
Happy reading 🤗
-
-
-
Setelah insiden penculikan Nadia membuat Jons selalu memikirkannya, entah ada apa dengan Jons, apakah dia memiliki perasaan suka sama Nadia? atau hanya sekedar teman saja? namun itu sangat berlebihan Jons sendiri merasa bingung dengan dirinya padahal ia belum pernah merindukan seseorang sampai segila itu. Karena sudah tidak bisa membendung rasa rindunya serta penasarannya ia memutuskan untuk ke apartemen Nadia, Jons ingin menanyakan kenapa sampai dirinya bisa terjebak di antara kalangan bawah apalagi geng Carvendal yang sangat di benci oleh Jons.
Jons sudah sampai di depan apartemen ia memandang lurus pintu di depannya setelah memanjat gerbang pagar ia meraup wajahnya kasar dirinya merasa gugup seperti orang yang lagi jatuh cinta dan malu-malu.
"Why Jons? kenapa lo gugup seperti itu? jangan sampai lo belok, dua minggu lagi lo bakal nikah camkan itu jangan sampai lo lupa sama status lo bahwa lo cewek bukan cowok"
Bersamaan dengan Jons mau mengetuk pintu, seseorang dari dalam memutar knop pintu sehingga terbuka lebar. Mata keduanya saling mengunci Jons di buat gugup seketika, benar-benar konyol kalau boleh Jons mau lari saja dari tempat nya saat ini memalukan ck!
Nadia tersenyum senang walau wajahnya yang pucat namun tidak menurunkan kadar kecantikannya. "Jonsssss, kaukah ini" teriaknya histeris untung saja tidak ada orang kalau tidak mungkin Jons sudah mengubur kepalanya di laut mati saja. Nadia memeluk tubuh erat Jons seakan tidak mau jauh-jauh dari sang pemilik hati.
"Kau membunuhku hah!" ujar Jons sedikit meninggikan suaranya, Nadia sudah terbiasa dengan sikap pria (menurut Nadia) di depannya mungkin karena saking cintanya tidak masalah menerima kekurangan dari sang pemilik jiwa.
Nadia melerai pelukannya ia kembali menatap wajah yang di rindukannya.
CUP
Nadia tanpa aba-aba mencium sekilas bibir Jons, ingat! sekilas doang bukan ******* 😂
Mata Jons melotot tajam "Kasihan si jelangkung dapat bekas bibir dari si gadis gila ini. Jons are you ok? lo mikirin si jelangkung batangan itu. Wah, wah beruntung sekali si terong gosong itu". batin Jons terkiki geli.
"Kau! kenapa sekali suka menciumku! Aiiiisssh bibirku sudah gak perawan lagi" gerutu Jons dengan wajah merah padam.
Nadia memutar bola mata malas " Kau ini selalu saja menolak tapi kamu juga menikmati nya, ayok masuk kedalam!"
Jons terdiam enggan masuk wajahnya menyiratkan keraguan pada gadis ini jika di luar saja sudah berani menciumnya bagaimana jika sudah di dalam ruangan tertutup hanya mereka berdua, Jons tiba-tiba bergidik ngeri.
"Jons ada apa dengan mu kenapa kau tidak masuk?" tanya Nadia dengan wajah bingung nya.
Jons dengan tampang bodohnya menjawab "Kau tidak akan memperkosaku kan?" tudingnya dengan mata memicing.
__ADS_1
Seketika tawa Nadia pecah
"Hahahahha, Jons kenapa kau tanya seperti itu? aku ini cewek gak mungkin lah aku memperkosamu mau taruh di mana mukaku ini" jawab Nadia masih tertawa. "Kalau kau mau aku akan membantumu menuntaskan birahi priamu tapi sebelum itu, kau harus menikahi ku" sambung Nadia tersenyum jahil.
"Haiiiiss kau selalu membuatku kesal!" Jons mengerucutkan bibirnya lucu.
Cup
sekali lagi Nadia dengan tanpa dosa nya mencium bibir Jons, itu sudah menjadi rutinitasnya setiap kali bertemu.
"Kau! sekali lagi kau menciumku aku tidak akan datang lagi ke sini!" Jons berkata dengan suara agak sedikit meninggi, ia tidak mau jika bibirnya selalu di nikmati oleh gadis laknat di depannya padahal kan bibirnya ini ia jaga untuk si jelangkung sebagai suaminya. Lagi-lagi Jons membawa-bawa nama si jelangkung calon pendamping nya itu.
Mata Nadia berkaca-kaca mendengar bentakan dari Jons, kini si ratu drama kembali memulai aksinya. "A-aku minta maaf" Nadia berujar sesenggukan ia menundukkan kepalanya "a-aku tidak akan menciumu lagi a-aku akan melupakan mu a-aku akan pergi jauh darimu ma-maaf kan aku" tutur Nadia sedramatis mungkin.
Jons menghela napas dalam-dalam kenapa setiap kali berhadapan dengan gadis kecil ini selalu saja menggoyahkan hatinya bentengnya yang ia jaga selama ini runtuh akibat tangisan dari gadis yang baru-baru ini ia temui.
Jons menarik tubuh Nadia ke dalam dekapannya ia mengelus kepala gadis itu lembut "Maafkan aku sudah membentakmu, aku tidak mau kau terus menciumku kalau pun kau mau cium jangan di bibir cium saja di pipi" ujarnya dengan lembut
"Ahhhhhhkkkk Jons you're really crazy! dasar mulut gak ada akhlak, kenapa coba lo ngomong nya kayak gitu, ko gue ngerasa kalau gue belok yah tapi gak mungkin deh nyatanya gue masih ingat Tuan jelangkung itu".
Jons melerai pelukannya ia tersenyum tipis kemudian ibu jarinya menghapus jejak air di pipi Nadia yang sangat di bencinya, entahlah Jons tidak tahu kenapa dia tidak bisa membiarkan setetes air mata Nadia jatuh seakan hatinya tercabik-cabik.
"Gue ngerasa seperti memiliki ikatan yang tidak gue ketahui dari diri Nadia"
"Masuklah!" ajak Nadia menuntun Jons ke dalam. Jons duduk di sofa diikuti Nadia duduk di samping Jons.
"Kenapa bisa kau berurusan dengan geng Carvendal? mengapa mereka menangkap mu? tanya Jons.
"Aku tidak tahu, saat aku mencari pekerjaan tiba-tiba ada yang membekapku dan saat aku tersadar aku sudah diikat di sebuah gudang yang kotor" jawab Nadia dengan mata berkaca-kaca, mengingat pengalaman menakutkan menjadikan nya agak sedikit trauma untuk keluar sendiri.
"Kau mencari pekerjaan? untuk apa?" kali ini Jons lebih memilih membahas pekerjaan.
"Uang tabungan ku sudah habis, dan aku bingung harus gimana lagi stok makanan sudah habis dan uangku tinggal 50 ribu" jelas Nadia menunduk mengingat nasibnya yang sekarang membuatnya bingung harus bagaimana lagi untuk menyambung hidup di kota besar keluarga pun ia tidak tahu dari umur 3 tahun ia sudah dititipkan di panti asuhan bahkan kakanya saja sudah tidak pernah bertemu lagi.
Jons membawa Nadia ke dalam dekapannya ia merasa sedih sekarang, ia tiba-tiba mengingat masa lalunya bagaimana dengan adiknya Ayu? apakah dia akan bernasib sama seperti Nadia? mendengar cerita dari Nadia membuat dirinya takut jika terjadi apa-apa dengan adik satu-satunya.
"Jangan sedih lagi aku akan menanggung biaya hidup kamu, sekarang kamu sudah menjadi tanggung jawabku" Jons berkata tanpa beban dia berharap dengan kebaikannya adiknya akan mendapat kebaikan dari orang lain.
__ADS_1
"Apa tidak merepotkan mu?" Nadia mendongak menatap wajah tampan Jons.
Jons tersenyum kemudian mencium pucuk kepala Nadia. "uangku sangat banyak, aku sampai bingung gimana cara menghabiskan uangku, anggap saja kita impas kau membantu menghabiskan uangku dan aku tidak perlu repot-repot menghabiskan nya" jiwa-jiwa sultan kini terkuak dari jiwa si tomboy.
Nadia memutar bola mata malas "Sombong sekali Tuan muda, terimakasih aku dengan suka rela membantu anda" gurau Nadia terkiki geli.
Jons mengeluarkan black card nya
"Ambilah ini dan jangan cari kerja lagi jika butuh apa-apa cepat hubungi aku"
"Wow! benarkah kau memberikan ini untuk ku? kau benar-benar Sultan Jons terimakasih" jiwa si ratu miskin tanpa malu berjingkrak senang.
"Aiiish kampungan, aku pergi dulu" pamit Jons.
Jons berdiri namun di tahan oleh Nadia, "tunggu!"
Cup
Nadia mencium di pipi Jons
"Eits jangan marah kita sudah sepakat bukan" Nadia tersenyum jahil ketika mendapati Jons tidak dapat berkutik akibat bicaranya tadi.
"Kebiasaan buruk" Jons menjitak dahi Nadia hingga membuat si empu meringis kesakitan.
Jons keluar dari apartemen Nadia, tanpa di sadari ada sepasang mata yang mengintai Jons
"Ada hubungan apa mereka? tadi aku melihat mereka berciuman, dia sudah belok? aiiisshh sialan! akan ku habisi kau Jons" umpatnya kesal.
- Rate
- Vote
- like
- Komen
capek juga guys nulisnya, jangan lupa untuk tinggalkan jejak yah 🤗
__ADS_1