
Up lagi guys 🤗
Terimakasih teman-teman sudah mau membaca novel ku
Jangan lupa tinggalkan jejaknya yah guys biar Author semakin semangat nulisnya 😍😍
-
-
-
-
Happy reading 🤗🤗
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
-
-
-
Waktu yang di tunggu-tunggu pun tiba anggota black wolf langsung menuju tempat persembunyian musuh yaitu anggota Azteca Zez mereka menghentikan motor dan mobil mereka di jarak yang cukup jauh dari jangkauan musuh agar tidak ketahuan karena bising kendaraan yang mereka gunakan.
Berjalan mengendap-endap kemudian mereka langsung menempati posisi yang sudah mereka rencanakan saat di mansion dan hingga saatnya...
Booom
Booom
suara bom menggema di kebisingan malam anggota Azteca zez lari kelimpungan keluar melihat situasi di luar, mereka tidak membayangkan jika malam ini akan terjadi peperangan dashyat di saat mereka berpesta merayakan keberhasilan mereka karena sudah berhasil menipu lawan mereka, ketika mereka tahu bahwa penghianat yang mereka anggap sudah mati ditangan dewa maut mereka langsung membuat pesta besar-besaran di markas nya itu.
"Kita di seranaangggg!!" Teriak anggota Azteca zez.
"Kita di seranaangggg!" Teriak nya lagi
Anggota Azteca zez yang sebagian besar sudah tertidur karena kelelahan kelimpungan tidak tahu harus bagaimana sedang boss mereka Dario Osiel sudah melakukan penerbangan beberapa jam yang lalu menuju Meksiko karena ada urusan mendadak yang harus di selesaikan nya.
Anggota black wolf langsung masuk ke dalam dan anggota yang lainnya langsung menyerang dari arah barat.
DOR
DOR
DOR
BAGH
BUGH
BAGH
BUGH
__ADS_1
Suara tembakan dan perkelahian saling bersahut-sahutan memecah suasana di kesunyian malam Geng Azteca zez dan black wolf saling adu jotos untuk menjatuhkan lawan masing-masing, karena ketidaksiapan anggota Azteca zez hingga membuat mereka kuwalahan dalam mengahadapi serangan mendadak dari black wolf apalagi keadaan mereka yang sudah mabuk hingga membuat mereka kesusahan untuk mengimbangi bogeman dan tendangan bebas dari anggota black wolf.
Di satu sisi Jons sedang mencari Mafia Dario namun tak ia temukan dengan perasaan kesal ia menyandra salah satu anggota musuh di pelintir tangan pria musuh itu kebelakang hingga sang empu meringis kesakitan.
"Katakan di mana boss kalian?" Tanya Jons dingin.
"Hahaha... Cih! Kalian akan mati di tangan boss kami bedebah!" Jawab pria tersebut tanpa rasa takut.
"Katakan di mana Boss kalian sialan!" Bentak Jons marah ia semakin menekan tangan pria itu kuat hingga membuat pria tersebut semakin kesakitan sedangkan yang lain masih adu jotos kekuatan.
"Brengsek, siapa kalian huh?! Pengecut! Pecundang! Berani menyerang saat kami sedang lengah sialan!" Teriaknya menahan rasa sakit di tangan nya.
"Aku hanya mengulang trik yang kalian lakukan pada kami brengsek! Cepat katakan padaku di mana Boss kalian Dario?!" Jons semakin murka entahlah moodnya benar-benar buruk ia tidak dapat mengontrol emosinya biasanya ia dapat dengan mudah mengontrol tapi sekarang sangat berbeda.
"Cih! Cari saja sendiri berengsek!"
"Baiklah rupanya kau ingin aku melakukan kekerasan padamu hmmm....?" Jons menyeringai ia lalu mengeluarkan pisau kecil dari saku celananya kemudian memainkan benda tajam itu di hadapan lawan nya.
"Bagaimana? Dengan ini? Apa kau bisa memberiku informasi hmmm....?"
STREET
"Akkkhhh Psikopat gila! Siapa kau bedebah?!" Teriak nya kesakitan
Jons menggores dalam pisau di pipi pria tersebut hingga darah segar keluar bercucuran.
"Aku malas mendengar teriakkan mu sampah!" Bentak Jons kemudian menusuk pisau di leher musuhnya dan lalu menggores pisau di leher musuhnya itu.
"Akkkkhh... Akkkhhh sakiitt psikopat gilaaaaa" teriak nya menggema sampai tak ada lagi nyawa di tubuh pria tersebut. Jons tersenyum puas ia bangkit berdiri tegak dan menggosok tangan nya di pakaian yang di pakai kemudian pisau yang di pakai untuk membunuh musuhnya ia buang sembarangan.
"Lama sekali cara bermain mereka" gerutunya jengkel Kemudian mengeluarkan dua pistol yang ia simpan rapi di balik pakaian nya dan tiba-tiba...
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
Suara tembakan kembali menggema di dalam markas milik Geng Azteca zez si tomboy mengayunkan pistol nya dan membidik dari jarak jauh dan setiap bidikan nya tidak pernah meleset sedikit pun peluru tertancap pas di kepala para anggota Azteca.
Jonathan dan beberapa anggota lainnya melihat ke arah Jons yang sedang membidik pistol mereka semakin semangat melawan musuh mengajar membabi buta setelah menuntas habis Geng Azteca mereka lalu menghampiri Boss nya.
"Terimakasih Boss sudah membantu menyelesaikan nya dengan cepat" tutur Jonathan saat sampai di depan Jons.
"Hmmm... Kalian cepat cari di mana para bedebah menyembunyikan senjata yang mereka curi!" Perintah Jons dingin.
"Baik Boss" mereka lalu mencari tempat penyimpanan rahasia Geng Azteca sedang yang lain masih stand by di samping Boss nya.
"Kalian urus para dedemit- dedemit itu, kalau ada yang mati bakar saja dan kalau ada yang masih bernapas bawa mereka ke tempat kandang binatang buas" titah Jons tegas sorot mata tajam bak elang itu menusuk jantung orang yang melihat nya, mereka kemudian mengangguk mengerti dan langsung menjalankan tugasnya.
Jons si gadis tomboy itu melangkah pergi meninggalkan tempat yang sudah di penuhi darah manusia, ia berjalan hingga sampai di tempat motor BMW HP4 Race berwarna silver metalik. Salah satu motor termahal di dunia dengan harga kisaran 2 miliyar rupiah.
__ADS_1
Motor ini dirancang secara khusus dengan teknologi motor balap, dan dibuat secara terbatas hanya 750 unit di seluruh dunia. BMW juga melengkapinya dengan bodi Full Carbon dan mesin 4 Silinder berkapasitas 999cc yang bisa mengeluarkan tenaga sebesar 215 Horsepower dan torsi 120 Nm.
Motor BMW ini bisa berlari sangat cepat melebihi 300 km/jam, tersedia pula suspensi buatan Ohlins pada sisi depan dan belakang yang dipadukan dengan velg carbon. Sedangkan untuk sistem pengeremannya menggunakan kaliper brembo terbaik. Jons begitu suka dengan motor yang berkapasitas tinggi untuk di kendarai nya itulah sebabnya ia membeli motor BMW ini.
Di naiki nya motor BMW itu menyusuri jalanan sepi dan remang-remang melintasi jalan yang di lewatinya tadi saat menuju markas milik Geng Azteca zez malam semakin larut waktu sudah menunjukkan pukul 3 malam samar-samar Jons mendengar suara tangisan namun tak membuat dirinya takut.
Semakin ia mengendarai motor nya ke depan maka semakin terdengar jelas suara tangisan.
"Hiks hiks hiks, aku lapar, ayah aku sudah gak kuat mencari kakak lagi, ka Tezca di mana kakak sekarang? aku takut" lirih orang tersebut sambil terisak, ia memeluk lututnya erat merasa takut dimalam yang gelap, tidak ada orang lain di sana hanya ia seorang.
"Siapa yang menangis?" Batin Jons. Tak lama Jons melihat orang yang sedang duduk di tanah sambil memeluk lututnya kepalanya tertunduk dalam, dengan penasaran dan tanpa curiga Jons mendekati orang tersebut.
"Hey ada apa? Kenapa kamu menangis?" Tanya Jons mengguncang pelan tubuh pria di depannya Jons tidak menaruh curiga atau merasa takut.
"Hiks hiks hiks, aku a-aku lapar" cicit nya pelan mengangkat kepalanya dan melihat intens wajah Jons, karena sinar lampu yang tidak begitu terang Jons tidak terlalu melihat wajah pria yang sedang menangis.
"Di mana rumah kamu anak muda?" Tanya Jons mengernyitkan alisnya.
"Rumah ku di Meksiko aku mencari kakak ku tapi belum ketemu hiks hiks tolong aku" pinta pria tersebut yang ternyata adalah Oskar Sined.
"Baiklah, ayo ikut aku!" Ajak Jons tanpa berpikir panjang, entahlah ia tidak tahu kenapa dengan mudahnya ia percaya pada orang asing yang satu ini namun jiwa kemanusiaan nya membuatnya percaya bahwa pria yang di tolong nya adalah orang baik jadi tanpa pikir ia mengajak pria tersebut ke dalam mansion nya.
Jons menjalankan motor BMW nya dengan di ikuti Oskar duduk di jok belakang.
"Pegangan yang kuat aku akan balap setelah ini!" Seru Jons pada Oskar.
"Baiklah" Oskar pria yang berusia 22 tahun itu lalu memeluk pinggang ramping Jons erat menyandarkan kepalanya di belakang Jons
Sangat nyaman!
"Kenapa nyaman sekali, aku seperti berada di dekapan ka Tezca saja" lirih Oskar dalam hati.
Aduuhh Jons kau tidak takut pada suamimu hmmm...? Bagaimana jika ia melihat mu sedang dipeluk oleh seorang pria? Dia pasti akan marah besar, dengan wanita saja sudah sangat posesif apalagi dengan pria habislah dunia ini jika ia tahu kau sedang membonceng seorang pria.
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
-
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
Bersambung