
Happy reading 🤗😘
********
Farhan sudah berada di kediaman pak Wijaya ia masuk dan melihat ayah dan ibunya sedang bercengkrama di ruang keluarga.
"Farhan kau sudah pulang? Kemarin kau tidak pulang apa kau istirahat di apartemen mu?" Tanya bu Mita melihat ke arah anak laki-laki nya. Farhan melangkah lalu menjatuhkan bokongnya di sofa dekat ibunya menyandarkan kepalanya di kursi sofa.
"Pekerjaan terlalu menumpuk Ma, jadi aku membawanya ke apartemen ku" jawab Farhan sambil menyandarkan kepalanya di bahu sang bunda.
Setiap ada pekerjaan yang belum ia selesaikan Farhan akan membawanya ke apartemen pribadinya karena tidak ingin jika pekerjaannya akan mengganggu kesempatannya bersama sang ibu dan ayah.
"Kau terlihat sangat lelah sayang, jangan terlalu berlebihan dalam bekerja ingat kesehatan mu sangat penting, aku tidak mau kau kenapa-kenapa" ucap bu Mita membelai rambu anak semata wayangnya itu. "Hmmm" Farhan hanya berdehem.
"Sepertinya tanggung jawabmu akan menambah Farhan" ujar pak Wijaya serius menatap sang anak dan istrinya bersamaan. Farhan membuka matanya lalu menatap datar ke sang ayah.
"Apa maksud ayah? Apa ayah akan menjodohkan ku?" Tanya Farhan menautkan sebelah alisnya.
"Tidak" jawab pak Wijaya singkat.
Farhan memicingkan sebelah matanya
"Lantas, apa maksud ayah tadi?"
Pak Wijaya menghela napas berat dan menatap serius ke arah Farhan dan berganti menatap sang istri dengan wajah memelas.
"Kau tau kan tentang dunia bawah? Keluarga kita sudah turun-temurun memerintah di dunia bawah, ayah dan ibu akan nyerahin jabatan Boss mafia kepadamu" jelas pak Wijaya panjang lebar.
"Aku tidak setuju" jawab Farhan datar.
"Pa, biarkan Farhanku menjalani kehidupan normalnya, aku tidak rela putraku masuk ke jurang yang gelap" sarkas bu Mita dengan mata melotot.
__ADS_1
"Apapun alasannya Farhan tetap menggantikanku" jawab pak Wijaya tegas.
"Pak aku sudah mengurus perusahaan sesuai permintaan papa, aku tidak pernah membantah omongan papa, ku mohon jangan serahin jabatan itu karena aku tidak mau menjadi mafia pa! Ih amit-amit deh" ucap Farhan melangkah gontai menuju kamarnya.
Pak Wijaya hanya menatap datar ke arah Farhan ia memijat pelipisnya sedangkan bu Mita tersenyum karena anak kesayangannya tidak mau mengemban pangkat Boss mafia.
"Huuf! Dia benar-benar anakmu keras kepala" gerutu pak Wijaya meninggalkan sang istri.
"Hey apa kau bilang tadi? Keras kepala karenaku? Gk salah? Dia jadi karena hasil dari produksimu juga, dia keras kepala menurun dari dirimu kau selalu mengajakku bercinta walau aku sedang tidak sehat" teriak bu Mita tidak terima.
Sedangkan beberapa pelayan yang mendengar itu hanya tersenyum geli mendengar celotehan dari majikannya
"Hahahaha, tapi kau mau juga kan nyatanya produksinya jadi, malahan kau juga menikmatinya, lagian tahu sakit masih segala promosi dengan diskon yang wuuuahh banget kan rugi kalau gk di beli hahahah" jawab pak Wijaya berlari menuju kamarnya.
Bu Mita yang mendengar itu bersemu merah gk di sangka ternyata suaminya masih mengingat adegan itu
"Ahhhh, awas yah pa jangan lari!!" Bu Mita ikut berlari masuk ke kamarnya dan terjadilah yang seharusnya terjadi.
****
"Kau di mana Ayu? Kaka selalu mencarimu, kalau bukan karena kaka tidak memiliki uang kaka tidak akan membawamu ke panti asuhan" dunia benar-benar kejam aku berjanji akan membalas mereka yang sudah membunuh ayah dan ibu mereka harus benar-benar merasakan bagaimana rasa kehilangan, ini saatnya aku bangkit aku akan mencarimu di mana pun kamu berada" ucap Jons membuka jasnya kemudian melipat lengan bajunya sampai ke siku ia bangkit hendak menuju dapur namun langkahnya terhenti saat terdengar suara bel berbunyi
"Siapa yang bertamu malam begini?" Jons melirik jam tangannya waktu menunjukkan pukul 7, kemudian membuka pintu apartemennya dan berdirilah seorang wanita menggunakan celana jeans panjang dengan sweater Hoodie polos berwarna navy
"Nadia, kau tahu apartemenku dari siapa?" Tanya Jons mengernyitkan dahi.
Nadia tersenyum manis ke arah Jons
"Dia benar-benar tampan" celetuk Nadia dalam hati. "Apa kau tidak mempersilahkan ku masuk, Jons?".
"Ah, iya silahkan masuk!" Jawab Jons kikuk di ikuti Nadia dari belakang.
__ADS_1
"Ah, kenapa gue begitu mudah mempersilahkannya masuk? Padahal teman-teman gue saja gue melarang nya, jangan bilang gue mulai tertarik dengan wanita, gak! Ini gk benar!! Pikir Jons menggelengkan kepalanya
"Kau kenapa Jons? Apa kau sakit?" Tanya Nadia karena melihat Jons seperti berbeda.
"Tidak, tidak apa-apa, silahkan duduk Nadia" ucap Jons sopan. "Ekhem,, apa yang mebawamu kesini, Nadia? Tanya Jons datar mode seriusnya keluar.
Nadia tersenyum manis kearah Jons
"Aku merindukanmu, aku merasa bosan di apartemen sendiri jadi aku tidak sengaja melihat mu keluar dari kantor jadi aku mengikutimu, heheh maaf yah atap sikap aku yang tidak sopan" jawab Nadia masih dengan senyum manisnya manik matanya melihat ke sekelilingnya tampak begitu rapi namun warna apartemen ini terkesan seperti mati gelap walaupun dengan di terangi oleh lampu tetap saja tidak ada kehidupan begitulah pikiran Nadia.
" Sadar juga nih cewe"gumam Jons pelan
"Pulanglah tidak baik anak perempuan keluyuran malam-malam" ujar Jons menatap datar kearah Nadia
Nadia yang mendengar itu jadi salah tingkah ia berpikir kalau Jons mulai peduli terhadapnya. "Aku boleh nginap di sini gk?" Tanya Nadia memelas.
Jons melotot ke arah Nadia "tidak bisa, kamu pulanglah disini berbahaya!" Jawab Jons yang mulai resah.
Seketika Nadia tertawa "hahahha, iya, iya aku paham takutnya nanti kamu khilaf kan, hahahah lucu banget yaudah aku pulang tapi aku minta no kamu!"
"Aneh nih cewek khilaf apaan? Emang gue batangan apa? gue juga sama kaya lo" gerutu Jons dalam hati. Karena tidak ingin Nadia berlama-lama Jons memberi no kontaknya.
"Makasih yah aku pamit dulu, bye Jons!" Pamit Nadia
"Hmm, hati-hati"
Nadia terkekeh "uuh sosweet banget sih kamu Jons" ujar Nadia mencubit kedua pipi Jons gemas. Kemudian ia pergi meninggalkan Jons dengan keadaan jengkel yang hampir meletus seperti gunung api yang tidak bisa menahan panas dari dalam tanah.
"Makin gila gue kalau sama dia terus-terusan, dasar cewek aneh kayaknya semua cewek memang aneh deh semoga aja ade gue gk kayak dia gilanya gk ketulungan" gerutu Jons.
Kemudian melangkah ke ke dapur untuk membuat sarapan malam untuk dirinya.
__ADS_1