Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 89 Kecentilan Aulia


__ADS_3

Happy reading 🤗


Jangan bosan-bosan yah baca cerita author 🤗


🤗🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Richo, Tio dan Sandy sangat khawatir pada anak Tuan muda nya ke tiga kerucil iblis itu belum juga menampakkan batang hidungnya sudah setengah jam mereka menunggu di parkiran mobil sampai mereka masuk ke dalam mobil untuk sekedar duduk bersantai hingga keluar pun belum datang-datang juga.


Ke tiga pria itu saling melirik satu sama lain.


"Bagaimana ini Tuan muda kecil belum datang-datang? Apa kita harus mencari mereka sekarang?" Tanya Sandy dengan wajah gusarnya.


" Kalian berdua pergilah biar aku yang menjaga di sini, jika ada apa-apa segera hubungi aku!" Titah Richo dengan wajah biasa saja karena ia tahu bahwa penerus raja iblis dan ratu pembunuh bayaran bisa melindungi diri mereka sendiri.


"Baiklah kalau begitu, Tio ayo kita pergi" ajak Sandy. Mereka berjalan bersama menuju tempat penjualan es krim butuh beberapa menit untuk sampai di sana tak jauh dari sana mereka melihat Tuan muda kecil sedang bersama anak-anak yang lebih besar dari mereka entah apa yang mereka lakukan ke tiga pria itu tidak mendengar jelas pembicaraan Tuan muda kecil nya.


"Anak kecil berikan aku uang mu!" Ucap salah satu anak laki-laki berumur sepuluh tahun.


"Aku tidak punya uang" jawab Aulia jujur memang dirinya tidak memegang uang karena uang kembalian di pegang oleh Hamas.


"Cepat berikan uang nya pada kami atau kalian akan tahu akibatnya!" Ancam salah satu teman nya.


"Jangan mengganggu kami atau kalian berdua akan lupa bagaimana berjalan untuk pulang" tekan Hamas berwajah datar dengan mata alis terangkat sebelah seakan meremehkan lawan nya. Ia tidak pernah takut pada siapapun apalagi melawan dua orang kerucil di depan nya.


"Hahahah,,,,, anak kecil pandai sekali bersilat lidah jangan terlalu sombong kau hanya anak kecil yang bisa ku singkirkan dengan taik kuku ku" jawab anak laki-laki itu tertawa renyah.


"Cepat berikan padaku atau aku akan mengambil es krim mu!" Bentak teman nya pada Aulia membuat Aulia melotot bukannya takut malah dengan santainya ia menjulurkan lidah dengan jari tengah mengancung ke depan.


"Berani dengan ku rasakan ini!" Anak laki-laki itu menarik es krim di tangan Aulia membuat es krim itu terjatuh ke tanah.


BUGH

__ADS_1


"Apa yang kamu lakukan? Mengapa kamu menjatuhkan es klim ku!" Bentak Aulia dengan mata melotot seakan ingin memangsa makanan di depannya.


"Berani kamu mengganggu adik ku!" Teriak Azhar ia langsung membuang es krim dan hendak menghajar kedua anak laki-laki di depan nya namun teriakan Aulia membuat nya mengurung kan niat nya.


"Abaaaaang!,,,, Mengapa kamu membuang es klim nya! Itu tidak baik namanya mubajir kata Bunda Ayu! Hamas, Azhar, dan dua anak laki-laki di sana sontak menutup telinga mereka mendengar suara cempreng Aulia membuat gendang telinga seakan pecah.


"Bisa-bisanya anak ini memikirkan es krim di saat keadaan genting begini" keluh Hamas dalam hati.


"Adik tengir" gumam Azhar menghembuskan napas kasar.


"Uang yang kau minta untuk apa? Mengapa kamu memintanya pada kami? Di mana orang tua kalian?" Tanya Hamas sebenarnya sangat malas meladeni kedua anak itu apalagi harus berkelahi.


"Tidak usah banyak tanya anak kecil! Cepat berikan uang kalian!" Teriak nya pada Hamas sedangkan Azhar dan Aulia ingin sekali menendang dan menguliti nya hidup-hidup tapi di tahan oleh Hamas. Menurut Hamas menggunakan kekuatan untuk orang-orang yang tidak sepadan itu akan merugikan saja, hanya membuang-buang waktu. Memang benar mereka turunan raja iblis benar-benar sama.


"Aku tidak akan memberikan uang jika kamu tidak memberitahu ku alasan nya!" Ujarnya sembari memakan es krim nya.


Kedua anak laki-laki itu tertunduk lesu terlihat raut wajah mereka sangat sedih dan sedikit khawatir.


Hamas, Azhar dan Aulia mengernyitkan alisnya terlihat kerutan kecil di dahi ke tiga nya mereka menatap bingung kedua anak yang terlihat begitu sedih.


"Ada apa?" Tanya Azhar.


"Apa kalian membutuhkan sesuatu? Kami akan membantu kalian jika kalian membelitahu kami?" Tanya Aulia ikut menimpali.


"Sebenarnya ibu angkat kami sedang sakit, kami membutuhkan makanan dan uang untuk membeli obat untuk mengobati penyakit ibu kami" jelas salah satu anak laki-laki itu dengan wajah sedih nya.


Tak lama Tio dan Sandy sampai di tempat Tuan muda kecil.


"Tenang saja Uncle kami sudah datang Aulia akan menyuluh Uncle untuk membantu kalian" ujar Aulia dengan senyum centil nya ia menebar pesona pada anak kedua laki-laki itu walaupun terlihat hitam dan sedikit kotor tapi bagi Aulia yang terpenting dia tebar pesona pada laki-laki bukan perempuan itu berarti dirinya masih normal. Entah dari mana pengetahuan normal dan tak normal ia dapat.


"Hadeuh centil nya mulai keluar" batin Hamas mendengus kesal.


"Ck! Anak centir" gumam Azhar menggeleng kepalanya.


"Baiklah kami akan membantu Nona muda" jawab Tio Walau sedikit bingung pada anak Tuan nya padahal mereka baru bertemu tapi bisa-bisanya mereka mau membantu orang lain sungguh anak yang baik.


Hamas yang tahu kedua pria dewasa yang sedikit bingung pun angkat suara masih dengan tampang datar "nanti aku akan jelaskan pada Uncle". Tio dan Sandy menganggukkan kepalanya.


"Apakah benar kamu mau menolong kami?" Tanya pria berkulit coklat pada Aulia, padahal dirinya sudah membuat kasar padanya, gadis kecil itu tersenyum manis dan mengangguk kepalanya "tentu saja aku akan membantu kamu".


Kedua laki-laki itu tersenyum lebar dan itu membuat kedua laki-laki itu terlihat tampan Aulia makin tak karuan di buatnya.


"Tapi kami sudah mengganggu kalian tadi, kenapa kamu masih mau membantu kami?" tanya Arsul.


"Anggap saja ini adalah lejeki dari Allah" jawab Aulia seadanya. Mereka yang mendengar tersenyum tipis.


"Namaku Kamal" anak laki-laki berkulit coklat mengulurkan tangannya ke arah Aulia dengan senang Aulia menyambut uluran tangan sang pujaan hati.


"Aulia" jawabnya dengan suara lembut. Hamas dan Azhar ingin sekali muntah mendengar suara adik perempuan nya yang begitu lembut sedangkan Tio dan Sandy ternganga dengan mulut terbuka lebar.


"Kenalin namaku Arsul"


"Aulia" jawab Aulia singkat.


Kamal dan Arsul memperkenalkan namanya pada Hamas, Azhar, Tio dan Sandy.

__ADS_1


"Baiklah karena Nona kami yang meminta nya kami akan membawa ibu kalian ke rumah sakit Boss kami tanpa biaya" jelas Sandy pada Kamal dan Arsul.


Kamal dan Arsul tersenyum lebar dengan mata berkaca-kaca.


"Tenang saja semua akan baik-baik saja" ucap Aulia menggenggam tangan Kamal, Kamal menatap dalam wajah cantik Aulia anak laki-laki itu mengulurkan tangannya lalu mengusap lembut surai coklat milik Aulia.


"Terima kasih sudah membantu kami aku pasti akan selalu ingat kebaikan mu gadis kecil" Tutur nya dengan senyum lembut Aulia makin terpana pada pesona Kamal.


"Aku sudah besal bukan anak kecil lagi!" Aulia mencebikkan bibirnya kesal mendengar panggilan anak kecil.


Kamal dan Arsul terkekeh.


"Iya, iya gadisku" bisik nya lembut di telinga Aulia membuat anak gadis raja iblis merona.


"Ekheem!" Hamas berdehem dengan mata menatap tajam pada Kamal. "Jangan membual! Ayo Lia kita pulang!" Ajak nya pada adiknya.


"Baiklah aku pelgi dulu sampai jumpa lain waktu" tutur Aulia tersenyum tipis dan di balas senyum oleh Kamal dan Arsul.


"Uncle ulus ibu meleka kami akan pulang belsama Uncle Licho" ujar Aulia dan di anggukin oleh Tio dan Sandy.


"Baik Nona"


"Jangan Kecentilan Ria!" Tekan Azhar saat sudah jauh dari Kamal dan Arsul.


"Bukan ulusan abang" jawabnya ketus dan membuang muka nya ke arah lain.


"Kamu masih kecil Lia jangan memikirkan hal-hal dewasa!" Hamas ikut menimpali.


Aulia mengerucutkan bibirnya kesal " baik abang" jawabnya acuh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


**Bersambung 🤣


beri like dan komen yah**

__ADS_1


__ADS_2