
**Nih Author yang baik hati UP lagi nih 😜
Teman-teman yang baik dan Budiman berikan like dan vote nya hehehe biar Author tambah semangat gitu 💪🙄🤣🤣🤣
Happy reading
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒**
Di sinilah wanita tomboy itu berada setelah jet rahasia itu mendarat sempurna di tanah California ia segera turun, seperti biasa style nya tidak pernah berubah celana jeans sobek dan kemeja hitam bertengger sempurna di tubuh rampingnya dan jangan lupakan kaca mata berwarna coklat itu menutup mata cantiknya. Gaya coolnya selalu membuat dirinya begitu menawan dan tampan di gulung nya lengan tangannya sampai ke siku layak seorang aktor yang baru menuruni panggung kontes.
Di lapangan luas tempat biasa mereka melakukan perjalanan darurat dan lapangan itu akan menjadi tempat pendaratan jet pribadi rahasia tak jauh dari seberang terlihat bangunan kokoh megah seperti sebuah istana kerajaan.
bangunan itu adalah mansion yang di tempati oleh anggota black wolf di California dan senjata rahasia serta senjata-senjata tajam lainnya tersimpan rapi di dalam sana. Uang, emas, perak semuanya tersimpan rapi di dalam bangunan kokoh nan mewah tersebut.
Kaki jenjang Jons melangkah menapaki jalan aspal para ketua dari setiap kelompok anggota black wolf segera datang menghampiri Jons membungkuk sopan seraya memberi hormat pada anak angkat Boss besarnya itu.
"Maaf kan kami Boss muda, kami terlambat memberi sambutan untuk anda" ucap salah satu dari ketua anggota.
"Iya tolong ampuni kesalahan kami Boss muda"
"Tidak apa-apa, pergilah! Tidak perlu seformal itu padaku kita sama-sama anggota di sini aku adalah bagian dari kalian jadi jangan pernah sungkan terhadap ku apa kalian paham!" Ucap Jons dengan wajah datarnya.
"Paham Boss"
Baik Boss terimakasih, kalau begitu kami izin undur diri" ujar mereka serempak kemudian segera bubar dari hadapan Jons.
Jons menatap bangunan di depannya ingatan nya berputar beberapa tahun silam di mana ia pernah mendapatkan tugas untuk membunuh salah satu ketua yang terkenal di dunia Mafia entah apa alasannya ia tidak tahu ia hanya mengerjakan tugasnya sebagai seorang pembunuh bayaran saja tanpa mencampuri urusan sang Boss.
Ia ingat betul saat melakukan misi gelap dari sang Boss ia mendapat kan keluarga di salah satu negara terbesar, di angkat menjadi anak tertua dari keluarga Mafia karena pernah menolong keluarga tersebut yaitu para pemberontak yang selalu semena-mena pada lawan nya.
__ADS_1
Selepas pulang dari misinya Jons tidak pernah memberikan kabar pada keluarganya ia tidak tahu kabar keluarganya bagaimana? entahlah ia tidak pernah berpikir untuk mengunjungi keluarga angkat nya itu namun tiba-tiba perasaan nya tidak enak entah apa yang terjadi dirinya juga tidak tahu.
Tersentak kaget, lamunan nya langsung ambyar seketika kala orang kepercayaan Boss besar mengagetkan dirinya.
"Apa kau ingin mati huh!" Bentak Jons menatap tajam objek di depan nya sembari tangan nya mengelus dada nya yang membuat jantung nya hampir saja terjatuh.
"Maafkan saya Boss, habisnya Boss melamun di panggil dari tadi tidak menyahut yah sudah saya berteriak saja takut nya jika Boss kelamaan melamun Boss muda akan kesurupan setan pengantin" jawab Jonathan cekikikan tanpa rasa bersalah.
Pria itu tersenyum tipis tanpa rasa takut kepada Jons yang sedang menatap nya membunuh. Pria yang sudah di beri kepercayaan oleh Tuan besar Wijaya itu bernama Jonathan pria manis dan juga tampan namun ia sedikit aneh kepribadiannya tidak seperti lelaki pada umumnya ia akan tertawa keras pada orang yang marah seakan orang yang marah padanya seperti badut wajahnya terlihat lucu di matanya. Entah apa tujuan Tuan Wijaya mengangkat Jonathan sebagai orang kepercayaan nya itu.
"Aku tidak tahu kenapa Boss besar mengangkat mu sebagai orang kepercayaan nya apa kamu memiliki ilmu hitam yang suka pelet" ketus Jons menatap lawan bicaranya. Jons dan Jonathan selalu saja bertengkar jika saling bertemu layaknya seekor kucing dan tikus yang saling kejar-kejaran. Apakah mungkin nenek moyang mereka adalah musuh bebuyutan di masa lalu yang suka bertengkar dan masalahnya bereinkarnasi ke anak cucu mereka. Entahlah hanya mereka yang tahu masalah nya.
"Apa kau takut jantungan hmmm....? Wah pembunuh bayaran seperti mu seharusnya tidak pernah takut saat aku mengejutkan mu, apakah suara tembakan mengalahkan suaraku yang merdu ini hmmm....?" Ledek Jonathan tertawa puas.
Anggota yang lainnya hanya tersenyum melihat kekonyolan Jonathan sudah seperti santapan sehari-hari mereka. Bagi mereka Jonathan adalah sebuah hiburan, komedian lucu yang perlu di budidayakan.
"Diam kau Jo! Sepertinya lidahmu itu harus di ganti dengan yang lain kenapa kau sangat berisik sekali".
"Aww... Sialan kau Jonathan!" Teriak Jons meringis.
Andai Tuan Farhan melihat adegan di mana Jonathan menyentuh istrinya mungkin di mansion itu akan terjadi perang besar-besaran sifat kebucinan yang mendominasi membuat nya terbakar api cemburu ia mungkin akan memotong tangan pria yang berani menyentuh milik kesayangan nya, wah beruntung sekali kau Jonathan karena kau bisa menyentuh milik Tuan muda mu yang berharga itu tanpa di ketahui oleh sang pemilik asli.
"Jangan terus bercanda Jo" ketus Jons menatap serius lawan bicaranya. "Ayo kita masuk ke dalam aku ingin tahu kenapa sampai senjata kita bisa di curi oleh musuh setengah nya padahal anggota kita sangat banyak" sambung nya lagi.
"Baiklah ayo"
Mereka kemudian memasuki mansion yang begitu besar anggota yang lainnya segera berkumpul di ruangan seperti biasa ruangan yang untuk di jadikan sebagai pembicaraan serius. Ruangan kedap suara dan hanya para anggota black wolf yang dapat memasukinya karena ruangan tersebut bisa mengidentifikasi pin para anggota.
Jons menatap satu persatu orang-orang di ruangan tersebut kedua sudut bibirnya terangkat membentuk lengkungan misterius anggota black wolf merinding melihat senyum setan yang tercetak jelas di wajah cantik milik pembunuh bayaran itu seakan ada kematian yang datang menghampiri nyawa mereka.
__ADS_1
Jons mengeluarkan sebatang rokok manyalakan api lalu membakar rokok yang bertengger di jari tangan kanannya.
Ia menyedot rokoknya santai sebelum melayangkan pertanyaan yang membuat jantung siapa saja nyaris terjatuh.
"Siapa yang sudah membocorkan tempat penyimpanan senjata?" Sorot mata tajam tercetak jelas menatap orang-orang yang terlihat kebingungan.
"Kami selalu mengunci lidah kami Boss muda" salah satu anggota memberanikan diri untuk berbicara.
Jonathan, pria yang menjadi kepercayaan Boss besar nampak berpikir keras mencari tahu maksud dari perkataan si pembunuh bayaran. Tidak mungkin jika anggota black wolf melakukan penghianatan mengingat terdapat alat kematian di dalam tubuh setiap anggota black wolf jika melanggar janji suci mereka, namun kecerdasan yang di miliki oleh Jonathan berpikir kembali mungkin bisa saja anggota nya akan berkhianat dengan cara lain yang tak bisa membuat alat kematian itu berfungsi. Netranya menatap satu persatu anggota nya mencari siapa dalang di balik masalah besar ini.
"Katakan siapa yang sudah berkhianat brengsek! Apa kalian semua sudah siap untuk mati huh!" Teriak Jons penuh amarah.
Orang-orang di sana nampak ketakutan mendengar teriakkan maut dari si dewa kematian membuat mereka tak dapat berpikir jernih.
"Kami sungguh-sungguh tidak tahu Boss".
"Jonathan! Cari tikus padi yang ajal nya hari ini sekarang!" Final! Keputusan dari sang dewa kematian berlaku mutlak.
Orang-orang di sana diam membeku apakah hari ini adalah hari terakhir bagi mereka? Tidak ada yang bisa menghentikan perintah dari dewa kematian, jika sudah mendapat perintah dari sang dewa pria yang bernama Jonathan itu langsung menjalankan tugasnya sebagai kaki kanan sang dewa. Ck! menyebalkan!.
-
-
-
-
-
__ADS_1
🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒
Bersambung