rapi serta tidak lupa musik kesukaan Nadia lagu Jessie Nunu Nana.


Jons melihat Nadia tampak bingung, bagaimana tidak Nadia menyuruhnya datang karena Nadia sedang demam dan sekarang ia terlihat baik-baik saja bahkan urusan dengan sang atasan yang kelewat batas ia tinggalkan demi wanita baru beberapa hari ini ia temui.


"Apa maksudnya ini, Nadia?, Apa kau berbohong padaku?" Tanya Jons dengan tatapan membunuh, bagaimana tidak ia begitu khawatir sedangkan objek yang satu ini baik-baik saja, dan terlihat tanpa dosa.


"A-aku minta maaf, tapi aku beneran demam, makanya aku sedang memutar lagu Jessie untuk dance karena itu adalah obatku ketika aku sedang demam" jelas Nadia tertunduk takut, air mata mulai menggenang.


"Apa kau tidak sedang mengerjaiku? Jangan macam-macam denganku Nadia!" Bentak Jons.


Runtuh sudah harapan Nadia ingin dance bersama Jons sang pujaan hati sampai ia bela-belain untuk berpura-pura sakit tapi mendengar bentakan itu nyalinya menciut seketika.


Hiks hiks hiks (Nadia terisak- mode sandiwara bereaksi)


"A-aku minta maaf" tutur Nadia dengan air mata buaya.


Karena tidak tega melihat wanita di depannya menangis satu kata suci keluar dari bibir sang tomboy.


"Maaf" satu kata terucap dari mulut Jons tanpa ia sadari, hatinya sakit mendengar tangisan itu. Jons meraih tubuh kecil Nadia, membawanya ke dalam dadanya


"Maaf, jangan menangis lagi, kau bilang kau ingin dance bukan? Tanya Jons menghapus air mata di pipi Diana.


"Iya aku ingin dance tapi... Nadia menatap Jons dalam-dalam.


"Tapi apa Nadia? Katakan!" Ujar Jons lembut. Entah apa yang merasukinya


"Kau harus dance bersamaku" dengan wajah memelas penuh dramastis.


"Baiklah, ayo kita dance" ajak Jons tersenyum, "karena dance adalah kesukaan gue juga apa salahnya hehehhe. Mereka pun memutar musik lagu Jessie Nunu Nana.

__ADS_1


**bersambung


Jika suka dengan ceritanya tolong beri vote, rate dan like nya yah guys 🤗**


__ADS_2