
Happy reading 🤗
Beri like dan hadiahnya dong guys 😘😘
.
.
.
.
.
.
.
Seorang wanita yang menggunakan celana cargo panjang berwarna hitam yang memiliki banyak saku serta kaos polos hitam dengan di lapisi jaket kulit, terlihat seperti style ala militer yang sangat pas di tubuhnya yang tinggi itu.
Sosok itu tengah berdiri di atas atap gedung yang tidak jauh dari hotel Sun Flower. Melihat datar acara pernikahan yang membuatnya ingin menghancurkannya segera.
Tidak lupa dirinya memasang alat komunikasi rahasia jarak jauh yang tersembunyi di balik telinganya bernama earpiece yang sering di gunakan oleh anggota pasukan pengawal khusus negara-negara dunia.
Menatap benda persegi dengan tali menempel di pergelangan tangannya melihat jarum yang sudah mengarah pada angka 11 tepat. Ia lantas menekan tombol pada alat earpiece hingga menghasilkan lampu berwarna merah.
"Kalian bersiaplah aku akan menembaknya sekarang" titahnya datar. Dan terdengar sahutan dari sebrang sana.
Senapan sniper Arctic Warfare Magnum (AWM) adalah senapan sniper Inggris yang diproduksi oleh perusahaan Akurasi International. Senapan ini memiliki jarak tembak efektif hingga 1.500 - 1.700 meter dengan dapat menembus kaca lapis baja.
Wanita itu memegang senapan Arctic Warfare Magnum yang ia letakkan di atas beton yang tingginya hanya sebatas pinggangnya ujung senapan mengarah ke arah hotel Sun Flower. Tubuhnya menjongkok setengah di mana posisi matanya ia dekatkan pada kaca yang ada di sniper tersebut, telunjuk kanannya siap menarik pelatuk.
"Siap-siaplah untuk ke neraka sekarang!" bisiknya dalam hati. Menarik pelatuknya dan mengarahkannya pada seorang wanita bergaun navy dan...
DOR
PRAAANG
Kaca jendela hotel yang berada di lantai empat itu hancur seketika dan mengenai seseorang namun sialnya malah bukan pengantin wanita melainkan seorang pria berjas hitam sepertinya pria itu sudah tahu tentang penyerangan ini.
"****!"umpat Jons dengan tangan terkepal kuat. Jika saja pria itu tidak menghalanginya maka pasti mangsanya akan langsung tertidur pulas.
Jons segera membuang senapan yang sudah tidak di pakai akan sangat sulit untuk menembak lawannya lagi karena pasti mereka akan waspada.
"Cepat datanglah! kita akan beralih ke hotel Sun Flower sekarang" titah Jons menggunakan earpiecenya. Ia lantas naik ke atas pembatas dari bangunan tinggi itu tidak lama suara helikopter datang dari arah bawah dan perlahan-lahan naik ke atas... Jons langsung melompat kala mereka menurunkan tangga darurat dari udara.
Tangannya memegang sisi anak tangga kedua, menjatuhkan kakinya di pijakan anak tangga pertama dan si pembunuh bayaran langsung melangkah naik ke atas. Setelah menjatuhkan bokongnya di jok depan helikopter, salah satu pria yang termasuk anggota Black Wolf segera menarik tangga darurat.
"Aku akan mendarat di lantai empat yang berada di samping Hotel" jelas Jons dan anggota Black Wolf yang menangani kemudi helikopter mengangguk mengerti. Pria yang mengendarai Helikopter segera membelokkan Helikopter ke tempat yang sudah di jelaskan oleh Jons. Dari jarak yang tidak terlalu jauh dari hotel, Jons membuang tali ke arah balkon Hotel dan alat pengait yang berada di tali mengenai sisi besi balkon yang mampu membawa tubuh Jons.
Jons melompat dari atas Helikopter dengan cepat kakinya ia pijakan di dinding beton perlahan-lahan dirinya merangkak naik ke atas hingga mendarat sempurna di balkon lantai empat.
Di sisi lain.
Di dalam ruangan Hotel lantai empat, saat pasca penembakan hingga mengakibatkan seorang pria tewas dengan sangat mengenaskan. Tubuh Karina gemetaran. Saking kagetnya.
Tuan Farhan melihat kejadian itu segera mengaktifkan alat komunikasi rahasia yang berada di balik telinganya membuat orang-orang tidak dapat melihatnya.
"Tutup semua jalur pintu keluar masuk!" perintah raja Iblis tegas dan terdengar sahutan dari sebrang. Anggota Black Wolf dan pasukan Hades Khithonios sudah mengatur strategi, kelompok yang di tugaskan jalur keluar masuk sudah menutupnya cepat sesuai instruksi Tuan mudanya.
"Hallo River kau tangani Clara jangan sampai lepas" titah Tuan Farhan pada River asisten dunia bawahnya. Sebenarnya River berada di Amerika namun karena perintah dari sang Boss membuatnya buru-buru kembali ke Indonesia.
Tuan Farhan segera menyeret tubuh Karian membawanya ke suatu tempat yang pastinya akan semakin seru.
"Lepaskan aku!" teriak Karina sedikit gugup.
"Diam!" bentak raja Iblis menarik paksa Karina.
"Lepaskan dia Farhan!" teriak Clara namun tidak di gubrisnya.
DOR
DOR
__ADS_1
DOR
DOR
"Sial! brengsek kau Farhan! akan ku bunuh kalian semua!!" teriak Clara karena sudah salah memprediksinya, ia lupa bahwa Tuan Farhan yang di kenalnya bukanlah pria dulu yang tidak bisa berbuat apa-apa nyatanya ia sudah kalah telak. Jumlah anak buahnya lebih sedikit dari anggota Tuan Farhan. Ternyata semua para tamu yang hadir juga perempuan adalah bagian anggota Tuan Farhan, itu berarti anak buah Tuan Farhan lima kali lipat lebih banyak dari anak buah yang di bawahnya.
Pertempuran sengit masih berlangsung. Clara benar-benar muak dan marah besar. Ia sudah di bodohi oleh pria yang pernah menjadi kekasihnya dulu namun sekarang mereka adalah musuh.
"Akan ku bunuh kau Farhan!" batin Clara mengeluarkan senjatanya dari dalam gaun yang ia pakai. Ia lalu mengejar Farhan karena mantan kekasihnya membawa Karina ke suatu tempat. Bukan hanya di lantai empat, rupanya lantai bawah juga terjadi pertarungan sengit.
Tuan Farhan sudah mengaturnya di mana tidak ada seorangpun ataupun teman bisnisnya yang akan menghadiri acara pernikahannya karena itu semuanya hanyalah siasatnya untuk mengelabuhi penipu kecilnya.
Di saat Clara berjalan mencari Tuan Farhan, River mengikutinya dari belakang namun ada saja rintangan.
BUGH
River sedikit termundur akibat serangan tiba-tiba dari Geng Carvendal, River tersenyum setan. Ia lalu melayangkan pukulan bandul di mana sebelah tangannya sebagai tangkisan dan sebelahnya lagi untuk menyerang membuat musuh termundur jauh.
BUGH
Tidak sampai di situ River melayangkan tendangan jejak hingga membuat pria itu tersungkur jatuh ke lantai.
BUGH
River kembali melihat ke belakang dan tidak mendapati Clara dengan cepat ia melenggang pergi namun pria yang terjatuh tadi buru-buru bangkit dan melayangkan tendangan T
BUGH
"****! brengsek cari mati rupanya!" umpat River dan kembali menghabisi pria yang bukan tandingannya itu.
"Heh! benar-benar sampah!" cemohnya dan segera berlalu meninggalkan anak buahnya yang tengah mengurus dedemit kecil.
BUGH
DOR
BUGH
DOR
DOR
Saat sudah di tempat sepi lebih tepatnya di lorong toilet Farhan melepas cengkramannya dari tubuh Karina menatap datar wajah wanita di depannya.
PROK PROK
PROK PROK
"Penipu kecil! ingin membunuhku hmmm...? adik kesayangan Louise apa kabar sayang?" Tuan Farhan terkekeh geli melihat tatapan tajam dari Karina.
"Brengsek akan ku bunuh kamu! pria brengsek tidak berhati!" teriak Karina menatap marah ke arah Farhan namun raja Iblis menatapnya dengan alis terangkat sebelah.
"Tidak lama lagi polisi akan segera datang dan menangkap kalian... mau tahu apa alasannya? kamu dan Clara sudah melakukan tindakan kriminal juga melanggar hukum" bisik Tuan Farhan di telinga Karina membuat wanita model itu terkejut. Dirinya menatap nyalang pria di sampingnya.
"Aku tidak boleh takut! dia hanya menakut-nakutiku" batin Karina.
"Hahahahah, aku tidak takut dengan semua itu" tawa Karina menggelegar dan tidak sengaja dirinya melihat kedatangan Clara. Dan wanita itu langsung mengerti saat Clara memberikan kode untuk menarik perhatian Tuan Farhan karena saat ini posisi Tuan Farhan membelakangi Clara.
Dari jauh Clara sudah mengulurkan tangannya dengan memegang pistol berkaliber tinggi mengarahkannya tepat di kepala Tuan Farhan. Sedangkan Karina terus mengoceh dan tertawa terbahak-bahak agar membuat Tuan Farhan sedikit teralihkan.
"Apa yang kau rencanakan? kenapa kau menjadi orang yang tidak waras?" tanya Tuan Farhan tanpa menaruh curiga sedikitpun.
"Kau tahu di mana anakmu Tuan muda?" bisik Karina tersenyum licik. Mendengar hal itu membuat Tuan Farhan menatap datar pada Karina ia tidak mudah tertipu oleh penipu kecil seperti wanita di depannya. Heh! yang benar saja.
Di arah belakang, Clara sudah siap menarik pelatuk pistolnya dan...
DOR
DOR
Senjata di tangan Clara seketika terjatuh dengan darah mengalir keluar mengotori lantai, rupanya lengan atasnya tertembak, sedangkan di sisi Tuan Farhan, bukan dirinya yang terluka malah Karian yang mendapatkan tembakan itu.
"Jangan pernah bermain-main dengan penipu besar,... penipu kecil!!" bisik raja Iblis di telinga Karina, sedang wanita itu sudah tidak tahan merasakan sakit pada bagian punggung belakangnya akibat tembakan yang di lakukan oleh Clara.
__ADS_1
Tuan Farhan menyadari saat netranya beradu pandang dengan Karina dan saat itu pula ia melihat seseorang yang hendak menembaknya ia langsung menarik tubuh Karian untuk menjadikan tameng dari peluru tajam itu.
"Ka-kau be-benar-bena-r licik Tu-Tuan muda" lirih Karina tersendat-sendat.
"Aku hanya belajar dari penipu kecil hehehe" jawabanya terkekeh kecil dan langsung mendorong tubuh Karina hingga terjatuh, membuat Karina makin merasakan sakit yang tiada tara.
Raja Iblis tersenyum lebar kala atensinya melihat sosok tangguh yang datang menghampirinya. Ya dia adalah Jons. Si tomboy melepas kaca mata menembak berwarna putih, melempar senyum manisnya pada suami di depannya.
"Akh, aku sangat merindukanmu Ara" ujarnya tersenyum tipis dan langsung mengecup bibir Jons. Sedangkan Clara mengepal tangannya kuat.
"Brengsek! sampai matipun aku tidak akan melepas kalian berdua bahkan sampai di neraka!!" ujar Clara menatap bringas kedua sejoli tanpa hati itu. Bisa-bisanya si Jelangkung mengecup bibir Jons di depan sang mantan yang sedang kesakitan... bukankah itu sangat menyakitkan.
Jons terkekeh lucu berjalan ke arah Clara berada. Berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Clara lalu berbisik.
"Andai di dunia ini tidak ada hukum negara, sudah pasti aku akan melenyapkanmu Clara Anindita"
"Ka-kau!!" Clara terkejut, Jons mengetahui identitasnya padahal selama ini ia bermain sangat halus dan tidak akan ketahuan. Bagaimana bisa Jons mengetahui rahasianya?. Pikirnya heran. Jons hanya terkekeh melihat reaksi dari musuhnya itu.
"Bodoh!" ungkapan Jons membuat Clara benar-benar gila.
"Akan ku bunuh kau wanita sialan!" teriak Clara.
Tuan Farhan menyaksikan adu mulut antara mantan pacar dan istrinya melipat kedua tangannya di depan dada sesekali dirinya tertawa kecil, tidak tahu saja jika Karina diam-diam mengeluarkan pisaunya dari tempat persembunyiannya. Dengan sangat pelan Karina berdiri berjalan mendekati Tuan Farhan dan dengan cepat mengayunkan pisaunya ke arah pundak Tuan Farhan dan...
DOR
Peluru karet menembus daging di bagian lengan atas Karina membuat wanita itu meringis sakit, satu tembakan di tubuhnya sudah sangat susah menyakitkan dan sekarang satu peluru kembali bersarang.
Semua di sana terkejut terutama raja Iblis. Karena begitu asyik menatap wajah istrinya membuatnya tidak sadar jika ada bahaya menghampiri.
Karina langsung terjatuh pingsan dengan pisau yang masih di genggamannya. Andai River telat sedetik saja mungkin Tuan Farhan pasti sudah terluka.
"River urus Clara!" titah Jons. Dan River mengangguk paham.
"Polisi sudah di bawah dan akan segera naik ke atas" jelas River dan kedua pasutri hanya mengangguk kepalanya sebagai jawaban.
River datang dengan dua pria anggota Hades Khithonios mereka lalu membawa Karina juga Clara sedangkan Tuan Farhan dan Jons masih menetap.
"Aku merindukanmu Ara" bisik si Jelangkung batangan dan langsung menyerbu bibir Jons tanpa membiarkan Jons menolak. Di saat orang-orang sibuk mengurus masalah hujan mawar merah berbeda dengan makhluk satu ini, si Jelangkung lebih asyik pada dunianya sudah lama tidak merasakan kenikmatan buah ceri di mulut Aranya.
Cup
"Ayo kita turun" Tuan Farhan mengecup singkat dahi istrinya dan mengajak wanitanya untuk turun ke lantai dasar guna memberikan keterangan pada pihak berwajib.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung
.
.
Hayo kenapa raja Iblis dan pembunuh bayaran baik-baik saja? adalah yang tahu hmmmm? 😁😁😁😁
Yuk komen!
.
__ADS_1
.
Maaf Guys panjang banget yah 🙏🙏