Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 117 Mencari Apartemen


__ADS_3

Happy reading beri like dan koemnnya yah.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Pesawat Garuda Indonesia model ATR 72–600, mendarat tepat pada pukul 12: 45 di bandara internasional Soekarno Hatta, rombongan Tuan Farhan serta penumpang lainnya ikut turun dari pesawat tersebut. Pesawat yang mereka tumpangi tadi lepas landas pada pukul 11 siang dari bandara internasional Ngurah Rai kota Bali.


Trio jones membantu menyeret koper Tuan muda Farhan serta milik tiga kerucil mereka berjalan masuk menuju bandara. Cuaca yang sangat panas begitu terik menyengat di kulit mereka berjalan cepat untuk berteduh di tempat yang tidak bisa di jangkau oleh matahari.


Tuan Farhan serta rombongannya berjalan ke arah Crub. Crub adalah bagian dimana penumpang akan naik dan turun dari kendaran menuju atau meniggalkan bandara. Tak jauh dari mereka tiga buah mobil merek terbaru juga termahal terparkir di hadapan mereka.


Mobil dengan merek Pagani Huayra Tricolore berwarna silver dengan harga 6,5 juta dolar yang berarti 92,4 miliar rupiah. Mobil Bugatti Chiron Pur Sport berwarna hitam senilai 3,6 juta dolar, serta Lamborghini Sián FKP 37 berwarna hitam pekat senilai 3,6 juta dolar. Orang-orang yang berada di sana menutup mulut mereka terperangah atas apa yang mereka lihat.


"Wow mobil keluaran terbaru dengan harga fantastis benar-benar orang kaya mereka" pekik salah satu perempuan paruh baya yang mungkin juga adalah seorang penumpang pesawat.


"Gila! Ini mah sultan... Aku mau dong menikah dengan salah satu dari mereka" pekik gadis di sebelah ibu paruh baya.


"Jangan gila kamu...! sudah menikah dengan putraku masih berani berbicara seperti itu!!" Sungut wanita paruh baya yang ternyata adalah ibu mertuanya gadis yang berteriak tadi terkekeh geli ia hanya bercanda sungguh senang jika mengerjai mertuanya itu. Benar-benar mantu kurang akhlak!.


Jons hanya menatap sekilas mereka, mendengar kata menikahi pria dari salah satu dari mereka membuat Jons naik darah walau itu mustahil tapi cemburu bisa saja bukan. Sekalipun tidak menyebutnya secara detail tetap saja si tomboy merasa tersaingi.


"Maaf Tuan muda, Nona. Kami terlambat datang ayo silahkan naik" salah satu dari tiga pria itu membungkuk hormat pada Tuan Farhan serta istri dan anak-anaknya.


"Tidak masalah, ayo sayang kita naik... Kalian pasti sudah lelah bukan" ujar Tuan Farhan pada Jons dan tiga kerucilnya.


"Iya Dad ayo aku sudah rerah ini, gerah sekari" Ujar Azhar langsung naik di mobil tanpa menunggu mereka karena ia benar-benar capek ingin segera tiba di Mansion Utama.


"Anak itu benar-benar yah" Gumam Tuan Farhan yang lainnya hanya tersenyum.

__ADS_1


"Sepertinya aku tidak ikut, aku ada urusan lain silahkan kalian duluan saja" Tio tiba-tiba membuka suara membuat mereka melihat ke arahnya.


"Ada apa Tio? Apakah urusanmu sangat penting...?" Tanya Amanda.


"Yah Tio kenapa mendadak sekali" Jons ikut menimpali menatap heran pada sahabatnya.


"Pasti dia ingin menghindar" batin Richo.


"Ikutlah bersama kami kau belum istirahat bagaimana bisa harus pergi lagi" Tutur Tuan Farhan tiba-tiba menatap wajah Tio dengan tatapan datar walau begitu ia masih punya hati bagaimanapun juga Tio adalah sahabat istrinya juga anak buah terpilih dari Tuan Wijaya dan Nyonya Mita.


Tio sedikit merasa lega Tuan Farhan mau berbicara padanya apalagi masih peduli terhadapnya namun ia tidak mau lebih lama tinggal di Mansion, itu akan membuatnya semakin buruk, Tio sudah berpikir untuk membeli apartemen saja itu jauh lebih baik agar hubungan dengan Tuan mudanya tidak merenggang seperti di Bali.


Tersenyum tipis kemudian menjawab "Tidak apa-apa Tuan, aku hanya sebentar nanti baru akan kembali lagi... Kalian pulanglah duluan Tuan".


Tuan Farhan mengangguk mengerti "Hey berikan kunci mobil pada Tio agar tidak perlu menggunakan taksi, itu jauh lebih baik untuknya, menghemat tenaga juga sangat penting..." Tio terkejut kenapa Tuan mudanya begitu baik padanya apalagi belum pernah seperhatian ini? Mengenal kepribadian Tuan Farhan adalah pria dingin dan kejam.


"Apa maksudnya ini? Akankah... Tuan muda sudah merestui..." Batin Tio.


"Jangan berpikir macam-macam, ini aku lakukan karena Ara ku!! tidak ada maksud lain!" Tuan Farhan kembali ketus ia lalu berjalan menuju mobil yang di naiki Azhar tadi. Jons dan lainnya terkekeh melihat kepedulian Tuan Farhan walau dengan embel-embel menyebalkan.


"Pergilah urusanmu pasti sangat penting" ucap Jons. Aulia menatap sedih wajah Tio menundukkan kepala tak mau melihat siapapun.


"Uncle Tio masih malah sama Lia pasti" Tuturnya sedih dalam hati.


"Tentu pergilah" balas Jons.


"Aku boleh ikut Mom...?" Tiba-tiba Aulia berujar dengan semangat berharap Jons mengabulkan permintaannya mungkin jika ia ikut ia akan bisa dengan mudah meminta maaf.


"Tidak sayang, Lia harus pulang bersama


Mommy dan Daddy atau Daddymu akan mengamuk lagi" Jons menggeleng cepat ia tidak mau menambah masalah sahabatnya itu jika Aulia mengikuti Tio.


"Jangan lakukan itu Nona, aku tahu Nona pasti akan minta maaf... Aku sudah memaafkan Nona Aulia" Bisik Tio dalam hati. Ia tidak mau membuat Aulia di marahi oleh Tuan muda.


"Kak Lia jangan pelgi ayo kita pulang Leca mau main sama kak Lia" ujar Alexa menekuk wajahnya. Aulia tak menjawab ia berlari menuju mobil Pagani Huayra Tricolore yang di naiki daddy-nya.


"Kami pergi dulu" Ucap Jons langsung bergegas menemui putrinya.


"Kami duluan yah maaf aku tidak bisa menemani kalian seperti dulu kalian tahu aku sudah memiliki keluarga kan..." Alex terkekeh kecil sembari bersalaman dengan tiga pria di depannya itu, mereka melakukan ritual adu jotos tangan gaya ringan yang seperti di lakukan oleh anak-anak gaul.


"Yah, yah apalah daya kami yang jomblo" ketus Tio dengan bibir mengerucut.


"Hey ada apa dengan bibirmu itu! Kau sedang menggodaku yah" Alex menoyor bibir Tio yang tengah mancung lima centi.

__ADS_1


"Hmmm... Doakan kami semoga setelah menaiki mobil mahal itu kami mendapatkan jodoh..." Sahut Sandy dan langsung di aminkan oleh mereka.


"Ayah cepat, kalau tidak mau pulang kami akan jalan sekalang" Teriak Alexa menata kesal pada Alex.


"Lihatlah putrimu itu sangat cerdas berani menggertak ayahnya seperti itu" Kata Richo tertawa mengejek.


"Pergilah kasihan mereka sudah menunggumu terlalu lama atau nanti Iblis di tubuh Tuan muda akan bangkit di tambah Jons ratu malaikat maut, tamatlah riwayatmu" Tio menakuti Alex membuat Alex langsung berlari masuk ke dalam mobil. Trio jones terbahak-bahak.


"Sekarang ayo kita bersenang-senang!" Teriak Sandy mengundang pasang mata di sana mengarah ke arah mereka.


"Bodoh jangan teriak ini bukan di hutan" Richo memukul bahu Sandy namun tak membuatnya sakit.


"Siapa yang mau bersenang-senang...? Aku mau cari apartemen. Kita bisa party sepuasnya dan kita bisa bebas membawa wanita liar di sana" jelas Tio tersenyum jenaka.


"Woy gila lu ide bagus Tio" Sandy ikut menimpali dengan wajah tersenyum lebar.


"Sadar woe kalian mau mati masuk neraka...! Nikahin dulu wanitanya baru enak-enak jangan sampai kalian menyesal" Kali ini Richo berkata bijak membuat Tio dan Sandy menatap aneh ke arah Richo.


"Pikiranmu jangan terlalu ***** bodoh! Meminta wanita liar datang bukan untuk bersenang-senang" Sandy menoyor kening Richo yang begitu gemas akan pikiran temannya itu. Lah bukannya tadi kalian ingin bersenang-senang bersama wanita liar? kenapa malah menyalahkan Richo dengan pikiran ***** hmmm...


"Lalu apa maksud kalian berdua huh!!" Sungut Richo mendelik jengkel.


"Yah di suruh cuci boxer kita lah hahahah" Tawa Tio dan Sandy langsung berlari masuk ke dalam mobil karena sudah berhasil mengerjai Richo.


"Awas kalian yah! Kalian ngerjain gue rupanya yah!!... Dasar teman luknut" Ujar Richo ikut mengejar mereka.


Trio jones tertawa terbahak-bahak di dalam mobil, melajukan mobil tersebut menuju tempat yang di inginkan.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2