
Happy reading guys 🤗 🤗🤗
Sehat selalu yah dan jangan lupa beri dukungan nya Author tahu para pembaca yang Budiman yang baik hati dan tidak sombong akan memberikan like dan hadiah nya 🙈🙈🤣
_
_
_
_
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
_
Selang beberapa menit akhirnya mereka sampai juga di depan rumah sakit Meksiko keduanya melangkah masuk dengan gagahnya para suster dan dokter wanita melirik tanpa berkedip kedua pria yang sedang berjalan melewati mereka sungguh membuat jiwa mereka menjerit ingin merasakan betapa gagahnya mereka di atas ranjang. Uh kenapa pikiran mereka sangat mesum sama dengan si jelangkung itu sih!.
CEKLEK
Tuan Farhan membuka pintu kamar VVIP yang di tempati istrinya, ia kemudian melenggang masuk ke dalam di ikuti River di belakang.
"Sayang bangunlah aku sudah membawa pesanan mu" bisik Farhan di telinga Jons ia mengelus lembut rambut istrinya. River yang menyaksikan itu hanya mengehela napas panjang
"Nasib jomblo memang seperti ini" gumam River dalam hati.
"Euugh" Jons menggeliat perlahan-lahan mata cantiknya terbuka ia melihat wajah pria tampan di depannya seketika lengkungan tipis itu tersirat di bibir pucat si tomboy.
"Ahh... Mana pesanan ku? Ah yah semangka mangkuk ku mana? Tanya Jons antusias namun wajah Tuan Farhan langsung berubah pias bagaimana ini? sedang asistennya membeli semangka bulat bukan mangkuk.
"Tidak ada Ara. Semangka mangkuk nya tidak ada, yang ada hanya yang bulat tidak apa-apa kan makan yang bulat saja" tutur Tuan Farhan berharap istrinya tidak protes.
"Tidak! Aku ingin makan yang bentuk mangkuk bukan yang bulat!" Ketus Jons dengan wajah cemberut.
"Tapi tidak ada Ara! Aku harus bagaimana lagi?" Tanya Farhan frustasi.
River hanya menonton perdebatan suami istri itu ia memberanikan diri untuk membantu, ia lalu mendekat ke arah Tuan Farhan yang sedang berpikir keras ia membisikkan sesuatu di telinga Boss nya hingga membuat Tuan Farhan tersenyum lebar dan seketika ia mengangguk kepalanya setuju.
__ADS_1
Jons memicing matanya menatap penuh selidik ke arah dua pria di depan nya.
River sang asisten setia dan cukup kreatif itu mengeluarkan pisau kecilnya di dalam saku jaketnya pisau yang selalu ia bawa kemana-mana mungkin itu adalah salah satu hobinya sebagai asisten raja dunia bawah.
River mengeluarkan satu buah semangka kemudian membelah menjadi dua bagian semangka yang tadinya bulat berubah menjadi sebuah mangkuk Jons melihat itu tersenyum lebar akhirnya keinginan nya akan segera terpenuhi sedangkan Tuan Farhan melongo dan mengangguk kepalanya seperti orang bodoh yang tidak bisa apa-apa.
Pasangan suami-istri itu masih setia menonton kegiatan yang di lakukan oleh River yang begitu lihai dalam membuat semangka mangkuk itu. River dengan telaten melubangi isi setengah semangka seperti dadu setelah merasa cukup River kemudian mengambil air es untuk di tuangkan ke dalam semangka yang sudah berbentuk mangkuk dengan isi seperti dadu itu kemudian mencampurkan dengan susu kental manis setelah sudah selesai dengan kegiatan nya ia kemudian memberikan nya pada istri Boss nya.
"Wahh hebat sekali! Kamu membuatnya sama seperti yang ada di imajinasi ku kamu benar-benar hebat" pekik Jons antusias dan jangan lupakan senyum lebar menghiasi wajahnya. Tuan Farhan sang bucin akut mendengus kesal ia mengepalkan tangannya kuat sampai terlihat buku-buku kuku nya yang memutih ia tadak suka jika istri kesayangan nya mengumbar senyum manis pada pria lain yang boleh melihatnya hanyalah dirinya Tuan Farhan Wardi Dinata ia harus memberi pelajaran pada asisten sialan!.
"Ah Nona bisa saja, saya hanya iseng saja" jawab River sopan. Semakin bertambah marah Tuan bucin itu apalagi mendengar asistennya menjawab pujian istrinya ia tidak suka ada pria lain yang mengobrol dengan Ara nya.
River hanya tersenyum ia tidak tahu saja jika ada mata mengintimidasi yang sedang menatapnya sangar.
"Awas kau yah River akan ku kuliti dirimu!" Batin Tuan Farhan.
"Tidak! Kamu memang hebat. Astaga kenapa rasanya sama dengan imajinasi yang aku bayangkan, rasanya benar-benar manis dan sangat enak oh astaga sepertinya kamu akan cocok menjadi suami kedua ku" pekik Jons sambil memakan buah semangka yang berbentuk mangkuk itu, si tomboy tidak menyadari jika kedua pria yang ada di samping nya sedang menahan sesuatu.
River menelan ludahnya kasar tiba-tiba bulu kuduk nya merinding sepertinya ia sudah tahu akan ada bencana yang sudah menunggu nya. Pria yang sudah menyandang predikat bucin akut menatap tajam asisten nya.
"River!" Panggil Tuan Farhan murka ia menatap sangar wajah River seakan-akan ingin memotong nya saja.
"Ikut aku keluar!" Perintah Tuan Farhan datar. Ia kemudian melangkah keluar sedangkan wanita hamil itu tidak peduli dengan kedua pria di ruangan nya ia masih setia dengan makanan nya.
"Akkkhhh tolong! Kenapa jadi begini sih aku kan hanya membantu mereka, ini mah namanya kebaikan malah mendatang kan malapetaka! Itu juga istri Boss sepertinya tidak ambil pusing dan malah menikmati kesengsaraan ku saja" teriak River meronta-ronta dalam hati.
Dan pada akhirnya sang asisten mengikuti langkah kaki Boss nya. Farhan berdiri tak jauh dari pintu kamar VVIP istrinya, matanya langsung menatap tajam ke arah pria yang baru saja keluar dari kamar VVIP seketika membuat tenggorokan pria itu susah menelan ludahnya. Dengan langkah ragu-ragu namun pasti River menghampiri Boss nya yang sedang cemburu buta.
"Ada apa Boss memanggil ku?" Tanya River dengan gaya coolnya namun berbeda dengan Tuan Farhan, pria itu mendelik jengkel bisa-bisanya asistennya itu masih bertanya padahal dia sendiri yang membuat masalah huh!.
"Kau sudah tahu tanpa aku jawab River!" Ujar Tuan Farhan menatap tajam lawan bicara nya.
"Salah lagi" batin River putus asa.
"Sepertinya aku harus menghukumu, dan kau harus berterima kasih karena aku tidak langsung memotong tangan mu itu!"
"Bersiaplah!" Perintah Farhan dan tiba-tiba...
__ADS_1
BUGH
BAGH
BUGH
BAGH
BUGH
BAGH
Pukulan demi pukulan Tuan Farhan layangkan di perut asistennya itu adalah hukuman yang ringan daripada harus memotong atau menguliti tubuh River. Asisten itu tidak berani melawan atau menghindar ia pasrah dengan amukan dari Boss nya yang terkenal tempramen dan pencemburu akut.
"Huuufttt! Itu adalah enam bogeman karena kau sudah mencari muka di depan istriku!"
BUGH
BAGH
BUGH
BAGH
River hanya menerima pukulan yang di layangkan oleh Boss nya yang posesif padahal dirinya hanya membantu tanpa niat lain emangnya River mau mendapat bogeman mentah dari si bucin ah lain kali gak akan River bantu, dasar Boss bucin!.
"Empat bogeman ini karena istriku akan menjadikan mu sebagai suami kedua, sebelum terjadi maka kepalamu akan melayang dari tubuhmu! Pergilah sebelum ku potong-potong tubuh menyebalkan mu itu!" Seru Tuan Farhan tersenyum menang karena sudah melampiaskan amarahnya pada orang yang tepat.
Ah kasihan sekali kau River harus menanggung kecemburuan dari si Tuan bucin padahal membawa niat baik eh malah kena bogeman mentah ah semoga kau mendapat pahala dari kesabaran dan kesetiaan mu yah River wkwkwk.
_
_
_
_
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung