
**Happy reading guys 😘
Beri like dan vote nya**
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tiga tahun sepuluh bulan kemudian,
dan itu berarti umur ke tiga kerucil raja iblis dan pembunuh bayaran sudah memasuki tahun ke empat mereka tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar, baby Azhar atau baby botak sekarang sudah tidak botak lagi bahkan rambut nya semakin lebat dan berubah menjadi gondrong, bagaimana tidak gondrong? Kalau raja iblis setiap hari mengoles obat penumbuh rambut di kepala anak nya yang botak sehingga rambut baby Azhar sudah di tumbuhi rambut sehingga menjadi gondrong sekarang.
Ayu adik Jons dan suaminya sudah menetap di Surabaya karena pekerjaan Reyhan yang menjadi dokter menetap di salah satu rumah sakit terkenal di kota pahlawan, sedangkan Amanda sudah melahirkan anak perempuan cantik yang kini berumur tiga tahun.
saat ini mereka sedang berjalan-jalan di taman dengan pengawasan Richo, Tio, dan Sandy
"Uncle berikan kami uang kami akan membeli es krim!" Tutur Hamas abang dari Azhar dan Aulia
"Biarkan aku yang membeli ek krim untuk Tuan muda dan Nona muda" ucap Tio.
"Kamu belani membantah ucapan abang Hamas Uncle!" Seru Aulia dengan sorot mata tajam, ke tiga pria Black Wolf meneguk ludah kasar bagaimana tidak aura yang di pancarkan ke tiga kerucil iblis itu sungguh menakutkan.
"Iya jangan pernah membantah kami Uncre!" Seru Azhar berkacak pinggang.
"Iiihh bukan Uncle Abang, tapi Uncle!" Sanggah Aulia menekan kata Uncle. Padahal Aulia juga salah tidak bisa mengucap huruf R sehingga membuat Azhar mengernyitkan alisnya.
"Jangan membantah ku anak kecir terserah aku" sungut Azhar mencebikkan bibirnya
"Phuuuft" Richo, Tio dan Sandy menahan tawanya melihat kelucuan anak-anak Boss nya itu seperti memberi warna baru dalam hidup mereka.
"Anak kecil jangan berisik!" Seru Hamas pada kedua adiknya wajah nya yang datar dan dingin membuat Aulia dan Azhar terdiam dan saling melirik. "Uncle cepat berikan uang nya biar kami yang beli dan ingat kalian harus tetap berdiri di sini jangan membantah ucapan ku!" Sambung nya tegas dengan sorot mata elang. Ke tiga pria dewasa itu hanya menghembuskan napas panjang kenapa Tuan muda kecil sangat menakutkan melebihi orang tuanya.
"Baiklah Uncle akan memberikan kalian uang 50 ribu tapi kalian harus janji untuk cepat kembali" jawab Sandy segera mengeluarkan uang selembaran 50 ribuan dari dompet nya.
"Azhar ambil uang nya!" Titah Hamas dan langsung berjalan pergi.
"Abang Azhal cepetan dong abang Hamas sudah pelgi ninggalin kita nih!" Aulia menarik baju kakak nya agar cepat pergi menyusul kakak datar nya yang sudah berjalan duluan.
"Iiiihh Ria jangan tarik-tarik! Nanti bajuku rusak!" Ujar Azhar kesal pada adik perempuan nya yang selalu membuat nya naik darah.
__ADS_1
"Makanya cepetan dong, nanti kita di tinggalin!" Selalu saja ada jawaban memang anak kecil yah tidak mau kalah satu sama lain.
Richo, Tio dan Sandy terkekeh, rupanya menjadi baby sitter Tuan muda kecil tidak membuat bosan malahan itu menjadi hiburan bagi mereka yang selalu jomblo.
Aulia dan Azhar berlari kecil agar segera sampai di kakak mereka yang terlihat jauh.
"Abang Azhal Aulia capek, tunggu sebental oke" tutur Aulia dengan peluh keringat di wajahnya dadanya naik turun mengatur napasnya yang ngos-ngosan.
"Cih! Menyusahkan! Cepat naik biar abang gendong" Azhar berjongkok di depan Aulia membuat perempuan kecil itu mengulum senyum.
"Yeahh telima kasih abang" pekik Aulia bahagia ia lalu naik di punggung Azhar yang lebih tinggi darinya kedua tangannya ia lingkarkan di leher sang kakak.
"Terima kasih Ria bukan terima kasih" tutur Azhar mengajari, Aulia tertawa terbahak-bahak bagaimana tidak kakak nya ini mengajarinya sedangkan dia sendiri juga salah.
"Hahahaha,,,,, abang lucu sekali, iya, iya telima kasih abang" ucap nya dengan senyum melebar.
"Jangan gerak-gerak Ria! Nanti kamu jatuh" tuturnya.
"Hmmmm"
Mereka berjalan dengan tenang walaupun Azhar sudah merasa lelah namun pria kecil itu tetap mengendong adiknya biarlah dia yang lelah asalkan jangan adiknya. Sekalipun umurnya masih kecil tapi pikiran nya sungguh dewasa, wah penerus di Jelangkung benar-benar baik dan bijak.
Dari jauh Hamas melihat Azhar menggendong adik perempuan nya langsung berlari ke arah adik nya takut jika Aulia kenapa-kenapa
"Aulia kenapa? Apa kamu terluka?" Tanya Hamas khawatir, ia sungguh menjaga adik perempuan satu-satunya itu takut jika membuat adiknya sakit.
Azhar lalu menurunkan Aulia.
"Kamu berat sekari Ria, uuuh pinggang ku rasanya mau encok saja" keluh Azhar sembari merenggangkan otot-otot tangan nya.
"Lia baik abang" jawabnya masih terkekeh kecil.
"Baguslah ayo kita pergi, jangan membuat Uncle menunggu" ajak Hamas menggenggam jemari adik perempuan nya menuju penjual es krim di depan mereka. Mereka berjalan bersama wajah cantik dan tampan mampu membuat orang-orang di sana terhipnotis mereka menjadi sorotan oleh orang-orang di taman.
"Wah siapa mereka? Mereka terlihat seperti putri dan pangeran raja"
"Pokoknya aku akan mengikat anak laki-laki itu untuk menjadi menantu ku"
"Mereka imut sekali, aku mau mencium dan mencubit pipi moci mereka"
Begitulah bisik-bisik para orang tua yang menemani anak nya di taman kota.
Hamas dan Azhar mendengar pujian dari orang-orang hanya menggelengkan kepalanya mereka sungguh tidak suka mendengar pujian yang berlebihan seperti itu. Jika kedua Tuan muda kecil raja iblis menampilkan wajah datar maka berbeda dengan Aulia anak perempuan raja iblis terus melebarkan senyumnya ia sangat bahagia mendengar ocehan dari ibu-ibu sungguh hatinya langsung berbunga-bunga bahkan jalan nya sudah berlenggak lenggok layak putri Indonesia yang tengah berjalan di atas panggung.
Hamas dan Azhar mencebikkan bibirnya bisa-bisanya adiknya itu menunjukkan tampang centil nya, kadang mereka berpikir bahwa adik perempuan nya bukan terlahir dari Jons dan raja Iblis sungguh tidak menunjukkan kewibawaan generasi raja iblis.
"Dasar centir!" Cibir Azhar memasukan kedua tangannya di saku celananya.
"Hmmmm,,,, entah anak siapa dia ini" gumam Hamas melirik adiknya yang jauh berbeda dari kedua orang tuanya.
Di lain tempat Jons dan raja Iblis tengah berbaring di atas kasur sambil berpelukan.
"Prince, aku rindu anak-anak kamu menyuruh siapa membawa anak-anak pergi?" Tanya Jons mendongakkan kepala dan menatap intens wajah raja iblis.
"Tenang, mereka aman kok. Richo, Tio, dan Sandy membawa mereka jalan-jalan mumpung mereka lagi di luar kita harus menggunakan waktu berdua kita, sudah lama kita tidak seperti ini" jelas raja iblis. Jons mengangguk setuju memang sudah lama mereka tidak seperti ini karena ke tiga anaknya selalu saja mencari alasan untuk tidur bersama.
"Iya sih kamu benar, tapi kan ini di kantor kamu harus kerja" ujar Jons tidak setuju untuk bermesraan di kantor sedangkan para karyawan bersusah payah banting tulang untuk menyelesaikan pekerjaan nya demi memajukan perusahaan.
__ADS_1
"Aku Boss nya Ara, jadi tidak perlu repot-repot,,,,, bagaimana jika kita buat adik lagi" tutur raja iblis dengan mata berbinar.
"Tidak! Ini di kantor aku tidak mau melakukan nya" bantah Jons cepat.
"Ayolah mumpung si kerucil tidak ada" rayu si Jelangkung dengan wajah puppy eyes nya.
Jons hanya terdiam tanpa menjawab, raja iblis yang melihat Ara nya diam tersenyum lebar itu berarti Ara nya mau kan.
"Diam nya seorang istri berarti jawaban nya adalah iya, aku memang suami yang peka" tutur si Jelangkung terkekeh kecil. Ia lalu membalikkan tubuh Jons hingga membuat posisi Jons di bawah kungkungan nya.
Dengan segera ia membungkam bibir Ara nya dengan bibirnya di lumatnya penuh lembut lidahnya bergerilya di rongga mulut Jons, saat ingin membuka kancing kemeja Jons tiba-tiba...
Tok tok tok
Suara ketukan terdengar cukup kuat di pintu ruangan pribadi nya.
"Tuan sepuluh menit ada meeting dengan perusahaan Jepang!" Teriak sekertaris Rio.
Wajah si Jelangkung langsung berubah masam kenapa saat ***-*** selalu saja di ganggu kemarin ke tiga kerucil nya dan sekarang adalah sekertaris nya apakah dia harus memenjarakan semua manusia agar dia lebih leluasa membuat adonan?.
"Aku bilang juga apa, kamu sih tidak pernah dengar" gerutu Jons langsung berlalu menuju kamar mandi.
"Awas kau Rio akan ku potong asetmu!" Umpat raja iblis merapikan pakaian nya kemudian berjalan menuju pintu.
CEKLEK
"Kenapa tidak membatalkan meeting nya! Ganggu saja!" Gerutu raja iblis dengan wajah datar namun dengan tatapan penuh intimidasi.
"Dasar Boss mesum! Dimana tempat pun jadi!" Gumam sekertaris Rio dalam hati.
"Maafkan aku Tuan" cicit sekertaris Rio menunduk.
"Sudahlah telat maafnya! Ayo kita pergi"
"Pokonya aku harus berbulan madu" bisik raja iblis dalam hati.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung 🤣
__ADS_1