
Happy reading Guayyysss 😤
-
-
-
-
-
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
"Akkh, a-aku di mana ini?" rintih seorang wanita memegang kepalanya yang terasa berat.
"Ahh perutku, apa yang terjadi padaku? luka ini? kenapa perutku terluka? gumamnya sambil mengingat-ingat kejadian saat ia sedang berjalan dan tiba-tiba tiga orang pria bertubuh besar membiusnya dan membawanya ke gudang.
"Astaga"! pekiknya menepuk jidatnya. Rupanya si wanita itu baru mengingat kejadian yang menimpanya.
"Jons, apakah dia kaka ku? benarkah? ah sayang sekali aku tidak bisa menikah dengannya. "Ah,,,, sabar yah hati rupanya kau tidak berjodoh dengan seorang pahlawan bernama Jons" Kasihan sekali kau, seandainya kau tahu siapa Jons sebenarnya, akankah kau masih menaruh perasaan mu padanya dan memintanya untuk menikahi mu? Dasar apa kau tidak tahu cara membedakan suara pria dan wanita? memang benar cinta itu buta cintamu membuat mu buta sehingga tidak bisa membedakan siapa itu Jons?.
"Aku bersyukur karena masih ada keluarga ku di dunia ini dan aku lebih bersyukur karena Jons adalah kaka ku dan aku akan setiap hari bertemu dengannya ah senangnya diriku" pekiknya bahagia dengan senyum terus mengembang tiba-tiba suara derap langkah kaki menghampiri ruangannya dan Nadia alias Ayu itu langsung menutup matanya kembali berpura-pura untuk tidur.
CEKLEK
Seseorang masuk dengan tatapan sendu menatap wanita yang masih terbaring lemah di atas brankas, melangkah gontai dan duduk di kursi dekat brankas besar itu. Terukir senyum di bibir manisnya di genggam nya tangan wanita itu dengan erat berharap sentuhan nya dapat membangunkan nya.
"Ah syukurlah kau sudah baik-baik saja".
"Kapan kau akan bangun... hmmm? apa kau tidak ingin melihat ku? apa kau sudah mendapatkan pujaan hatimu di alam mimpi sana, kau bilang kau mencintaiku bukan? bangunlah cinta mu sudah terbalaskan kaka juga mencintaimu bangunlah dek kaka merindukan mu" racau Jons menggenggam tangan adiknya dengan sayang, tak ada air mata yang keluar seperti orang lain di luar sana yang ada hanya wajah datar dan tatapan sendu yang mengisyaratkan kerinduan dan kekhawatiran yang mendalam.
"Apa kau ingin aku diambil orang lain hmmm? apa kau tidak ingin menciumku lagi? rupanya si tomboy mengingat masa-masa mereka bersama bahkan Jons begitu marah karena Nadia selalu menciumnya. namun anehnya Jons tidak bisa marah berlama-lama mungkin itu adalah ikatan batin seorang kaka beradik yah.
"Bangunlah ayo cium aku" perintah Jons putus asa.
"Benarkah?" Ayu membuka matanya dengan senyum mengembang di bibir pucatnya.
"Kau sudah bangun? tunggu aku akan memanggil dokter" tutur Jons bahagia hendak berdiri namun tangan lembut Ayu menghentikan nya.
"Temani aku di sini, aku sudah baik-baik saja, semalam aku sudah siuman dan dokter sudah memeriksa ku tadi pagi" jawabnya dengan senyum yang sama.
__ADS_1
"Baiklah, terimakasih karena sudah sadar" kini buliran air mata itu lolos di pelupuk mata milik si tomboy ia benar-benar bahagia sekarang akhirnya adik yang di carinya selama ini sudah di temukan.
"Apa aku boleh menciumu?" Ah dasar masih saja mau mencium Jons jika saja di sana ada si Tuan muda tidak akan di biarkan istrinya di cium sekalipun itu adik iparnya.
"Tentu saja kau adalah segala-galanya bagi kaka" ujar Jons langsung mencium seluruh wajah adiknya hingga membuat Ayu terkekeh. ingat! terkecuali bibir. Hehehe.
Pasalnya Ayu ingat betul saat-saat dirinya dengan tanpa tahu malu dan tanpa izin langsung mencium Jons hingga membuat Jons marah namun hari ini Jons sendirilah yang menciumnya ah betapa bahagianya dirinya.
"Ish! aku tidak menyuruhmu untuk menciumku!" ujarnya ketus. "Aku sendiri yang akan menciumu" sambungnya dengan senyum licik.
"Baiklah tapi jangan di bibir yah" Ah istri yang baik rupanya kau sangat menjaga tempat favorit suamimu Jons.
"Tapi...?"
"Tidak ada bantahan Ayu" sarkas Jons dengan mata menatap tajam, Ayu hanya mendengus kesal.
"Baiklah aku akan cium tidak untuk bibirmu" jawabnya lesu.
"JANGAN MENCIUM MILIKKU!" terdengar suara bariton dari balik pintu.
Jons dan Ayu terkejut menatap pemilik suara bariton itu.
"KAMU?!"tunjuk Ayu dengan mata melotot tajam. "Apa yang kau lakukan di sini pengemis?!" tanya Ayu menekan kata pengemis.
"Siapa yang kau kata pebinor hah!?" tanya Ayu melotot tajam sedangkan Jons menatap bingung kapan mereka saling mengenal?
"Cih! gak sadar siapa lagi jika bukan kamu pebinor yang suka sekali mencium istri orang" ketus Farhan memeluk pinggang Jons. Ayu yang mendengar kata istri dari pria yang di anggap pengemis itu bingung alisnya terangkat tinggi dan melirik ke arah Jons seakan meminta penjelasan.
"Ah, aku sudah menikah pria di samping ku ini adalah suamiku kenalin namanya Farhan" Farhan tersenyum mengejek ke arah Ayu seakan mengisyaratkan "Kau sudah kalah telak gadis kecil".
"A-aku tidak mengerti, kenapa bisa kakak menjadi istri pria ini? bukankah kalian seorang pria? atau jangan-jangan...?" pekiknya menggeleng kepalanya kasar.
"Hey! kami masih normal Jangan mengada-ada gadis kecil" geram Farhan.
"Ka, kenapa kakak menikah dengan pria dan tidak menikah dengan wanita?" tanya Ayu memijat pelipisnya, Ah! apakah kakaknya ini belok? Kasihan sekali mempunyai kakak yang tidak normal ganteng-ganteng tapi belok pantas saja dirinya menciumnya selalu saja menolak ternyata ini alasannya. pikir Ayu.
Jons menepuk jidatnya ternyata adiknya ini sudah salah paham tentang dirinya.
"Aish, kau ini Ayu, kakak mu ini wanita bukan pria, jadi wajar jika kakak menikah dengan pria" jelas Jons seraya menggeleng kepalanya tak habis pikir dengan jalan pikiran adiknya, jadi selama ini adiknya menganggap nya sebagai pria pantas aja adiknya suka sekali menciumnya.
"What!" pekik Ayu tak percaya.
__ADS_1
"Jadi kakak adalah wanita bukan pria?" tanyanya sekali lagi.
Jons mengangguk kepalanya tanda membenarkan sedangkan si jelangkung mendengus kesal.
"Karena kau sudah tau jangan pernah menciumnya lagi karena Jons hanya milikku ingat itu!" seru nya yang masih setia memeluk pinggang sang istri.
"Tunggu apa kalian saling mengenal?" tanya Jons yang sudah penasaran dari tadi.
"Iya, pria ini yang aku ceritain ke kakak kalau dia akan mencincang ku jika aku berdekatan denganmu padahal kan aku adalah adikmu masa dia mengusirku ka?" aduhnya dengan beralibi dan memasang wajah sedih.
Jons menatap tajam pada suaminya sedangkan Farhan tersenyum kikuk.
"Maaf yang, aku hanya bercanda waktu itu" Farhan mengangkat dua jarinya membentuk huruf V dengan senyum yang paling manis.
Ayu tersenyum mengejek dan menjulur lidahnya pada Farhan. Farhan menatap tajam pada Ayu namun yang di tatap mengedikan bahunya.
"Yasudah apa kau sudah makan dek?"
"Belum ka aku sangat lapar"
"Maaf, yasudah kamu mau makan apa?"
"Hmmm, aku ingin makan bubur ayam mang Jojo"
"Hah? di mana itu dek kaka gak tahu" jawab Jons, Farhan mengerucutkan bibirnya karena sedari tadi ia di anggurin oleh istrinya. Kasihan sekali kau Tuan Farhan seperti nya kau sudah punya saingan dan kau harus menjaga baik-baik istrimu itu hahaha.
"Di dekat apartemen ku kak"
"Baiklah kakak akan membelinya dulu yah"
"Jangan! kakak ipar saja yang membelinya aku masih kangen dengan kakak" ujarnya memelas sambil melirik licik pada Farhan.
Jons menatap suaminya sedang Farhan menatap acuh istrinya.
Jons mendengus kesal dan langsung membisikkan kata-kata mutiara nya.
"Baiklah aku akan membelinya" ujar Farhan dengan senyum bahagia.
"Dasar mesum" gerutu Jons jengah.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
__ADS_1
Bersambung