Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 155 Di Grebek


__ADS_3

Happy reading Guys, makasih sudah setia membaca dan memberikan like nya.


Huh makin hari makin sedikit yah Guys yg like tapi gak papa author akan selalu semangat lagian masih ada yg setia kok 😁😁😁


.


.


.


.


.


.


.


Terbangun dengan keadaan polos membuat siapa saja akan terkejut jika tidak ada pemicunya. Merasa bahwa dirinya tadi berada di ruangan yang terbuka juga beberapa minuman alkohol yang menemaninya namun sekarang ia berada di atas ranjang dengan keadaan tubuh tidak bisa di jelaskan. Memegang kepalanya karena merasa sangat sakit matanya yang sayu pelan-pelan terbuka lebar menelusuri setiap sudut ruang kamar yang di tempatinya saat ini.


Ia terkejut kala melihat seorang perempuan di sampingnya yang sama-sama polos seperti dirinya. Ia berusaha mengingat setiap kejadian yang terjadi padanya namun semuanya hanyalah gambaran gelap. Ia hanya teringat kala seorang pelayan memberikan minuman setelah itu tertidur dan tidak mengingat apapun lagi.


"Tidak mungkin minuman alkohol berubah menjadi wanita itu kan?" bisiknya dalam hati sembari melihat ke arah sang wanita.


"Akkh, apa yang terjadi padaku...? kepalaku sangat sakit" Keluhnya meringis dengan tangan memegang kepalanya. Memposisikan dirinya duduk di atas kasur lalu menyandarkan punggungnya di sandaran kasur.


"Di mana pakaianku kenapa tubuhku polos seperti ini? apakah aku di perkosa?... tidak mungkin Ara yang melakukannya!" gumamnya pelan. Ia seperti pria linglung saat ini.


"****! sakit sekali" lirihnya lagi berusaha untuk bangkit masih dengan memegang kepalanya tiba-tiba sebuah tangan menyentuh lengannya.


"Kau mau kemana sayang? setelah meniduriku kau pergi tanpa bertanggung jawab! kau benar-benar pria brengsek setelah melecehkan seorang gadis dan merusak reputasiku sebagai seorang model... kau bahkan tidak bertanggung jawab apakah seperti ini sikap seorang Tuan muda yang terkenal itu?!" cercah Karina dengan bibir terangkat sebelah. Menatap sinis pada raja Iblis namun dalam hati dirinya terbahak-bahak karena merasa rencananya akan berhasil.


Tidak terpikirkan ia bisa tidur di sebelah Tuan Farhan walaupun tidak melakukan apapun namun itu membuatnya begitu bahagia.


"Kau akan menjadi priaku Tuan muda" bisik Karina dalam hati. Tidak tahu saja jika raja Iblis memiliki seorang ratu pembunuh di belakangnya, siap-siap untuk mengantar nyawa jika berani bermain-main dengan seorang ratu pembunuh. Apalagi dengan profesinya yang sudah terkenal sebagai seorang pembunuh bayaran bukankah membunuh semut kecil sangatlah mudah.


"Cih! trik seperti ini berani melawanku!" ketus Tuan Farhan dalam hati. Menatapnya datar dan menepis tangan Karina dari tubuhnya berusaha untuk turun dari atas ranjang. Menyibak selimut dari tubuhnya yang menyisakan boxernya saja.

__ADS_1


"Tunggu sampai waktunya aku akan menghabisi kalian... berani melihat tubuhku ini! tubuh indahku hanya Ara seorang yang boleh menikamatinya sampah seperti kalian... cih! menyusahkan" batin raja Iblis. Memakai satu persatu pakaiannya yang berserakan di atas lantai.


"Jika kau ingin mati katakan saja jangan berbelit-belit!" ujar Tuan Farhan menatap dingin wajah Karina membuat wanita model itu menciut seketika.


"Tidak boleh takut Karin! jika kau ingin mendapatkannya maka kau perlu bersabar dengan tempramen buruknya itu" Karina menguatkan hatinya agar tidak takut dengan ancaman Tuan Farhan apalagi tatapan horor dari raja Iblis yang mengarah padanya seakan ingin memakannya hidup-hidup.


"Tuan muda sungguh kejam! di saat kau memaksaku dan merenggut kesucianku kau tidak mau bertanggung jawab kau benar-benar brengsek Tuan muda hiks, hiks" teriak Karina tiba-tiba... bersamaan dengan itu suara pintu di dobrak dengan kuat hingga mengakibatkan raja Iblis terkejut.


BRAAAAK


Beberapa orang reporter wanita dan pria datang membawa kamera dan langsung masuk ke dalam kamar VVIP, merekam juga memotret keduanya.


"Sial! aku di jebak!" umpat Tuan Farhan dalam hati tangannya terkepal kuat menatap nyalang kelompok manusia yang baru masuk.


"Tuan muda apakah anda sedang menjalin kasih dengan model papan atas yang dari luar negeri?"


"Wah sepertinya hubungan Tuan muda dengan model Karina sudah sangat intim..."


"Tolong jelaskan bagaimana Tuan diam-diam bisa mempunyai hubungan gelap sedangkan Tuan muda sudah memiliki tiga anak apakah Tuan muda tengah berselingkuh?"


"Hehehe, tidak masalah sih jika memiliki dua atau tiga istri toh Tuan muda sangat tampan juga sangat kaya"


Berbagai macam pertanyaan juga pernyataan yang terlontar dari mulut para pemburu berita hot. Entah darimana dan dari siapa mereka tahu bahwa Tuan Farhan berada di Klub Jaya.


Karina tersenyum lebar ia mulai menjalankan misinya lagi untuk menarik perhatian para reporter. "Hiks, hiks, sebenarnya a-aku di paksa oleh Tuan muda.. a-aku padahal hanya minum tapi tiba-tiba Tuan muda menarikku dan membawaku ke kamar ini hi-hingga terjadilah yang seharusnya tidak terjadi huhuhuhu... bagaimana dengan nasibku jika Tuan muda tidak mau bertanggung jawab hiks, hiks, hiks karierku pasti akan hancur sekarang" tangis Karina pecah. Menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya seakan dirinya adalah korban saat ini. Ia seperti seorang gadis perawan yang sangat frustasi bahkan hidup pun sudah tidak sanggup lagi.


"Wah benarkah? saya tidak percaya Tuan muda akan melakukan sesuatu yang memalukan"


"Tuan muda harus bertanggung jawab atas perbuatan Tuan"


"Wah ini sungguh berita yang akan menggemparkan dunia... di mana Tuan muda terkaya memperkosa seorang model ternama"


Tuan Farhan menatap tajam ke arah Karina juga para wartawan yang menggrebek dirinya padahal dia adalah korban. Pikirannya saat ini hanya di penuhi oleh istrinya. melenggang pergi tanpa peduli dengan teriakkan Karina juga argumen cemoh dari sang wartawan dadakan.


"Apa kalian sudah bosan hidup heh! dia yang datang memperkosaku jadi kenapa harus menuntutku" jelas Tuan Farhan dengan nada datar.


"Tapi Tuan muda...?!" ucapan wartawan terpotong kala melihat tatapan Iblis dari mata Tuan Farhan membuat nyali mereka menciut seketika. Membuka jalan untuk Tuan Farhan dan tidak berani protes, Karina yang duduk di atas ranjang mengepal tangannya kuat begitu geram dengan sikap Tuan Farhan yang tidak bisa di taklukan.

__ADS_1


"Sial! brengsek!" teriak Karina kesal.


"Post video juga foto-foto yang sudah di rekam di sosial media usahakan Tuan muda tidak bisa mengelak lagi... aku tidak mau tahu pokoknya rencana ini harus berhasil aku ingin Tuan muda menikahiku" perintah Karina pada para wartawan dan mereka mengangguk mengerti. Yah wartawan yang menggrebek Tuan Farhan adalah anak buah suruhan Karina mereka berpura-pura menjadi seorang wartawan namun ternyata rencana mereka gagal karena Tuan Farhan sama sekali tidak peduli.


"Heh! aku akan mengikuti cara kalian bermain... tunggu saja tikus kecil" seru raja Iblis dengan senyum setannya entah apa yang ia rencanakan namun sepertinya itu akan sangat seru nantinya.


Tuan Farhan menjalankan mobilnya terdengar dari deru mesin dari mobilnya memasang headset di telinganya lalu menekan nomor yang berada di layar ponselnya.


"Halo River kumpulkan anggota kita aku akan mengadakan pesta pernikahan dan jangan sampai ketahuan kali ini kita harus melenyapkan mereka" titah Tuan Farhan saat sambungan telepon sudah terhubung.


"Baik Devil" jawab River dari sebrang. Tuan Farhan segera memutus sambungan telepon sepihak dan melepas kembali headset yang berada di telinganya. Memandang keluar lewat kaca jendela mobil hari sudah gelap rupanya dirinya sudah sangat lama terjebak di dalam kamar bersama dedemit mengerikan.


"Sial! kau akan membayarnya dengan kematianmu Karina! berani sekali membuka pakaianku!" gerutu Tuan Farhan. Mobil yang di kendarai Tuan Farhan terus melaju melintasi jalanan Jakarta yang begitu padat setiap harinya.


Hingga sampai mobil milik Tuan Farhan memasuki area Mansion Utama dan memarkirkannya di depan Mansion. Membuka pintu dan menjatuhkan pijakan kakinya di atas aspal.


"Daddy!" teriak tiga kerucil bersamaan. Terlihat wajah mereka yang merah padam seakan menahan sesuatu yang membara.


"Ada apa dengan kalian?" tanya raja Iblis menampilkan wajah datarnya.


"Daddy jahat! kenapa Daddy selingkuh dari Mommy! kami benci Daddy!!" teriak ketiganya murka. Tuan Farhan hanya tersenyum dingin dan menarik tiga kerucil untuk masuk ke dalam Mansion.


"Jangan mau di bodohi oleh media!" tukas Tuan Farhan.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung


__ADS_2