
Akhirnya bisa up juga 🤗🤗
Happy reading guys 😘
.
.
.
.
.
.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
.
.
.
.
.
.
.
Sepanjang malam si Jelangkung tidak bisa tidur bagaimana mau tidur jika kata-kata Jons yang sangat menyakiti psikis adik bungsunya terus terngiang-ngiang di otaknya. Seminggu adalah waktu yang lama untuk melakukan pendakian sedang pendakian adalah permainan favorit sang adik, si Jelangkung bukanlah kakak yang jahat yang rela melihat sang adik down drastis dan pada akhirnya Tuan Farhan memutuskan untuk mencari perhatian Jons.
Hari ini Tuan Farhan memutuskan untuk tidak ke kantor urusan kantor biarlah sekertaris Rio yang mengurus biarlah untuk sementara waktu Rio yang menanggung beban berat perusahaan bukankah dia di gaji? Jadi tidak masalah bukan? Tuan Farhan masa bodoh yang terpenting adik bungsunya kembali semangat dan sehat itu sudah cukup.
"Prince, kamu tidak ke kantor? Kemarin bilang mau ke kantor?" Tanya Jons saat keluar dari kamar mandi dengan style biasanya.
"Tidak! Perusahaan adalah milikku jadi aku tidak akan bangkrut sekalipun aku tidak masuk" jawab si Jelangkung dengan bumbu-bumbu kesombongan.
"Yah, yah terserah padamu, minggir aku mau turun ke bawah" jawab Jons acuh, mood ibu hamil benar-benar buruk hari ini entah apa yang terjadi hanya Jons yang tahu.
"Tunggu Ara!!" Tuan Farhan langsung menarik tangan Jons hingga...
BUGH
Jons jatuh di dada bidang suaminya.
"Lepasin prince!! Aku mau ke bawah" ketus Jons dengan mata melotot.
"Ara please jangan hukum aku seminggu aku gak kuat sumpah! Adik aku frustasi karena tidak melakukan pendakian Ara please lagipula aku ini suami kamu masa tega sama aku" rajuk si Jelangkung dengan wajah memelas.
Wow seorang raja Hades, raja Iblis kegelapan memohon pada Jons pembunuh bayaran bukankah itu adalah suatu kehormatan yang tak terduga?.
"Lepas Prince!! Keputusan ku tidak dapat di ubah lagi itu adalah resikonya karena berani mengusik ketenangan ku sudahlah lagipula hanya seminggu bukan waktu yang lama bagi raja Iblis seperti mu!!"
"Aku akan melakukan apa saja yang terpenting kamu memaafkan ku Ara please!!" Pinta si Jelangkung kembali memelas.
"Biarlah harga diri raja Iblis terinjak yang penting adik bungsuku bahagia" batin si Jelangkung meyakinkan dirinya.
"Benarkah? Apapun itu?" Tanya Jons memastikan, Tuan Farhan mengangguk mengiyakan.
"Baiklah, sebenarnya aku ingin sekali makan telur Asin Ulek di campur dengan sambal pedas manis plus nasi uduk" jawab Jons tersenyum lebar.
"What!! Apa itu benar Ara? Kenapa makanan kamu makin aneh sekali, dan makanan jenis apa itu? aku tidak pernah mendengar nya apalagi melihat nya, apa kamu pernah makan makanan seperti itu?" Tanya Tuan Farhan terkejut. Pasalnya itu adalah makanan teraneh yang pernah ia dengar.
"Akan jadi apa anakku nantinya" gumam Tuan Farhan dalam hati.
"Sudahlah kau pasti tidak bisa mengabulkan permintaan ku, ingat hukuman kamu bertambah dua minggu!"
__ADS_1
"Jangan!! Baiklah aku akan mencari nya untuk mu" pasrah Tuan Farhan lalu melepas pelukan nya.
"Aku pergi dulu, kamu hati-hati di Mansion oke" ujar Tuan Farhan mengambil jaket kulit lalu bergegas keluar dari kamar namun sebelum itu dirinya mengirim pesan pada asisten dunia bawah nya agar segera menjemput nya ke Mansion.
"Aku juga tidak tahu makanan sejenis apa itu, sekali-kali harus beri hukuman untuk raja Iblis lagipula tidak ada yang bernani melawannya ah beruntung sekali dirimu Jons hihihi" gumam Jons dengan senyum liciknya.
"Jadilah seperti Mommy yah sayang jangan ikut seperti Daddy mu yang bernafsu tinggi" ujar Jons tertawa kecil sembari mengelus perut ratanya.
.
.
.
.
.
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
.
.
.
.
.
.
.
Kini Tuan Farhan sudah berada di dalam mobil bersama dengan asisten dunia bawah nya.
Menghembuskan napas berat lalu melirik tajam ke arah River yang sedang mengemudi. "Aku akan memaafkan mu karena kebodohanmu River tapi kau bantu aku untuk mencari Telur Asin Ulek aku tidak tahu makanan jenis apa itu tapi kamu harus segera mendapatkan nya, tidak ada bantahan!!".
River mendesah berat "baiklah aku akan berusaha mencari Telur Asin Ulek".
"Itu adalah tugas mu tahu tidak tahu kamu harus tahu".
"Yah kau benar aku harus tahu semuanya bukan?" Melirik sekilas lalu beralih pada jalanan depan.
"Jangan perlihatkan wajah sedih mu di depan ku! Itu tidak akan merubah keputusan ku!" Jawab nya ketus.
River mengangkat bahu nya acuh. River menghentikan mobilnya di depan warung pinggiran jalan ia lalu keluar tanpa sepatah kata pun Tuan Farhan menggeram kesal namun sebisa mungkin ia menahan nya.
"Bu apa di sini jual yang namanya telur asin ulek?" Tanya River pada ibu penjual nasi kuning, nasi uduk, dan ketoprak.
Tuan Farhan melihat tempat makan yang tidak sesuai dengan kriteria nya mengepal kuat.
"River apa yang kau lakukan di sini? Jangan bilang kau mau cari mati!! Kau membeli makanan di tempat kotor untuk Ara ku huh!!" Bisik Tuan Farhan sedikit menekan.
"Iblis bodoh!" Kesal River dalam hati.
"Tidak akan ada yang menjual telur asin ulek di restoran termahal makanan aneh itu pasti ada di tempat seperti ini" jawabnya berbisik.
"Lakukan lah tapi jika terjadi sesuatu pada Ara ku awas kau!!" Bisik Tuan Farhan sedikit mengancam.
"Hmmmm"
"Maaf Tuan, telur asin ulek tidak ada yang ada hanya telur asin bulat" jawab ibu penjual.
"Apa tidak bisa di ulek Bu?" Tanya River sedikit berharap, pasalnya dirinya malas sekali meladeni kegilaan Boss nya itu.
"Telur asin ulek? Bukankah telur nya yang di ulek kan yah? Gak papa lah aku bilangin aja ada lumayan lah biar cepat habis juga telur asin nya" batin si ibu penjual sedikit tersenyum.
"Ada Tuan, apa sekalian sama nasi nya?"
__ADS_1
"Devil, apakah telur nya pakai nasi?" Tanya River berbisik di telinga Tuan Farhan.
"Hmmm.... Yah tapi aku lupa nasi apa yang di inginkan Ara, coba kamu tanya nasi apa saja yang ada?" Balas Tuan Farhan kembali berbisik.
"Boleh bu, tapi nasi nya apa saja yang ada di sini?" Tanya River sambil melirik-lirik ke sekitar orang-orang yang sedang makan menatap River dan Tuan Farhan tanpa berkedip.
"Hmmm,, ada nasi kuning, nasi uduk dan...
"Yah itu nasi uduk!" Potong Tuan Farhan cepat kala mendengar kata nasi uduk, dirinya langsung mengingat pesanan Jons.
"Baiklah, apakah pakai sambal dan kerupuk?"
"Terserah taruh saja kenapa banyak tanya sekali!" Ketus Tuan Farhan menatap tajam
"Ba-baik maafkan aku" ujarnya sedikit gemetar melihat tatapan tajam dari raja Iblis membuat orang-orang di sana menunduk mereka tidak berani melihat aura dingin dari raja Hades bulu kuduk mereka seketika meremang.
"Seperti ada hantu saja" gumam salah satu pembeli.
Ibu penjual yang bernama bu siti segera membuat pesanan dari Tuan Farhan, setelah membuang cangkang kulit telur asin bu siti langsung mengulek sampai terlihat halus kemudian ia masukkan ke dalam nasi uduk yang sudah terisi di dalam bungkusan kertas makanan setelah itu bu Siti juga memasukkan sedikit sambal dan tempe orek, di rasa cukup bu Siti menutup nya rapi dengan stapler, lalu memasukkan ke dalam kantong plastik kecil dengan di isi beberapa kerupuk.
" Ini Tuan nasi uduk telur asin ulek, 15 ribu yah Tuan" Bu Siti menyerahkan kantong plastik pada River.
"Ini bu kembaliannya ambil saja" Tuan Farhan langsung menyerahkan selembar uang 50 ribu pada Bu Siti membuat perempuan paruh baya itu tersenyum bersyukur.
"Terima kasih Tuan atas kebaikan nya.
Tuan Farhan dan River segera berlalu dari warung bu Siti sekarang mereka sudah berada di dalam mobil.
"River apa kau yakin dengan makanan ini? Aku melihat nya saja membuat ku muntah, apa kau yakin Ara ku akan menyukai nya?" Tanya Tuan Farhan sedikit tidak yakin karena baru hari ini tahu ada telur rebus yang di ulek bukankah itu sangat aneh.
"Berdoa saja Devil semoga nona Jons menyukai makanan tersebut bukankah itu adalah keinginan nya?".
"Benar juga baiklah kalau begitu cepat sedikit dia pasti sudah sangat lapar" titah nya dengan pandangan lurus ke depan, beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kediaman Tuan Wijaya Mansion Utama.
Tuan Farhan dan River segera turun dan masuk ke dalam tentunya anggota Black menyambut keduanya dengan sopan dan penuh hormat.
"Apa yang kamu bawa sayang?" Tanya Nyonya Mita melirik kresek kecil di tangan Tuan Farhan.
"Oh ini pesanan Jons Ma".
"Oh kebetulan Jons sudah menunggu mu di meja makan dia tidak bernafsu makan jika bukan makanan yang kamu bawa" sahut Tuan Wijaya dari arah belakang Nyonya Mita.
"Ah baiklah aku ke sana dulu" ucap Tuan Farhan dan di anggukin oleh kedua orang tuanya.
"Prince kenapa lama sekali aku sudah menahan lapar dari tadi?" Keluh Jons saat melihat Tuan Farhan dan River baru datang.
"Maaf Ara semua ini karena River yang tidak becus, sekarang makan lah ini aku udah bawain makanan yang kamu inginkan" cengir Tuan Farhan tanpa salah.
"River lagi yang di salahin" desah sang asisten.
Jons begitu antusias saat membuka bingkisan makanan yang di beli oleh suaminya wajah nya terus menampilkan senyum sumringah, ia dengan segera memasukkan makanan ke dalam mulutnya matanya membulat sempurna.
"Prince! Kenapa enak sekali makanan ini?" Pekik Jons melebarkan matanya.
"Makanan seperti itu di katakan enak? Ada yang salah dengan anak di kandung istri Boss" batin River.
"Huh! Keturunan raja Hades suka makanan pinggiran jalan?" Bisik Tuan Farhan menghembuskan napas panjang.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung