Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 104 Terjebak Di Lorong Rahasia


__ADS_3

Happy reading 🤗


Beri like dan komen nya yah 🙏🙏🤗


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Tuan Farhan dan Alex tiba-tiba berhenti mereka melihat sebuah ruangan aneh di depan nya dinding dari ruangan gelap itu sudah hancur di makan api.


"Itu pasti jalan rahasia gedung ini, kita tidak ada jalan lain selain menerobos api itu dan masuk ke dalam nya" seru Tuan Farhan namun Alex menggeleng kepalanya tidak setuju.


"Tidak Tuan, lihatlah di atas sana jika kita masuk kita pasti akan mati, semen di atasnya itu sebentar lagi akan roboh bahkan itu sudah terlihat retak lebih baik cari jalan lain saja" ujar Alex menyampaikan ketidaksetujuan nya.


"Kalau kita berdiri terus di sini maka pasti jalan rahasia itu akan roboh dan kita akan mati di sini, ingat kita berada di lantai teratas sewaktu-waktu lantai ini akan terjatuh dan kita akan tertimpa oleh benda keras" ucap Tuan Farhan menatap tajam pada Alex.


"Aku belum ingin mati, penerus ku baru satu dan aku belum puas" batin Alex.


"Sama aku juga belum puas dan tidak ingin mati mengenaskan di sini" seakan tahu isi hati Alex Tuan Farhan langsung menarik pergelangan tangan Alex untuk berlari ke arah api di sana.


"Ah dua silikon ku aku akan berjuang" batin si Jelangkung dengan tekat kuat.


Eh raja iblis di saat seperti ini kau masih mengingat silikon mu itu! Ck tidak waras!.


Dua pria itu melompat tinggi dari kobaran api besar sedikit terbakar pakaian mereka namun dengan cepat mereka mengibas-ngibaskan api yang ada di pakaian yang mereka kenakan hingga api nya langsung padam namun saat ingin beranjak tiba-tiba bongkahan semen terjatuh dengan cepat Tuan Farhan menarik Alex untuk menjauh untung saja mata Tuan Farhan bak mata rajawali hingga tahu adanya bahaya.


"Kau tidak apa-apa?" Tanya Tuan Farhan membantu Alex untuk berdiri.


Napas Alex memburu terlihat dada nya naik turun" Aku baik-baik saja Tuan, terima kasih banyak Tuan" jawab Alex setelah mengatur napasnya.


Tuan Farhan menengadah ke atas ia melihat semen yang menjadi atap sudah mulai retak besar terlihat garisan retak tercetak di sana.


"Astaga di sini sangat berbahaya ayo cepat jalan!" Seru Tuan Farhan dengan mata membulat sempurna. Bahkan kini mereka mendengar suara retakan dari atas.


KREEEK


"Lari...! Tempat ini akan hancur beberapa menit lagi" teriak Tuan Farhan.

__ADS_1


"Astaga...! Aku tidak mau mati sekarang, bagaimana dengan istri dan anak ku" ujar Alex yang tengah memikirkan nasip istri dan putrinya itu jika nanti ia mati di dalam jalan rahasia itu.


"Jika kau mati maka istri mu pasti akan menikah lagi" seloroh Tuan Farhan masih bisa bercanda.


Alexa berdecak sebal mereka masih berlari menghindar dari ancaman jiwa itu.


"Berarti Jons akan menikah lagi dengan pria lain dan tentunya lebih tampan jika Tuan mati di sini" balas Alex menyeringai licik.


"Kau! Tunggu saja di neraka Alex" ketus Tuan Farhan tidak suka dengan perkataan Alex. Bisa-bisanya anak buah ayahnya menyumpahi nya untuk mati mengenaskan di gedung tua ini.


Hey raja Hades kau sendiri yang duluan menyumpahi Alex dan mengatakan jika istrinya akan menikah lagi bukankah itu sangat kejam dan tidak berperasaan?! Huh! Memang raja iblis kurang akhlak.


KREEEK


BUGH


Bongkahan semen terjatuh dari pintu masuk Tuan Farhan dan Alex tadi bahkan api tengah menyebar di dalamnya asapnya kini mulai menyebar di dalam lorong tanpa ada celah sedikitpun.


Bongkahan semen itu terus menjadi parasit bagi yang lain ikut retak dan bahkan sedikit demi sedikit sudah akan mulai roboh.


"Tuan seperti nya api nya semakin masuk ke dalam lorong ini" ujar Alex saat melihat ke belakang. Tuan Farhan ikut melihat dan benar saja api itu menyebar dengan cepat.


"Tunggu, sepertinya mereka juga menyiram bahan bakar di sini, ini seperti aroma minyak bensin" gumam Tuan Farhan saat penciuman nya mencium aroma minyak bensin yang begitu menyengat saat hidung nya menyentuh lantai.


"Mereka benar-benar merencanakan nya" tutur Alex menggeleng kepalanya tidak percaya.


KREEEK


BUGH


"Jangan diam lagi ayo lari...!!" Teriak Tuan Farhan. Tubuh mereka sudah berkeringat dingin karena terlalu lelah dan merasa panas di tubuh akibat adanya api besar.


Di sisi lain


Kelompok Anindita masih berjalan cepat mereka juga menyiram minyak bensin di lorong itu namun tidak menyiram keseluruhan di jalan tersebut, mungkin sekitar satu meter mereka akan menyiram dan meninggalkan satu meter jalan untuk tidak di siram nya entah apa maksud dari mereka.


"Api akan membakar lorong ini juga, hahaha... Tidak akan ada yang bisa keluar dari api besar itu semua akan lenyap di makan oleh kobaran api" ucap Anindita dengan seringai licik di sana. Ia benar-benar merasa puas membunuh musuhnya dengan cara di bakar apalagi melihat Tuan Farhan berada di gedung tua ini membuat api kemarahan di dalam tubuh nya membara.


"Boss pintu nya terkunci dari luar" seru salah satu anak buah nya.


"Dobrak saja pintu nya!"perintah Anindita.


"Cepat sebelum api nya menyebar dan kita akan mati semua di sini kalau tidak bisa keluar" sambung nya lagi dengan tegas.


Dua pria itu langsung bersiap-siap untuk mendobrak pintu lorong rahasia itu sedang yang sisa nya menjauh dari pintu.


BUGH


BUGH


BUGH


Tiga kali mendobrak pintu namun pintu nya masih belum terbuka.

__ADS_1


"Ummm... Tunggu aku ada ide, Boss apa anda memiliki sesuatu benda kecil, panjang yang bisa di gunakan untuk memasukkan ke dalam Escutcheons (tempat masuknya kunci)...?" Tanya salah satu pria pada Anindita.


Anindita berpikir sebentar lalu teringat jika ia sedang memakai penjepit lidi di rambut nya.


"Ah yah tunggu sebentar aku akan mengambil nya" empat pria tersebut melihat ke arah Anindita yang tengah menarik sesuatu dari rambut bagian samping dekat telinga nya walau terlihat gelap.


"Apakah ini yang kamu maksud?" Tanya Anindita.


"Yah benar Boss" jawab nya. Ia lantas mengambil penjepit lidi itu lalu mengarahkan nya pada Escutcheons


Di putar nya benda lidi tersebut, pria tersebut sudah biasa membobol jadi bisa dengan muda membuka nya hanya menggunakan penjepit lidi. Walau butuh beberapa menit untuk menyelesaikan pekerjaan nya itu ia harus mengubah penjepit lidi menjadi pencungkil dan tuas pengungkit kemudian melepas karet di ujung pengungkit dengan gigi nya agar bisa memasukkan nya ke dalam Escutcheons pintu.


"Untung saja Boss memakai ini kalau tidak kita tidak akan keluar" tutur pria yang membuka pintu tersebut.


"Bagus tidak salah aku mempekerjakan mu ayo cepat kita keluar dari sini asapnya bahkan sudah terasa sampai di sini" ujar Anindita. Mereka langsung berjalan keluar, keluar dari gelapnya lorong rahasia hingga mata mereka begitu silau saat pancaran matahari begitu menyengat.


"Kunci pintu nya untuk berjaga-jaga, aku tidak mau jika rencana kita gagal" perintah Anindita dengan wajah datar nya.


"Kita tidak bisa mengunci pintu nya karena tidak memiliki kunci, tapi kita bisa menggunakan benda berat untuk menopang pintu ini" jelas salah satu pria di samping Anindita.


"Kalau begitu ayo kerjakan waktu kita tidak banyak" jawab Anindita. Mereka langsung mencari benda berat dan mendapat beberapa meja kayu panjang yang di buang oleh pemilik gedung tua dan meja nya terlihat masih kuat, dan dahan kayu yang lumayan besar.


Mereka langsung menyandarkan meja kayu panjang dan di topang dengan dahan kayu.


"Ayo kita pergi dari sini sebelum ada yang melihat kita" titah Anindita dan mereka langsung bergegas pergi.


Sedang di dalam sana pak Sholeh dan empat kerucil sudah terbatuk-batuk akibat asap yang sudah menyebar.


"Astaga api nya semakin mendekat Tuan" tutur Alex sambil berlari.


Tuan Farhan tidak menjawab ia mengingat tiga kerucil nya seperti apa nasibnya sekarang sedang api sudah sangat mendekat entah akankah mereka selamat atau mati di bakar oleh api sedang mereka tengah terjebak di dalam sana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


**Bersambung


Beri like dan komen**


__ADS_2