Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 91 Tiga Perusuh Mau Ikut


__ADS_3

**Happy reading 🤗🤗


Semoga terhibur dan beri like dan Vote nya 🤭**


.


.


.


.


.


.


.


.


"Bang Hamas" Panggil anak kecil cantik dengan rambut di kepang dua tak lupa pula senyum yang terus terukir di bibir mungilnya. Hamas dan kedua saudara nya membalas senyum gadis kecil di depan sana.


Orang-orang dewasa di sana terkekeh melihat tingkah lucu nan menggemaskan anak Amanda. Gadis kecil itu ingin turun dari kursinya namun ia tidak bisa karena kursi yang ia duduki terlalu tinggi bagi anak seumuran nya.


"Ma, turunin Leca!" Pintanya pada Amanda, wanita itu mengerutkan keningnya.


"Lexa mau ke mana sayang?" Saat ingin menjawab namun suara lembut milik Hamas langsung menghentikan niatan gadis kecil itu karena Hamas tahu apa niat setan kecilnya.


"Duduk saja abang yang akan duduk di samping mu" Alexa mengangguk dengan senyum merekah. Lagi-lagi mereka terkekeh di buatnya.


"Uluh-uluh cucu Oma perhatian banget sama adiknya hmmm.... " Tutur Nyonya mita tertawa kecil.


"Hamas seperti Farhan saat kecil suaranya lembut namun dengan wajah datar aishhh... Menyebalkan sekali bukan? wajah datarnya itu!" Gerutu Tuan Wijaya mengingat momen saat dirinya menjadi ayah pertama kali dan hal itu ia bisa melihat sisi aslinya yang sangat dingin dan kaku.


Mereka semua terkekeh kecuali si Jelangkung pria itu memasang wajah datar malas menanggapi. Hamas duduk di dekat Alexa yang sudah di anggap nya sebagai adiknya sendiri sedang Aulia duduk di antara Oma dan Oppa nya dan Azhar duduk di samping kiri Jons dan di samping kanan adalah tempat duduk raja iblis.


"Abang Hamas suapin Leca yah" ujarnya dengan wajah memelas dan tak lupa pula andalan nya yaitu puppy eyes yang membuat siapapun tak bisa menolaknya.


"Tidak boleh sayang, Lexa harus makan sendiri, kalau abang Hamas yang suapin Lexa nanti abangnya lapar kan jadi kasihan nanti abangnya sakit" Amanda langsung memberi pengertian pada Putri kecilnya padahal tidak biasanya anaknya itu manja.


"Tidak apa-apa Tante biar Hamas yang suapin Lexa" balas nya tanpa beban ia kemudian mengambil makanan Lexa lalu menyuapi ke dalam mulut kecil Lexa membuat anak kecil itu tersenyum lebar.

__ADS_1


"Dasal manja" celetuk Aulia dengan senyum mengejek. Alexa mengedikan bahunya.


"Bialin... Wleeh kak Lia cembulu kan cama Leca...? Makanya kak Lia haluc baik cama Leca biar abang Hamac cuaipin kak Lia" celetuk Alexa panjang lebar membuat mereka di sana membulatkan mata mereka terkekeh kecil karena kelakuan anak-anak.


"Cih!... Malas Lia bicala sama Lexa, mending Lia makan saja" ujarnya dingin.


"Lexa, Lia kalau makan tidak boleh bicara yah nanti kalian bisa tersedak" tutur Hamas tegas namun lembut pada dua gadis kecil nya.


"Baik abang, Leca akan patuh" jawabnya sambil mengunyah makanan.


"Baik Bang" sahut Lia singkat. Jons, Tuan Farhan serta kedua orang tua Tuan Farhan dan Amanda tersenyum lebar menyaksikan kedekatan anak-anak mereka.


Mereka makan dalam diam hanya suara dentingan sendok yang terdengar Azhar anak kecil itu begitu malas menanggapi omongan yang lainnya karena makanan di depannya lebih menarik perhatian nya.


Mereka semua telah menyelesaikan makan malamnya, anggota Black Wolf yang bertugas di dapur pun membereskan sisa makanan serta membawa piring kotor ke dalam dapur.


Tuan Farhan meminta mereka untuk berbicara di ruang keluarga diikuti oleh Amanda dan anak-anak sebenarnya Amanda tidak ingin ikut karena pasti pembicaraan mereka adalah sesuatu yang penting namun karena keras kepala putrinya untuk menemaninya hingga ia menurut saja.


Dan sekarang mereka sudah di ruang keluarga Tuan Farhan dan rombongannya duduk di atas sofa ukuran panjang sedang Amanda dan putrinya duduk di sofa single dengan Alexa berada di atas pangkuan Amanda, serta Tuan Wijaya dan Nyonya Mita duduk di sofa panjang seperti sofa yang di duduki oleh Tuan Farhan serta rombongan nya.


"Ma, Pa, aku akan mengajak Ara ku untuk bulan madu ke Bali, selama menikah kami tidak pernah menghabiskan waktu romantis berdua oleh sebabnya aku meminta Mama sama Papa untuk menjaga tiga cucu mu... Untuk bulan madu pertama aku ingin ke bali agar tidak terlalu jauh saat nanti ada kendala pada perusahaan aku bisa segera pulang" tutur Tuan Farhan menyampaikan maksudnya.


Tuan dan Nyonya Mita menganggukkan kepalanya kecil, mereka lebih senang jika harus menghabiskan waktunya bersama cucu mereka namun teriakan keras menggema di ruangan tersebut hingga membuat orang-orang dewasa di sana sangat terkejut.


"Kalian tidak boleh ikut! Daddy mau berduaan saja dengan Mommy kalian!" Jelasnya dengan suara tegas tak lupa tatapan mata mengintimidasi terarah pada tiga kecil iblis nya namun yang di tatap malah menampilkan senyum mengejek.


"Mom, Lia mau ikut apa Mom setegah itu sama Lia dan abang?" Aulia si gadis nakal dengan seribu cara licik menampakkan wajah sedihnya bahkan matanya mulai berkaca-kaca membuat Jons iba walau ia tahu putri nya itu sedang pura-pura sedih.


Berbeda dengan Aulia, Azhar dan Hamas malah beralih pada Tuan Wijaya dan Nyonya Mita mereka mengeluarkan jurus andalan nya agar dapat di perbolehkan untuk ikut bersama.


"Oma Oppa Azhar mau ikut Mommy sama Daddy, Oma, dan Oppa tahu kan karau kami jarang sekali keruar" tutur Azhar dengan cadel nya.


"Iya kami ingin ikut maukan Oma, Oppo mengizinkan kami?" Kali ini Hamas ikut menimpali ia mengikuti rencana licik kedua kembar nya.


Jons, Nyonya Mita dan Tuan Wijaya mengelus lembut tiga anak kecil mereka, mereka mengangguk mengiyakan apa sih yang tidak bisa buat mereka kebahagiaan ke tiga penerus Dinata adalah prioritas nya namun berbeda dengan pria satu itu siapa lagi kalau bukan si Jelangkung batangan sia-sia sudah mengajak Ara nya pergi berbulan madu jika ujung-ujungnya si perusuh nya ikutan.


"Boleh sayang apa sih yang tidak bisa Mommy penuhi" jawab Jons tersenyum lebar Aulia terpekik kaget.


"Iya sayang kalian boleh ikutan" sahut Nyonya Mita dan Tuan Wijaya hampir bersamaan, dan itu membuat tiga generasi iblis bersorak dalam hati.


"Telima kasih Mom" Aulia memeluk erat tubuh Jons membuat si tomboy tersenyum lebar.

__ADS_1


"Rerima kasih Oma, Oppo" ucap Hamas dan Azhar.


"Tapi itu adalah bulan maduku kenapa harus dengan mereka sih...!! Yang ada mereka akan mengganggu waktu bersama ku dengan Ara ku" Gerutu Tuan Farhan mendelik jengkel.


"Tidak ada tapi-tapian kamu harus mengajak cucu-cucu ku juga" final Tuan Wijaya pria paruh baya itu berujar tegas dan itu berarti si Jelangkung tidak bisa menggugatnya.


Hamas, Azhar dan Aulia menatap Tuan Farhan dengan tatapan yang sulit di artikan senyum menyeringai terbersit di bibir ke tiga nya membuat raja iblis ingin mencekik leher mereka bisa-bisanya anak nya melakukan itu. Durhaka sekali bukan! ck.


"Enak saja pelgi libulan tidak mengajak Lia" bisiknya dalam hati sembari terkikik kecil.


"Dad, tunggu hadiah nya" sorak Azhar dan Hamas.


Tuan Farhan saling melempar tatapan tajam pada anak-anak nya tapi yang di tatap malah menatap tajam balik.


"Hufft...! Huh! Mereka benar-benar anak iblis" gerutu Tuan Farhan dalam hati.


"Hancur sudah kebahagiaan ku" gumamnya pelan. Jons hanya mengusap pelan bahu suaminya yang sedang kesal.


Belum sempat raja iblis tenang suara cempreng anak kecil membuat nya makin frustasi.


"Uncle, Lica juga mau ikut!" seru nya bersorak.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung 🤣

__ADS_1


Beri like dan komen nya 🤗🤗**


__ADS_2