Suamiku Ternyata Boss Mafia

Suamiku Ternyata Boss Mafia
Bab 72 Tiga Nama


__ADS_3

Up lagi guys 🤗🤗


Beri dukungan nya buat Author teman-teman 🤣🤣🤣


.


.


.


.


.


.


.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒🍒


.


.


.


.


.


.


Sekarang Jons ibu yang memiliki anak kembar tiga itu telah di pindahkan di ruang VVIP serta si kembar triple yang memiliki bobot sama berat 3,00 kg. Anak kedua dari si kembar tidak memiliki rambut bahkan kepalanya botak licin seperti lampu bulat yang berada di taman kepala nya yang bersinar layaknya langit hijau yang begitu terang terlihat begitu menggemaskan di mata orang-orang.


Sekarang, di ruangan yang Begitu luas sudah di penuhi oleh kedatangan Boss besar siapa lagi jika bukan Tuan Wijaya dan Nyonya Mita di tambah dengan ke empat sahabatnya mereka sangat senang akhirnya akan ada kerucil-kerucil Iblis yang akan tinggal di Mansion Utama mereka bisa bermain dan menjahili si tiga kerucil anak dari pembunuh bayaran.


"Uuuh lucunya si botak lampu bulat iih gemes deh" pekik amanda menoel hidung mancung si botak namun tak membuat tidur nyenyaknya terganggu.


"pokoknya ponakan ku yang botak harus tinggal di rumah ku" celetuk Ayu, sontak mendapat tatapan tajam dari Nyonya Mita dan Tuan Wijaya membuat Ayu nyengir kuda.


"Nyaman banget tidur nya hmmm.... Pokoknya kamu akan menjadi menantu ku jika aku melahirkan anak perempuan nanti" ujar Amanda tersenyum senang.


"Tidak akan!" Protes Jons datar si tomboy duduk berselonjoran di atas brankas dirinya masih sangat lemas untuk berdiri ataupun bergerak sangat lemas bahkan saat ini dirinya di beri infus tiga kantong akibat kekurangan cairan melahirkan anak kembar tiga sungguh menguras tenaga bahkan dirinya tidak pernah membayangkan bahwa ia akan melahirkan tiga kembar.


"Kenapa? Bukankah akan sangat cocok menikahkan mereka dengan satu ras? Apalagi kita sama-sama agen rahasia bukankah itu terdengar bagus kita berdua akan menjadi besan" jelas Amanda mengernyitkan alisnya.


"Diam! Lagipula anak kamu belum melahirkan sekarang ini aku ingin tahu siapa nama-nama cucu ku ini" Potong Nyonya Mita.


"Gimana kalau yang tidak memiliki rambut di panggil botak tampan" sahut Tuan Wijaya menimpali.


"Tidak! Itu nama yang jelek, itu cocok untuk nama tuyul" bantah Nyonya Mita melotot tajam.


"Aku akan membicarakan dengan Farhan dulu siapa tahu dia sudah menyiapkan nama untuk si triple kembar" ucap Jons.


"Dimana Tuan muda Farhan?" Tanya Richo melirik ke sekeliling namun yang dicari tak kunjung terlihat.


"Yah dari tadi aku juga tidak melihatnya" sahut Alex dan Tio.


Jons menepuk jidat nya pelan ia tersenyum kecil mengingat kehebohan di Jelangkung membuat perutnya tergelitik lucu.

__ADS_1


"Dia masih pingsan dan masih di ruang persalinan"jawab Nyonya Mita.


"Anak itu sungguh memalukan kenapa harus pingsan seperti pria polos dan lugu tidak tahu apa-apa tentang jalur melahirkan kah? Atau belum siap melihat sarang semut nya tersobek" celoteh Tuan Wijaya bersedekap.


"Eh?"


Orang-orang disana menampilkan wajah bingung nya tidak paham tentang apa yang di maksud oleh Boss besar nya, sarang semut tersobek? Kata mutiara apa lagi itu? Namun tidak dengan Jons dan Nyonya Mita mereka berdua menatap tajam pria yang berpura-pura memasang wajah tanpa dosa. Yah mereka tahu istilah-istilah aneh yang di lontarkan oleh Boss besar itulah sebabnya Jons dan Nyonya Mita mendelik jengkel untung saja suaminya bukanlah seorang guru entah kata-kata apa lagi yang akan mengotori pemikiran siswa-siswi nya.


Saat mereka berbincang-bincang terdengar suara pintu terbuka terlihat wajah seorang pria tampan dengan pakaian kantor nya menatap tajam ke semua orang yang ada di sana.


"Kenapa kalian membiarkan aku tergelatak di atas lantai? Sudahlah lupakan jika kalian musuh ku sudah ku habisi kalian semua" ujar nya dengan nada dingin ia kemudian pergi menuju ke tiga boks anaknya yang sudah enteng tidur dengan nyenyak nya.


Senyum lebar terukir di wajah tampan nya melihat ke tiga anaknya membuat hatinya menghangat diliriknya anak ke dua nya yang tidak ada rambut sama sekali matanya memicing sebelah kedua alisnya bertautan bingung.


"Kenapa si kedua tidak memiliki rambut? Apakah di saat pembagian rambut dia tidak dapat yah? Apa aku saat menabur bibit penerus kedua salah melakukan gaya? Batin si Jelangkung.


"Ara, kenapa dia tidak memiliki rambut? Kepalanya sangat licin dan itu terlihat lucu" tanya Tuan Farhan tanpa mengalihkan pandangannya dari si botak.


"Itu karena kamu saat bermain memikirkan si ucup kepala botak" celetuk Ayu menatap tak suka pada kakak iparnya.


"Cih! Kamu kali dasar pebinor, lagian aku ini masih normal mana ada orang normal mikirin si Ucup botak lagi bukan seleraku" balas si Jelangkung tak mau kalah.


Eh apakah si Jelangkung yang pelit kosa kata sekarang berubah menjadi pria nyinyir suka ngegosip?.


"Ko bawa-bawa si Ucup botak, kepala pelayan sih? Emang ada kaitannya dengan permainan yang kalian maksud?" Tanya Tio dengan mimik lugu. Richo dan Alex menepuk jidatnya memang teman yang satu ini polos nya kelewatan apa mungkin kelamaan belok dan jomblo jadi kayak gini otaknya?.


"Yah sekyaaaa!" Teriak Jons menahan rasa malu bahkan pipi nya sudah bersemu merah.


Oeeeekkkk


Oeeeekkkk


Oeeeekkkk


"Uluh-uluh anak Daddy jangan nangis yah, hmm... Kenapa? Mau susu yah iya ayuk kita susu di Mommy" ujar si Jelangkung menenangkan si botak sedang Ayu dan Nyonya Mita mengambil alih bayi pertama dan terakhir. Ayu menggendong bayi perempuan imut yang begitu persis dengan si tomboy hanya bibirnya yang mirip si Jelangkung, Nyonya Mita menangani baby pertama wajahnya bahkan menuruni ayah nya Jelangkung batangan.


Mereka lalu menyerahkan pada Jons, saat ingin menyusui Tuan Farhan lalu menatap tajam para pria yang masih setia di ruang inap istrinya.


"Sebagai suami idaman para perempuan dan bertanggung jawab dalam menjaga istri dan anaknya jadi untuk kalian para pria yang tidak memiliki kerjaan silahkan keluar dari ruangan ini!! Di sana pintu keluar nya jika kalian lupa jalannya!!" Pidato si Jelangkung sembari menunjuk ke arah pintu keluar.


Tuan Wijaya dan tiga teman Jons mendelik tajam ke arah Tuan Farhan ingin sekali tiga pria sahabat Jons mengangkat bendera perang namun hal itu hanya imajinasi semata karena pria menyebalkan itu adalah Tuan muda nya jadi mereka hanya bisa mengumpat dalam hati sembari melafalkan istighfar agar tidak terhasut oleh setan pengangguran.


Oeeeekkkk


Oeeeekkkk


Sekarang Jons sedang menyusui baby botak dan baby pertama sedang baby girl sedang menangis di gendongan Ayu mungkin si bungsu sedang kelaparan itu sebabnya dirinya menangis.


"Sini Daddy yang gendong, jangan sama pebinor nanti kau juga ikutan pebinor" celetuk Tuan Farhan tanpa bersalah, Ayu hanya mengepal tangannya kuat.


"Dasar pengemis pasaran!!" Balas Ayu menatap tajam namun yang di tatap tidak menghiraukan.


"Halo baby girl kamu yang sabar yah kamu harus tunggu abang-abang kamu minum susu dulu, setelah itu baru kamu coalnya susu Mommy kamu hanya dua coba kalau empat pasti semuanya dapat pasangan, dua untuk abang kamu dan dua untuk kita berdua" ujar si Jelangkung langsung mendapat pukulan keras dari Nyonya Mita, Ayu dan Amanda.


"Auww sakit jangan di pukulin woeeee!!" Teriak si Jelangkung kesakitan.


"Mesuuuummm!!!" Teriak Ayu dan Amanda.


"Bocah tengik, siapa yang ngajarin kamu punya pemikiran seperti itu! Dasar anak gila!!" Seru Nyonya Mita mencubit lengan Tuan Farhan membuat raja Hades mesum meringis ngilu.

__ADS_1


"Auww Ma, ampun maaf aku khilaf, lagian Papa yang ngajarin kata-kata itu ke aku" jawab Tuan Farhan melarikan diri.


Jons menatap datar wajah suaminya membuat pria itu menelan ludah kasar.


"Tidak ada jatah selama 40 hari" tutur Jons menampilkan wajah dingin nya tangan nya mengelus lembut pipi kedua putranya.


"What!!" Pekik si Jelangkung hingga membuat baby mungil itu kembali menangis


Oeeeekkkk


Oeeeekkkk


Oeeeekkkk


"Upps,,, sorry anak Daddy jangan nangis yah maaf Daddy salah karena teriak-teriak di dekat kamu yah hmmm... Diam yah nanti Daddy temanin kamu minum susu oke jangan kalah sama abang kamu yah" bisik si Jelangkung dan baby girl langsung terdiam.


"Ara jangan mengada-ada deh, masa aku gak bisa bermain selama 40 hari itu lama banget" keluh Tuan Farhan mendengus jengkel.


"Diam! Tidak ada bantahan!" Ujar Jons dengan nada dingin. Raja Hades hanya mengerucutkan bibirnya, ia tidak tahu jika wanita yang baru melahirkan di larang untuk melakukan pendakian ke gunung Himalaya selama 40 hari dan Jons sangat menikmati penderitaan raja Iblis itu.


Jahat banget sih kamu pembunuh bayaran.


"Farhan apa kamu sudah mempunyai nama untuk anak kamu sayang?" Tanya Nyonya Mita.


"Sudah Ma, kalau baby yang pertama namanya Hamas Difhano Jonas. Difhano itu adalah singkatan dari nama keluarga kita dan aku selipkan nama ku di sana sedangkan Jonas adalah nama ayah dari istriku" jelas Tuan Farhan tersenyum pada Jons, si tomboy terharu dengan mata berkaca-kaca namun tak sampai mengeluarkan air mata. Ck menyebalkan!.


"Terus arti dari kata Hamas itu apa?" Tanya ke tiga wanita itu Ayu, Amanda dan Jons. Mereka mengerutkan keningnya menunggu jawaban dari si Jelangkung namun tak kunjung ada jawaban.


"Kalau nama si botak licin ini namanya Azhar Difhano Jonas. Karena kepalanya botak bersinar, bercahaya dan lebih cerah dari ke dua kembar nya maka dia sangat cocok di sebut Azhar kepala plankton. Hahahahah" ujar si Jelangkung sembari tertawa lepas ke empat wanita yang ada di ruangan tersebut ingin sekali membuang jauh-jauh tubuh si Jelangkung di jurang Antartika.


"Dasar ayah durhaka" umpat Ayu kesal.


"Tuan muda tengik" gumam Amanda pelan. Nyonya Mita menggeleng kepalanya anaknya ini benar-benar pria tengik, sedangkan Jons hanya tertawa kecil.


"Lalu bagaimana dengan baby girl?" Tanya Jons sambil menyusui si bungsu karena kedua abangnya sudah anteng tidur dari tadi akibat kekenyangan berlebihan.


"Kalau baby kecil ku ini namanya adalah Auliana Difhano Jonas, yang artinya malaikat kecilku".


"Namanya bagus sekali tapi kasihan si plankton Daddy yang kejam mengatakan mu botak plankton jika sudah besar nanti kamu harus menyumpal mulut Daddy mu dengan underwear spombok" bisik Ayu namun masih di dengar oleh mereka, sontak membuat mereka tertawa terbahak-bahak terkecuali si Jelangkung.


"Pebinorrr!!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2