
**Happy reading 🤗🤗
Jangan lupa beri like nya**
Sekarang Jons sudah sampai di Mansion Utama mereka turun dari mobil dengan ke tiga kerucil yang sudah terlelap di alam mimpi memang anak kecil akan selalu tidur tanpa mengingat waktu.
Memasuki Mansion yang sangat besar seperti biasa anggota Black Wolf akan memberi hormat pada Jons dan ke tiga anak Tuan muda nya sebagai tanda bahwa mereka sangat menghormati kedudukan menantu Boss besar mereka.
Terlihat Nyonya Mita dan Tuan Wijaya sedang duduk di kursi sofa ruang keluarga saling bercengkrama dan tertawa kecil sepertinya mereka sangat bahagia dan saling mencintai.
"Kamu dari mana sayang? Aduh ke tiga cucu ku sudah tidur hmmm... Lucu sekali?" Ujar Nyonya Mita saat melihat Jons menghampiri nya karena kamar mereka yang melewati ruang keluarga otomatis Jons harus pergi menyapa Boss nya sekaligus mertuanya sekarang.
"Aku dari perusahaan Farhan Ma, tadi dia menyuruh ku untuk datang katanya dia rindu sama anak-anak" jawab Jons dengan menyanggah kepala baby girl.
"Dasar anak itu padahal belum sedetik sudah rindu" cibir Tuan Wijaya Nyonya Mita terkekeh kecil.
"Kamu pasti capek kan kamu istirahat dulu mengurus tiga anak sekaligus bukanlah pekerjaan yang mudah, istirahat di kamar jaga kondisi kamu juga Mama tidak mau kalau kamu sampai sakit" jelas Nyonya Mita tersenyum.
"Memang benar mengurus tiga anak sekaligus bukan pekerjaan yang mudah tidak seperti membunuh orang yang hanya membutuhkan waktu beberapa detik pekerjaan selesai" batin Jons membenarkan ucapan ibu mertuanya.
"Makasih Ma, kalau begitu aku masuk dulu Ma, Pa" izin Jons tersenyum tipis.
"Iya" jawab keduanya bersamaan.
"Amanda jangan terlalu banyak gerak yah kamu juga sedang hamil aku tidak mau jika cucu ku sampai kenapa-kenapa" kata Nyonya Mita tegas saat melihat Amanda mengekori Alex di belakang sekalipun Amanda hanya anggota nya namun ia sudah menganggap amanda sebagai putrinya sama seperti Jons.
"Makasih Nyonya sudah menghawatirkan anak ku" lirih Amanda tersenyum lembut ia sangat beruntung memiliki Boss yang begitu baik padanya.
"Jangan panggil Nyonya! Mulai sekarang belajar lah memanggil ku dengan sebutan Mama" tegas Nyonya Mita sedang Tuan Wijaya tersenyum bangga ia tidak salah pilih istrinya adalah wanita hebat dan baik hati tingkat kepedulian nya sangat besar itulah sebabnya ia tidak berani menyakiti hati sang istri.
Alex, sekertaris Rio dan Jons yang belum sepenuhnya menjauh tersenyum lebar, mereka tidak salah pilih menjadi anggota Black Wolf dengan Boss seperti Nyonya Mita dan Tuan Wijaya, hal itu membuat mereka senang sekalipun Boss mereka adalah ketua Mafia terkenal namun rasa kemanusiaan dan kasih sayang membuat mereka begitu terharu.
"Baik Ma" jawab Amanda tersenyum kikuk "aku pergi ke kamar dulu Ma"
"Iya, kamu harus banyak istirahat jangan banyak melakukan aktivitas berat" kali ini Tuan Wijaya yang menjawab dan langsung di anggukin oleh Amanda.
Jons sudah berada di kamar nya di letakan baby girl di dalam boks nya di ikuti oleh Alex dan sekertaris Rio.
" Terima kasih sudah mengendong anak-anak ku" tutur Jons tersenyum tipis.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Nona, ini sudah menjadi bagian pekerjaan ku" jawab sekertaris Rio sopan.
"Dia adalah keponakan ku jadi tidak masalah bagiku" sahut Alex.
"Sekali lagi terima kasih"
"Sama-sama kalau begitu kami pergi dulu" pamit sekertaris Rio dan Alex.
"Iya" jawab Jons singkat ia kemudian membaringkan tubuhnya di atas kasur meraih ponselnya yang berada di dalam tas.
Kedua alis nya berkerut melihat pesan masuk dengan nomor tidak di ketahui dengan segera ia lalu membukanya matanya membola sempurna melihat foto suaminya dengan perempuan lain di dalam restoran hatinya berdenyut sakit melihat foto mesra keduanya.
"Memberi alasan dengan mengatasnamakan urusan kantor nyatanya dirinya sedang menyembunyikan sesuatu dariku, menyuruh sekertaris nya untuk mengantar ku pulang lucu sekali kau raja Hades" lirih Jons tersenyum kaku.
Air mata yang tidak pernah tumpah dalam hidupnya sekarang mulai berjatuhan hanya karena seorang pria yang sudah mulai masuk dalam hati seorang pembunuh bayaran itu. Hati siapa yang tidak sakit jika melihat foto pria yang di cintai sedang bermesraan dengan perempuan lain.
Menghela napas panjang kemudian meletakkan ponsel nya begitu saja matanya menatap langit-langit kamar nya.
"Tangan ku sangat gatal ingin membunuh seseorang" gumam Jons tersenyum tipis
"Rupanya kau sedang bermain-main dengan ku hmmmm...." Batin Jons.
Di lain tempat sepasang wanita pria sudah berada di depan bangunan besar, wanita itu menatap lama bangunan yang sudah lama tak ia injak itu.
"Ayo masuk ke dalam, dia ada di dalam" ujar pria itu yang tak lain adalah Tuan Farhan. Wanita itu tersenyum dan mengangguk, Tuan Farhan memegang tangan wanita itu menuntun nya untuk masuk ke dalam.
Orang-orang langsung memberi hormat kala melihat Boss mereka datang yah bangunan itu adalah Markas Tuan Farhan.
"Selamat sore Boss" sapa mereka.
"Hmmmm"
"Sore juga" jawab Laura tersenyum tipis.
"Di mana River?" Tanya Tuan Farhan datar.
"River berada di ruangan latihan Boss" jawab salah satu anggota Hades Khithonios.
Tuan Farhan langsung bergegas pergi ke ruangan latihan dan tak lupa tangan nya masih memegang tangan Laura membuat wanita itu tersenyum lebar.
__ADS_1
Saat di depan pintu ruangan latihan tiba-tiba Laura menghentikan langkahnya dan itu membuat langkah Tuan Farhan terhenti juga.
"Kenapa?" Tanya Tuan Farhan dengan alis berkerut.
"Hufft aku merasa gugup sekali" sontak membuat Tuan Farhan tertawa kenapa harus gugup? Mereka tidak sedang melakukan ujian kan? mereka hanya melakukan pertemuan kenapa harus merasa gugup ada-ada saja. Pikir Tuan Farhan tertawa kecil.
"Tidak apa-apa Laura, tarik napas dan buang perlahan-lahan itu akan membuat mu merasa lebih baikan lagipula kenapa harus merasa gugup" jelas Tuan Farhan terkekeh.
"Jangan menertawai ku jika kau pernah jatuh cinta maka kau pasti akan merasakan hal yang sama dengan ku" ketus Laura mendelik jengkel.
"Hahahaha aku tidak pernah gugup kecuali waktu pertama kali aku menanam benih di lahan Ara ku itu membuat jantung ku mendadak berhenti karena saking nikmatnya" tutur Tuan Farhan tersenyum lebar mengingat wajah malu-malu istrinya ingin sekali ia pulang sekarang dan mengurung istrinya bersama adik bungsunya namun ia harus tahan dulu dirinya masih menjalani masa hukuman dari seorang pembunuh bayaran akibat perbuatan ke tiga kerucil nya.
"dasar tiga kerucil andai kalian tidak merobek lahan Mommy kalian mungkin darah itu tidak akan keluar dan adik ku pasti bisa berkunjung tanpa ada yang menghalangi" gumam si Jelangkung dalam hati.
Hey raja Iblis apa kau tidak tahu pelajaran biologi? yang menjelaskan tentang masa melahirkan dan saat selesai melahirkan di larang keras untuk tidak bercocok tanam lagipula darah itu sebagai pembersihan dari lahan Ara mu agar tidak tercemari oleh virus, oh yah ampun benarkah dia adalah raja Hades? penguasa dunia kegelapan? kenapa dirinya begitu bodoh dalam dunia biologi.
"Menanam benih? Maksudnya bercocok tanam di sawah itu pekerjaan yang ternikmat? Apa tidak salah kak Devil berbicara begitu?" Tanya Laura meletakan jari telunjuk nya di dagu nya seakan berpikir lebih keras agar bisa menjangkau pemikiran raja Hades, yang tidak ia pahami itu.
Tuan Farhan tertawa kecil "kau belum cukup umur otak mu juga tidak akan sampai karena itu adalah pekerjaan orang dewasa, mana bisa kamu mengerti" balas Tuan Farhan tertawa puas mengerjai adik angkat nya waktu dirinya kuliah di Amerika ia menemukan keluarga baru di sana hingga kini dirinya masih berhubungan baik dan ternyata orang tuanya juga sangat kenal dengan orang tua angkatnya di Amerika semakin membuat nya lebih dekat.
"Cih! Aku sudah besar umur ku juga sudah 23 tahun" ketus Laura menatap tajam ia sangat benci jika ada yang mengatai nya masih anak kecil padahal umur nya sudah tua.
"Kau akan selalu menjadi adik kecil ku Laura Smith" tutur Tuan Farhan mengacak-acak rambut wanita di depan nya.
"Iish jangan merusak rambut ku! Bagaimana jika aku terlihat jelek dan kak River tidak menyukai ku lagi" teriak Laura menatap tajam ke arah Tuan Farhan yang kini memegang perut nya karena dari tadi dirinya terus tertawa. Laura merapikan rambutnya agar terlihat rapi.
Mereka tidak tahu jika dari tadi ada seorang pria menatap keduanya yang sedang berinteraksi saling menjahili.
"Ekheem" dehem River menampilkan wajah datar, Laura dan Tuan Farhan langsung menoleh ke sumber suara tersebut seketika membuat tubuh Laura membeku aliran darah nya berhenti seakan kaku dengan pemandangan di depan nya sudah sangat lama ia merindukan pria itu dan sekarang pria yang di cintai nya berada di hadapan nya.
"Apa kau hanya berdiam diri saja dan tidak memeluk ku?" Tanya River menyandar punggung nya di dinding samping pintu. Laura langsung berlari memeluk erat tubuh pria nya cairan bening keluar begitu saja itu bukan air mata kesedihan tapi kebahagiaan ia sangat bahagia sekali.
"Aku merindukanmu kak River" lirih Laura.
"Aku lebih merindukan mu" jawab River membalas pelukan wanita nya.
"Huh! Aku jadi obat nyamuk di sini, bersenang-senanglah aku mau pulang sepertinya aku butuh Ara ku sekarang" ujar Tuan Farhan meninggalkan mereka tanpa peduli dengan tekanan batin raja Iblis.
**Bersambung
__ADS_1
Hayo siapa yang sudah berani memfitnah raja iblis? ngaku loh! 🤣**