
Happy reading guys 🤗 Hayuuuuk
JANGAN DI TIRU ADEGAN KEKERASAN! ADEGAN INI HANYA ADA DI DUNIA NOVEL! JIKA TAKUT JANGAN SEKALI-KALI MENCOBA UNTUK MEMBACANYA KARENA TAKUTNYA KALIAN AKAN KEJANG-KEJANG!!!!!!!
-
-
-
-
Terdengar suara tembakan dari luar gedung seketika membuat para musuh gelagapan Boss mereka langsung memerintahkan sebagian anak buahnya untuk menangani masalah di luar sedang yang lainnya mengurus Jons dengan adiknya.
"Kalian cepat keluar sepertinya ada serangan mendadak dari musuh!" perintahnya dengan suara keras.
"Alan habisi wanita itu kita tidak punya banyak waktu lagi! anggota kita tidak banyak" perintahnya pada Alan. Alan yang mendengar perintah sang Boss segera menjalankan tugasnya.
JLEEB
Alan menusuk dalam perut Nadia, darah keluar mengalir dengan deras seketika membuat Nadia lemas tak berdaya di tambah beberapa penyiksaan yang di dapat dan di tambah dengan sebuah tusukan di perut membuatnya tidak mampu bertahan tak berselang lama Nadia tumbang dengan wajah pucat pasih.
Jons yang melihat adiknya di tusuk dan tidak sadarkan diri membuat dirinya benar-benar marah luapan emosi yang di tahan tidak bisa di tolerir lagi ia berusaha membuka ikatan tali di tubuhnya hingga beberapa menit tali yang melilit tubuhnya menjadi longgar.
"Brengsek! bajingan! tidak akan ku biarkan kalian selamat!" teriak Jons dengan wajah merah padam emosi nya tidak dapat di atasi.
"Hahahahaha adikmu tidak lama lagi akan mati Jons adik mu akan menyusul adikku di akhirat. Sekarang kita impas" ujar Boss musuh tanpa beban. Mereka tidak menyadari jika tali yang mengikat tubuh Jons sudah terlepas.
BUGH
tendangan melayang tepat di perut sang Boss
"Akan ku habisi kau hari ini!" Teriak Jons dirinya benar-benar hilang kendali dengan membabi buta ia melayangkan pukulan dan tendangan bahkan dirinya melawan lima belas anggota musuh yang memiliki badan besar.
BAGH
BUGH
BAGH
BUGH
BAGH
BUGH
Jons dengan lihai menghindar pukulan dan tendangan dari musuh kemampuan dalam bela diri tidak di ragukan lagi. Ia termasuk salah satu anggota yang sangat pandai dalam bela diri bahkan dirinya pernah masuk dalam kelompok mafia terbesar di negara Meksiko dan juga korea Utara bahkan dirinya di tunjuk sebagai Boss Mafia di negara Meksiko dan Korea Utara tidak ada yang tahu tentang jabatannya karena pada saat itu dirinya di utus oleh Mafia Black Wolf untuk pergi melakukan transaksi ilegal di negara Meksiko dan Korea Utara.
Perkelahian di menangkan oleh Jons lima belas anggota musuh pun kalah telak bahkan Boss dan asistennya babak belur. Jons mengambil pisau bekas yang melukai perut Nadia ia memainkan pisaunya layaknya psikopat Jons mengililingi musuhnya yang tergeletak lemah di lantai dan berhenti tepat di depan Boss musuh.
"Sepertinya pisau ini akan mendapatkan santapan enak hari ini, hmmm... bagaimana kalau santapan enak itu adalah tubuh ini? pasti sangat menggugah selera" Jons menyeringai Iblis ia berjongkok mensejajarkan dirinya pada pria di depannya.
"Kau benar-benar iblis Jons tidak salah jika aku melenyapkan adikmu!" tutur Boss tersebut dengan wajah tersenyum mengejek.
STREET
Darah segar keluar. Jons menekan pisau di dahi pria tersebut goresan luka yang dalam dan panjang.
"Akkkhhh brengsek kau Jons" teriaknya kesakitan.
__ADS_1
"Hahahahha kau sungguh lemah sayang sekali pisau ini belum puas" ujar Jons dengan wajah datarnya.
Alan dan anak buahnya merinding melihat wajah datar dan ucapan Jons benar-benar Iblis orang di depannya.
"Jons kau tak apa?" tanya seorang pria bertopeng dengan nada khawatir Jons mengernyitkan alisnya menatap datar orang yang baru datang. Dia tidak tahu siapa pria bertopeng itu namun seketika ingatannya langsung tertuju pada adiknya yang terluka.
"Ayu" gumam Jons. Langsung melangkah mendekati Nadia.
"Ayu bangun Dek! kau pasti akan selamat, kaka akan menyelamatkan mu, kamu harus kuat jangan tinggalkan kaka dek" ujar Jons dengan derai air mata.
"Jons serahkan padaku, aku akan membawanya ke rumah sakit kau urus saja mereka" tutut pria bertopeng.
Jons tanpa pikir panjang langsung menyerahkan adiknya pada pria bertopeng padahal dirinya tidak tahu siapa pria yang membantu nya namun ia tidak menaruh curiga nafsunya kembali menguasai dirinya matanya menatap tajam pada musuh yang masih terbaring lemah. Tinggalah dirinya dengan beberapa musuh di dalam gedung tersebut.
Jons menyeringai Iblis kakinya melangkah menuju ke arah lawannya ia mengambil tali lalu mengikat lima belas pria di lantai kemudian beralih pada Boss dan juga asisten nya bernama Alan.
Jons mendekati Alan dengan senyum manisnya namun mematikan.
"Sepertinya tangan ini yang akan menjadi santapan pisau mautku" tuturnya tanpa ekspresi.
Nyali Alan menciut menatap wajah Iblis di depannya membuatnya ketakutan.
"Tolong ampuni aku!" ujar Alan gemetar.
"Cih! dasar lemah mana keberanian mu brother tangan ini yang sudah ku peringatkan namun dia tak merasa takut dan sekarang tangan ini bergetar wah... sepertinya aku harus membuatnya bergetar hebat. Bagaimana jika kita langsung bermain saja" seringai setan terpancar di wajah Jons. Jons mengayunkan pisau yang sangat tajam pada lengan kanan Alan ia dengan senang hati mengiris kulit Alan layaknya mengiris bawang.
STREET
STREET
STREET
STREET
JLEEB
JLEEB
Beberapa luka tercipta di lengan Alan dan juga tusukan di kedua mata dan perut Alan hingga membuat empunya meringis kesakitan darah merah keluar begitu deras.
"Akkkkhh shit!" Teriak Alan kesakitan.
"Ah! kau sungguh berisik!" umpat Jons kali ini pisaunya mengarah pada dada Alan
JLEEB
tusukan pisau mengenai jantung Alan.
"Hahahahaha, ini sangat menyenangkan" tawa Jons menggelegar membuat siapa saja yang mendengar nya ketakutan.
"Dia adalah iblis" batin anggota musuh.
"Sepertinya akan seru jika bermain dengan lidah kalian, bagaimana apa kalian sudah siap kawan?" Jons mendekati ke lima belas musuh yang sudah terikat. "Aiiisshh kalian kenapa banyak sekali buang-buang waktuku saja" gerutu Jons. "Ah! tunggu aku akan mengambil sesuatu yang dapat membantu ku" sambungnya lagi kemudian melangkah pergi entah kemana.
Jons datang membawa alat-alat tajam seperti gunting, pistol, dan palu.
"Wah terimakasih karena kalian sudah menyiapkan alat yang aku butuhkan" ucap Jons tenang. "Bagaimana jika kita menggunakan gunting dulu?"
Anggota musuh yang melihat benda-benda tajam bergetar bahkan mereka ada yang sudah menangis karena ketakutan yang luar biasa.
__ADS_1
"Ampuni kami, kami mohon jangan bunuh kami!" mohon mereka dengan suara bergetar menahan tangis.
"Aiiihh! Kalian cengeng sekali" Jons mengambil gunting kemudian dengan lihainya memotong lidah ke tiga pria yang pernah di janjikan Jons.
"Aaaaakkkkkkkkkhh"
"Akkkkkkkmhhhhhh"
"Akkkkkkkkhhhhhhh"
Teriak ke tiga pria tersebut.
"Itu adalah janji yang pernah aku janjikan pada kalian jadi berterima kasihlah padaku karena aku menepati janjiku" ujarnya tanpa dosa.
"Ah! menyenangkan sekali!" celoteh Jons tertawa girang. "Dan untuk kalian karena aku sudah lelah jadi aku akan meringankan beban kalian"
"Ah benarkah? terimakasih Jons" jawab mereka merasa senang karena mereka pikir Jons akan membebaskan mereka namun mereka salah besar, bukan Jons namanya jika mempunyai hati kasihan pada musuhnya.
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
DOR
Suara tembakan menggelagar di ruangan tertutup ke lima belas pria itu mati tanpa sisa darah segar membanjiri ruangan tersebut anggap saja markas tersebut menjadi tempat penampungan darah. Ah dasar Jons, kan sayang darah menjadi mubazir coba aja darah mereka sumbangan di rumah rakit mungkin akan dapat pahala hehehe.
"Ah sepertinya santapan terakhir akan menjadi santapan yang menggunggah selera pisauku" tutur Jons dengan seringai licik. Sedangkan Boss musuh itu hanya pasrah karena sekalipun dia berteriak dan memohon tidak akan mengubah keputusan sang Iblis.
"Berterima kasihlah padaku karena hukumanmu tidak akan seberat asisten mu". Hmmmm... kau pasrah sekali sungguh tidak seru!" ujarnya dengan wajah lesu namun masih mengisahkan wajah Iblis nya.
JLEEB
JLEEB
JLEEB
JLEEB
"Ahhhhhhkkkk tidakkkk! kau Iblis brengsek!" umpat Pria tersebut kesakitan.
"Berisik!"
Satu tusukan mendarat di perut pria tersebut kemudian Jons beralih pada jantung nya lalu pisaunya mengarahkan pada kedua mata. Jons kemudian beralih menggores pisau di wajah musuhnya berbentuk X setelah itu ia menggores dalam pisau tersebut di bagian leher dan juga dadanya
SREET
SREET
SREET
SREET
__ADS_1
"Ah! selesai terimakasih sudah memberikan tubuh kalian sebagai santapan sahabat ku" celoteh Jons tersenyum tipis.
"Hahahahaha, aku sungguh puas hari ini"