Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 134 Berkunjung


__ADS_3

Happy reading 🤗


like Vote like vote like vote like vote like vote


.


.


.


.


.


.


"Apa yang kalian lakukan di belakangku!" teriak Jons dengan mata memerah.


"Ara" Tuan Farhan langsung mendorong tubuh seseorang hingga terpental ke lantai.


"Aku bisa jelaskan!" Tuan Farhan langsung beranjak dari kursinya berjalan cepat ke arah Jons yang tengah menatapnya tajam bahkan napasnya sudah memburu tak beraturan.


Sedangkan seseorang yang di dorong oleh Tuan Farhan lantas berdiri memegang bokongnya yang terasa nyeri.


"Sakit banget, lagian aku juga korban tahu" teriaknya dalam hati.


"Maaf Nona, apa yang Nona lihat tadi salah paham kami tidak berbuat macam-macam" sekertaris Rio berdiri di samping Tuan Farhan menunduk takut pada Jons yang tengah menatap kesal ke arahnya.


"Gila seram banget!" keluh sekertaris Rio menelan ludahnya kasar mendapati tatapan tajam dari sang istri Bossnya.


"Kalian bilang salah paham? apa kalian pikir mataku buta huh! tidak bisa melihat dengan jelas begitu...?" teriak Jons dengan perasaan kecewa menatap nanar wajah si Jelangkung batangan yang sangat terlihat kacau saat ini.


"Kamu salah Ara, aku tidak ngapa-ngapain dengan Rio" bantah Tuan Farhan namun Jons menggeleng kepalanya pelan tidak percaya.


"Aku sangat mencintaimu Prince, tapi rupanya cintaku berlabuh di tempat yang tidak seharusnya..., kau uruslah selingkuhanmu itu Tuan muda!! dan pernikahan kita aku sendiri yang akan mengurusnya" sambung Jons menatap datar wajah raja Iblis yang sangat terkejut mendengar perkataan istrinya begitupula dengan sekertaris Rio, mata keduanya membulat sempurna.


BUGH


Raja Iblis memukul pintu ruangannya kuat hingga mengakibatkan sebuah dentuman besar membuat Jons dan sekertaris Rio terlonjak kaget, pria itu benar-benar marah.


"Dengar penjelasanku Ara!" Bentak Tuan Farhan dengan mata memerah, Tuan Farhan menarik tubuh Jons ke dalam pelukannya sekuat tenaga Jons memberontak namun kekuatan raja Iblis tak terkalahkan.

__ADS_1


"Lepaskan Tuan muda! aku tidak butuh penjelasan darimu...!!" teriak Jons menatap tajam wajah suaminya bahkan panggilannya pun sudah berubah. Tuan Farhan begitu terkejut mendengar bentakan kasar dari istrinya padahal selama ini Jons tidak pernah berkata kasar padanya. Apa yang di lihat Jons tadi hanyalah sebuah kesalahpahaman.


"Dengar penjelasanku Ara, ku mohon!" pinta Tuan Farhan dengan wajah mengiba. Jons terkekeh kecut bahkan tatapan Jons sungguh berbeda terasa dingin, Tuan Farhan bahkan tak mengenali sikap Jons padanya.


"Ku bilang lepaskan aku!! apa kau tidak mendengarnya Tuan Farhan! apa aku harus berteriak seperti ini...?" sungguh raja Iblis sangat terkejut atas perubahan Jons yang begitu mendadak entah apa yang terjadi sebelumnya sampai membuat istrinya mengamuk se-brutal ini..., padahal belum pernah ia melihat ataupun bentakan yang sungguh menyakiti hatinya.


"Nona muda kendalikan dirimu" ujar sekertaris Rio tidak tahan melihat pertengkaran majikannya.


Tuan Farhan mengendurkan tangannya melangkah mundur dari Jons. "Kau benar-benar tidak mempercayaiku Ara? hanya karena melihat sesuatu yang tidak jelas kau langsung menyimpulkannya dengan begitu buruk, aku sangat kecewa denganmu" lirih Tuan Farhan tersenyum pahit. Bukannya kasihan Jons malah terkekeh sinis.


"Wah, wah, lalu apa maksud foto ini? apa kau bisa menjelaskannya hmmm..." Jons menyodorkan ponselnya di depan Tuan Farhan, si Jelangkung batangan sangat terkejut melihat foto yang di perlihatkan istrinya padanya. Foto dirinya yang sedang memangku seorang wanita entah siapa wanita tersebut.


Jons makin tertawa sinis tatkala Tuan Farhan tidak menjawab. "Sudahlah Prince, aku capek lebih baik aku pulang saja dan hubungan kita entahlah aku malas membicarakannya" tutur Jons berjalan pergi namun dengan cepat Tuan Farhan memegang lengan Jons.


"Rio periksa CCTV dan bawa semua rekaman ke ruanganku sekarang!" titah Tuan Farhan menatap wajah sekertaris Rio dan pria itu langsung keluar dari ruangan tersebut, setelah keluar Tuan Farhan mengunci pintu kamarnya dan membawa tubuh Jons ke dalam pelukannya.


"Jernihan pikiranmu Ara, jangan bertindak gegabah... apa kau ingin musuh kita akan menang hmmm?" bisik Tuan Farhan pelan, raja Iblis merengkuh tubuh istrinya dan mengelusnya pelan. Trik seperti ini selalu ia gunakan kala Jons mengamuk padanya.


"Tidak! kau berbohong padaku Prince, bahkan kau berani bercinta dengan sekertaris priamu itu!" ketus Jons hendak mendorong tubuh Tuan Farhan.


Si Jelangkung melonggarkan pelukannya menangkup kedua pipi Jons dan langsung mencium bibir istrinya lembut. Membuat Jons melebarkan matanya.


"Mana mungkin bibir ini bisa mencium bibir wanita atau pria lain sedangkan bibirku adalah milikmu...," jelas si Jelangkung menempelkan dahinya dengan dahi istrinya. "Jika seandainya bibirku ini memang pernah di nikmati oleh orang lain maka bisakah kau membersihkannya walaupun bibirku hanya kau yang merasakannya..." sambungnya lagi dengan suara lirih. Hati Jons seketika luluh.


Jons memandang mata Tuan Farhan tidak ada kebohongan di sana tapi Jons tidak akan mudah percaya begitu saja sampai ia melihat bukti nyata.


Menarik napas panjang kemudian menghembuskan keluar. "Aku tidak mau bibir suamiku di nodai oleh siapapun" bisik Jons dalam hati sedikit tidak rela.


"Jangan marah lagi Ara, hatiku sakit saat kau tidak percaya padaku" tutur si Jelangkung batangan menundukkan kepalanya. Jons kemudian berjinjit menarik tengkuk Tuan Farhan dan menciumnya, raja Iblis tersenyum senang dalam hati.


"Akhirnya" Tuan Farhan membalas ciuman istrinya dengan lembut bahkan bermain sangat lama membuat Jons kewalahan.


"Sudah! aku masih marah" ketus Jons mendorong tubuh Tuan Farhan dan pada akhirnya Tuan Farhan mengalah.


"Yang terpenting aku sudah mendapat vitaminku" gumam si Jelangkung dalam hati dengan perasaan berbunga-bunga, tak apalah jika terus di marahi yang penting mendapat jatah. pikir raja Iblis.


Di sisi lain Richo dan para rombongan Iblis sudah sampai di depan apartemen Tio, Tio tidak tahu jika Aulia dan lainnya datang mengunjunginya karena Richo tak mengabarinya.


"Uncle Licho apakah ini adalah apaltemen Uncle Tio...? Besal sekali" tanya Aulia memandang takjub bangunan di depan matanya.


"Iya, ayo kita masuk" mereka berjalan menuju arah gerbang apartemen kebetulan gerbangnya tidak terkunci dan tidak ada penjaganya mereka lalu masuk ke dalam.

__ADS_1


Aulia berjalan cepat mendahului mereka dan langsung mengetuk pintu seraya berteriak memanggil nama Tio.


"Uncle buka pintunya! ini Aulia..., Uncle Tio!"


CEKLEK


Seorang wanita muda juga cantik membuka pintu apartemen Tio, Richo dan lainnya terkejut menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Tante jelek siapa? kenapa bisa belada di apartemen Uncle Tio...!" seru Aulia berkacak tangan melotot ke arah wanita di depan pintu.


"Apa kau pacarnya Tio?" Tanya Richo penasaran begitupula Hamas dan Azhar yang juga penasaran.


"Iih tante jelek tidak mungkin pacalan sama Uncle Tio! dan tidak boleh!" teriak Aulia tajam raut wajahnya menunjukkan ketidaksukaan mendengar pertanyaan Richo membuat kuping si centil kesakitan.


"Dasar si centir ini" Azhar mendengus kesal.


"Ih kak Lia, bagus dong kalau Uncle Tio punya pacal" celetuk Alexa dan itu semakin membuat Aulia kesal. Tanpa berkata lagi Aulia menerobos masuk ke dalam.


"Uncle Tio!" teriak Aulia kencang mengagetkan semua yang ada di sana.


"Kenalin aku Nara teman Tio, ayo masuk dulu" jawab wanita tersebut dan mempersilahkan mereka masuk.


Sebelum masuk Hamas dan Azhar melempar tatapan tajam pada Nara seakan mengisyaratkan sebuah ancaman. "Jangan dekati Uncle Tio! jika masih mau hidup" begitulah kira-kira isi ancaman tersebut membuat Nara bergidik ngeri.


"Nih bocah kesambet setan apa sih seram amat" batin Nara.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2