Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 146 Sendiri


__ADS_3

Happy reading 🤗


Sedekah Vote Seninnya dong


.


.


.


.


.


.


.


.


Hari berganti hari minggu pun ikut berganti sekarang sudah satu bulan lamanya kepergian Jons membuat Tuan Farhan berubah semakin dingin dan bahkan tidak pernah tersenyum kepada siapapun seakan tidak ada kehidupan lagi dalam dirinya.


Turun dari mobil yang di sopiri sekertaris Rio. Terlihat wajahnya yang datar bahkan wajahnya sudah di tumbuhi banyak bulu tebal pada rahang juga dagunya namun terlihat sangat tampan dan gagah.


Berjalan tegak di ikuti sekertaris Rio di belakang Tuan Farhan. Semua karyawan menunduk hormat tidak berani menatap wajah sangar Tuan Farhan. "Selamat pagi Tuan" sapa mereka namun tidak di balas oleh Tuan Farhan maupun sekertaris Rio.


"Menakutkan sekali" gumam mereka dalam hatinya.


"Astaga aku seperti tinggal di dalam neraka saja" lirih salah satu karyawan dengan tangan mengelus dadanya.


"Iya, tidak tahu kenapa Tuan Farhan berubah dingin seperti sekarang walaupun aslinya juga dingin tapi yang ini sangat menakutkan" bisik salah satu teman di sampingnya.


"Hussst! jangan bergosip atau kalian mau di pecat!" usir salah satu karyawan pria.


"Iya, iya aku tidak mau mendapat tempramen buruk dari Tuan Farhan" jawabnya dan langsung bergegas pergi ke ruang kerjanya mengerjakan tugas yang belum selesai.


"Ada agenda apa hari ini Rio?" tanya Tuan Farhan saat mendudukkan bokongnya di kursi kebesarannya.


"Jam 9 : 30 Tuan ada pertemuan dengan Model terkenal dari new York dia akan datang kemari... jam 11 ada rapat dengan perusahaan PT Surya untuk memperjelas perkembangan proyek di kota Surabaya" jawab sekertaris Rio.


"Apa itu saja?" tanyanya lagi sembari membuka dokumen di atas mejanya.


"Sesuai jadwal Tuan... hanya itu saja selebihnya adalah tanda tangan dokumen... dokumennya akan aku berikan nanti" jelas sekertaris Rio menatap wajah Tuan Farhan.


"Kasihan Tuan Farhan setelah kepergian Nona Jons... Tuan muda seperti mayat hidup saja" batin sekertaris Rio menatap kasihan Tuan Farhan.


"Baiklah kau keluar sekarang!" titah Tuan Farhan tanpa mengalihkan pandangannya dari dokumen yang ada di tangannya membacanya penuh seksama.


"Baik Tuan muda aku keluar dulu" ujar sekertaris Rio berjalan keluar dari CEO room sedangkan Tuan Farhan menghela napas panjang menyandarkan punggungnya di sandaran kursi kebesarannya. Tangannya terulur memijat pangkal hidungnya.

__ADS_1


"Ara apa kamu baik-baik saja di sana? aku sudah mencarimu kemana-mana tapi aku tidak menemukanmu... Ara aku selalu percaya kamu pasti masih hidup kamu tidak mungkin meninggalkanku kan..." lirih Tuan Farhan dengan menggenggam berkas di tangannya kuat. Matanya mulai memerah menahan air matanya yang akan terjatuh.


Tak berselang lama pintu ruangannya di ketuk cepat-cepat Tuan Farhan menetralkan kembali ekspresi wajahnya menjadi dingin.


Tok tok tok tok


Tok tok tok tok


"Masuk!" jawab Tuan Farhan dari dalam, seseorang langsung membuka pintu terlihat seorang wanita tinggi ramping dengan pakaiannya yang super ketat hingga terlihat lekuk tubuhnya bahkan jika menunduk sedikit saja dua silikonnya hampir keluar.


Tuan Farhan hanya menatapnya datar kala wanita itu melempar senyum termanisnya.


"Oh Nona Karina silahkan duduk" Tuan Farhan beranjak dari kursi kebesarannya berjalan ke arah sofa mempersilahkan wanita bernama Karina untuk duduk.


"Ah yah terima kasih Tuan" jawab Karina tersenyum tipis.


"Cih! akan ku taklukan dirimu itu Tuan Farhan! berani sekali kau mengacuhkanku..." batin Karina menatap kesal pada raja Iblis namun pria itu hanya menarik sudut bibirnya nyaris tidak terlihat.


"Ada apa Nona Karina datang kemari bukankah sudah jelas perjanjian kita?" tanya Tuan Farhan dengan kaki kanannya terangkat menindih kaki kirinya. Tangannya di lipat di atas perutnya.


"Mmm... perjanjiannya memang benar tapi bolehkah jika masa kontraknya di perpanjang dua tahun Tuan Farhan?" nego Karina menampilkan senyum tipisnya. Berusaha meluluhkan hati Tuan Farhan yang dingin itu.


Tuan Farhan menatap datar wajah Karina membuat wanita seksi itu menelan ludahnya kasar. "****!" umpatnya dalam hati.


"Tergantung keberuntungan anda Nona Karina... jika kinerja anda bagus maka kontraknya akan di perpanjang... apa itu saja yang Nona Karina ingin katakan jika tidak ada silahkan anda keluar" jelas Tuan Farhan datar tangannya terulur ke depan mempersilahkan Karina untuk keluar lebih tepatnya mengusirnya secara halus. Sebenarnya dirinya sudah tahu kedatangan wanita ulat itu bukan hanya menanyakan tentang kontrak kerjasama melainkan lebih merayu dirinya.


"Heh! jangan harap kau bisa menggantikan nama Ara di hatiku atau... jika kau ingin mati!" bisik raja Iblis dalam hati tersenyum devil.


"Itu saja, baiklah Tuan Farhan, kalau begitu saya pergi dulu" si wanita ular itu beranjak dari duduknya melangkahkan kakinya namun tiba-tiba saja ia sengaja menggelincirkan kakinya dan terjatuh di atas tubuh Tuan Farhan dan sontak saja membuat Tuan Farhan terkejut dengan mata membulat sempurna.


Bersamaan dengan itu pintu ruangan terbuka mata orang yang baru saja masuk melebarkan bola matanya melihat adegan yang sungguh tidak pantas untuk di lihat.


"Daddy!" teriak tiga kerucil menatap nyalang kedua manusia dewasa di sana.


Tuan Farhan segera mendorong tubuh Karina hingga terpental jatuh ke lantai.


"Aww sakit!" pekik Karina.


"Ini tidak seperti yang kalian lihat!" seru Tuan Farhan langsung berdiri wajahnya tampak khawatir dengan kedua tangannya terangkat ke depan menggoyangkan pelan menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan apapun layaknya suami yang baru ketahuan selingkuh.


"Kalau Daddy tidak melakukan apapun kenapa memeluk Tante tua itu?!" ujar Hamas sembari menunjuk ke arah Karina yang sudah berdiri.


"Hey siapa yang kamu sebut tua!" teriak Karina menepuk pelan bokongnya yang sakit.


"Kamu!" jawab Aulia dan Azhar bersamaan. Terlihat Karina menautkan gigi bawah dan gigi atasnya merasa kesal mendengar ucapan dua cecungut perusuh.


"Daddy selingkuh dali Mommy yah?" tuding Aulia mengerling kesal pada Tuan Farhan. Raja Iblis menggeleng cepat.


"Tidak! Daddy tidak selingkuh!" jawabnya tegas matanya melihat ke arah Karina tajam. "Keluar atau saya seret dari sini!" sambungnya tegas. Ia tidak mau anak-anaknya salah paham padanya.

__ADS_1


"Mana mungkin aku selingkuh dari Ara... apalagi dengan wanita jelek sepertinya. Silikonnya sih oke tapi... tidak senikmat punya Araku" batinnya dengan pemikirannya yang mesum. Heh dasar raja Iblis menyebalkan!.


Tiga kerucil berkacak pinggang menatap permusuhan pada Karina membuat nyali wanita model itu menciut seketika. Mencibirkan bibirnya sesaat kemudian menetralkannya kembali dengan senyum terindah. "Sabar, sabar. Tunggu sampai aku jadi Nyonya Farhan dan kalian tiga kurcaci pengganggu akan ku tendang kalian" sungut Karina. Tidak tahu saja jika para kerucil Iblis sangat licik dan banyak tipu muslihatnya.


"Baiklah aku akan keluar... tadi Tante tergelincir dan tidak sengaja jatuh jangan marah sama Daddy yah sayang" tutur Karina lembut, tangannya ia ulurkan ke depan ingin menyentuh kepala tiga kerucil namun dengan cepat mereka menghindar.


"Tante, kami tidak bisa terkena debu" ucap Azhar dengan wajah polosnya. Karina melotot ke arah Azhar mendengar Azhar mengatainya debu membuatnya sangat geram ingin sekali menyumpal mulut anak luknut itu menggunakan kaos kaki yang tidak pernah di cuci sebulan agar bisa sedikit di saring saat berbicara.


"Awas kau yah tunggu saja" batin Karina. Tuan Farhan menahan tawanya melihat wajah suram Karina.


Karina langsung keluar dari CEO room dengan menghentak-hentakkan kakinya di atas lantai.


"Sayang, yang kalian lihat tadi itu sebuah kecelakaan" kata Tuan Farhan menjelaskan kembali.


"Kami percaya sama Daddy" sahut Hamas. Ketiganya melangkahkan kakinya menuju sofa.


"Tapi Daddy harus hati-hati sama nenek rampir agar tidak kecorongan seperti tadi" ketus Azhar. Mereka menjatuhkan bokongnya di atas sofa. Tuan Farhan ikut duduk dengan ketiga anaknya.


"Baik sayang. Kenapa tidak bilang kalau mau ke kantor? biar Daddy yang jemput... siapa yang mengantar kalian di sini?" tanya Tuan Farhan.


"Kami tidak mau mengganggu Daddy jadi kami minta Uncle Licho yang antal kesini" jawab Aulia.


"Ah baiklah, kalian sudah makan?"


"Sudah" jawab ketiganya kompak.


"Daddy, besok kami akan sekolah apa Daddy mau mengantal kami?" tanya Aulia, matanya menatap harap pada Tuan Farhan.


Tuan Farhan mengulurkan tangannya mengelus kepala ketiga kerucil. "Tentu dong, anak-anak Daddy akan ke sekolah pertama kali jadi Daddy harus ke sekolah mengantar kalian" jelasnya tersenyum tipis.


"Terima kasih Dad kami sayang Daddy" antusias ketiganya dan langsung memeluk erat tubuh Tuan Farhan.


"Iiih Ria minggir dong! Abang tidak bisa memeruk Daddy nih!" tukas Azhar jengkel.


"Hahahaha, sini Daddy akan memeluk kalian bertiga" tawa Tuan Farhan dan langsung merentangkan kedua tangannya lebar memeluk tubuh mungil kerucil Iblis erat.


"Daddy sayang kalian" lirih Tuan Farhan.


"Sayang, lihatlah anak kita akan sekolah besok... cepatlah pulang agar kita sama-sama mengantar mereka aku merindukanmu" bisik Tuan Farhan dengan matanya yang mulai berkaca-kaca.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2